Mengenal Lebih Dalam Tentang Kanker Nasofaring

Penyakit kanker merupakan penyakit yang sangat ditakuti setiap manusia. Pasalnya tak sedikit jumlah manusia yang meninggal karena penyakit kanker. Entah itu kanker payudara, kanker serviks dan masih banyak lainnya.

Penyakit kanker juga memiliki tanda-tanda dan gejalanya masing-masing. Nah salah satu gejala yang paling banyak dilihat setiap penyakit kanker adalah mimisan. Nah jika kalian sering mengalami mimisan yang terlalu sering dari kebanyakan orang pada umumnya. Bisa jadi kalian mengidap kanker Nasofaring. Jika penasaran seperti apa itu kanker nasofaring berikut penjelasannya.

Apa Itu Karsinoma Nasofaring?

065451100_1433760173-3 (1)

Karsinoma nasofaring adalah kanker yang terjadi pada nasofaring, yang terletak di bagian atas faring (tenggorokan) atau bisa di katakan di belakang hidung. Kanker nasofaring adalah jenis langka dari kanker kepala dan leher. Karsinoma nasofaring lebih umum terjadi di bagian Asia Tenggara.

Sulit untuk mendeteksi karsinoma nasofaring pada tahap awal. Hal ini di karenakan karena nasofaring tidak mudah untuk di periksa dan gejalanya menyerupai kondisi lain yang umum terjadi. Kanker dapat menyebar ke bagian lain melalui jaringan, sistem limfa, darah dan yang paling sering adalah tulang, paru-paru dan hati. Ada 4 tahap dari kanker nasofaring. Semakin rendah angkanya, akan pula semakin sedikit kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lain, yaitu:

  1. Tahap 1 disebut kanker nasofaring tahap awal.
  2. Tahap 2 disebut kanker nasofaring tahap menengah.
  3. Tahap 3 dan 4 disebut kanker nasofaring tahap lanjut atau tahap akhir.

Apa Saja Tanda-tanda dan Gejala Karsinoma Nasofaring?

Gejala-Kanker-Nasofaring-1

Tidak mudah untuk mengetahui kemunculan gejala karsinoma nasofaring di stadium awal. Penyakit ini biasanya mulai terlihat ketika pasien sudah berada pada stadium lanjut. Hal ini dapat di sebabkan oleh gejala karsinoma nasofaring pada stadium awal yang tidak spesifik atau bahkan gejala bisa tidak muncul sama sekali. Beberapa gejala karsinoma nasofaring yang umumnya dapat di kenali, yaitu:

  1. Terdapat benjolan pada leher atau pada hidung, akibat terjadi pembesaran kelenjar getah bening
  2. Darah pada air liur
  3. Mimisan
  4. Trismus (susah membuka mulut akibat rahang tertahan atau otot rahang kaku)
  5. Pusing
  6. Hidung tersumbat
  7. Pendengaran berkurang
  8. Infeksi telinga dengan frekuensi yang lebih sering

Ketika Anda mengalami beberapa tanda di atas, segera temui dokter jika mengalami salah satu dari gejala-gejala di atas dan tidak kunjung membaik. Buatlah catatan mengenai gejala, pertanyaan-pertanyaan terkait, dan tindakan apa saja yang sudah di lakukan sebelum menemui dokter. Terangkan juga mengenai sejarah penyakit Anda atau riwayat kesehatan keluarga agar dokter dapat lebih memahami dan mengenali gejala yang Anda alami sehingga mudah untuk mendapatkan diagnosis.

Apa Penyebab Karsinoma Nasofaring?

3-64-768x351

Kanker muncul ketika terdapat satu atau beberapa mutasi genetik yang menyebabkan sel normal tumbuh secara tidak terkontrol sehingga menginvasi struktur di sekitarnya dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya (metastasis). Pada karsinoma nasofaring, proses ini di mulai pada sel-sel gepeng yang berada di sepanjang permukaan nasofaring.

Seperti kanker pada umumnya, kanker karsinoma di sebabkan oleh adanya mutasi gen yang menyebabkan sel berkembang di luar kendali dan menginvasi jaringan di sekitarnya yang kemudian dapat menyebar ke bagian tubuh lain (metastase). Penyebab mutasi gen ini belum di ketahui hingga saat ini. Akan tetapi, kanker ini di yakini memiliki kaitan yang kuat dengan virus Epstein-Barr (EBV). Walaupun infeksi EBV merupakan faktor risiko kanker ini, tidak semua orang dengan EBV akan mengalami kanker nasofaring. Tidak begitu jelas mengapa beberapa orang dengan semua faktor risiko tidak mengalami kanker atau mengapa orang tanpa faktor risiko dapat mengalami kanker.

Apakah Karsinoma Nasofaring Menular?

01dbf93e528666018c489f3ff33b53a8_XL-768x384

Sebenarnya, tidak ada jenis kanker apa pun yang bisa menular. Pasalnya, penyakit ini terjadi akibat adanya gangguan pertumbuhan pada sel dan akhirnya mengubah sel menjadi sel kanker. Jadi, hal ini terjadinya di dalam tubuh dan tidak ada yang bisa membuatnya menjadi menular ke orang lain layaknya penyakit infeksi.

Sementara itu, untuk kanker nasofaring sendiri, belum di ketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun, para ahli menyatakan bahwa ada beberapa faktor risiko yang bisa menimbulkan penyakit ini, yaitu:

  1. Memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami jenis kanker ini.
  2. Terpapar virus Epstein-Barr (EBV)
  3. Terpapar virus Human papilloma (HPV)
  4. Sering mengonsumsi makanan yang di asinkan.

Ya, salah satu faktor risiko dari kanker nasofaring adalah terpapar virus EBV dan HPV. Jadi, hal yang harus Anda perhatikan adalah mencegah penularan virus-virus tersebut. Pasalnya, ketika virus ini sudah masuk ke dalam tubuh kemudian merusak sel-sel dan akhirnya menjadi kanker, maka tidak mungkin lagi ada penularan.

Biasanya, setelah virus menginfeksi tubuh, butuh waktu yang cukup lama untuk kemudian berkembang menjadi kanker. Selain itu, tidak semua orang yang terinfeksi virus akan mengalami kanker, hal ini tergantung pada respon tubuh masing-masing.

Apa Saja Resiko Dari Karsinoma Nasofaring?

Karsinoma nasofaring memiliki beberapa faktor risiko yang bisa membuat seseorang lebih berisiko terserang penyakit ini, seperti virus Epstein-Barr. Akan tetapi pemicu pasti penyakit ini masih belum di temukan. Oleh karena itu, pada sebagian kasus, seseorang dapat terhindar dari kondisi ini walaupun memiliki semua faktor risiko pada dirinya, sementara pada kasus lain terjadi sebaliknya. Beberapa faktor risiko karsinoma nasofaring, yaitu:

  • Etnis, Kasus karsinoma nasofaring lebih banyak ditemukan pada orang yang tinggal di Cina, Afrika bagian utara, Asia Tenggara, dan bangsa Inuit di Alaska. Walau demikian, warga Asia yang di lahirkan di Amerika tidak memiliki risiko setinggi warga Asia yang berimigrasi ke Amerika.
  • Keluarga dengan riwayat kanker nasofaring.
  • Usia, Penyakit ini paling umum di temukan pada orang dewasa yang berusia antara 30 sampai 50 tahun.
  • Jenis Kelamin, Penyakit ini paling umum di temukan pada laki-laki di bandingkan perempuan.
  • Uap, Uap masakan dari makanan yang di awetkan dengan teknik pengasinan yang masuk ke rongga hidung dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring, seperti ikan asin  dan asinan sayuran. Risiko akan bertambah tinggi jika pasien sudah terpapar zat kimia ini sejak usia dini.
  • Menghirup Zat Kimia, Bekerja di lingkungan yang membuat Anda selalu menghirup serbuk kayu dan zat kimia formaldehyde.
  • Virus Epstein-Barr, Virus yang merupakan bagian dari keluarga virus herpes ini memiliki gejala yang menyerupai pilek. Selain karsinoma nasofaring, penderita yang terjangkit infeksi virus ini juga dapat terkena infeksi mononukleosis. Selain kanker nasofaring, virus Epstein-Barr juga dikaitkan dengan jenis kanker lain yang langka.
  • Makanan yang di asinkan, Mengonsumsi banyak makanan seperti ikan atau daging yang di asinkan pada usia muda dapat meningkatkan risiko kondisi ini.

Pengobatan Karsinoma Nasofaring

children-nosebleed-facebook-768x384 (1)

Young woman cleaning the bleeding nose of young boy (8-10) with cotton wool. Pengobatan karsinoma nasofaring atau kanker karsinoma melibatkan beberapa jenis terapi, seperti kemoterapi, radiasi, atau gabungan keduanya. Tiap pilihan terapi memiliki kelebihan dan keuntungan tersendiri yang dapat didiskusikan secara langsung dengan dokter yang menangani kondisi pasien. Sebuah rencana pengobatan dapat di buat berdasarkan stadium, tujuan pengobatan, kondisi kesehatan pasien, dan efek samping pengobatan yang dapat di toleransi oleh pasien. Beberapa jenis pengobatan yang mungkin dilakukan adalah:

  • Terapi Radiasi

Radiasi X-ray atau proton berkekuatan tinggi yang di arahkan langsung ke bagian tubuh yang menjadi target penyinaran untuk membunuh sel kanker atau tumor pada nasofaring. Terapi radiasi ini di namakan “external beam radiation (radiasi cahaya eksternal)”. Efek samping yang mungkin di timbulkan adalah kulit kemerahan yang bersifat sementara, mulut kering, dan berkurangnya fungsi pendengaran. Terapi radiasi yang di kombinasikan dengan obat-obatan kemoterapi dapat menyebabkan efek samping berupa radang pada mulut dan tenggorokan sehingga pasien dapat mengalami kesulitan ketika makan.

Terapi sinar radiasi lainnya yang di gunakan adalah brachytherapy yang umumnya di gunakan pada kasus karsinoma nasofaring yang kambuh. Terapi ini di lakukan dengan cara menempatkan kabel beraliran radioaktif sangat dekat atau langsung pada tumor.

  • Kemoterapi

Terapi yang menggunakan obat-obatan sebagai pembasmi sel kanker ini dapat di berikan dalam bentuk pil, di suntikkan melalui pembuluh nadi, atau keduanya. Jenis, dosis, dan efek samping dari obat-obatan kemoterapi akan bergantung dari jenis obat yang di berikan oleh dokter. Terapi ini dapat di lakukan dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Kemoterapi sebelum terapi radiasi, atau kemoterapi neoajuvan, yaitu pemberian obat-obatan kemoterapi sebelum terapi radiasi atau terapi kemoradiasi. Tingkat kesuksesan terapi ini masih perlu di teliti lebih lanjut.
    Kemoterapi bersamaan dengan terapi radiasi, atau terapi kemoradiasi, yaitu pemberian obat-obatan pembasmi kanker secara bersamaan dengan radiasi untuk meningkatkan efektivitas terapi radiasi. Efek samping yang mungkin muncul adalah gabungan dari efek samping kedua jenis terapi ini sehingga pasien berkemungkinan sulit untuk menoleransi dampaknya.
  2. Kemoterapi setelah terapi radiasi, yaitu pemberian obat-obatan pembasmi kanker setelah terapi radiasi atau kemoradiasi untuk membasmi sisa-sisa sel kanker dalam tubuh pasien termasuk yang sudah menyebar ke tubuh lain. Metode ini masih menuai kontroversi tentang apakah pengobatan kemoterapi tambahan memang memperbaiki peluang kesembuhan dari pasien karsinoma nasofaring. Pada umumnya, efek samping yang berat dan sulit untuk ditoleransi pasien menjadi penyebab pengobatan ini harus di hentikan.
  • Pembedahan

Terapi pembedahan jarang di lakukan pada kasus karsinoma faring. Pembedahan biasanya di lakukan untuk mengangkat nodus limfa yang sudah di invasi sel kanker. Dokter akan memindahkan sel kanker tersebut dengan cara membuat irisan pada langit-langit mulut pasien.

Pengobatan radioterapi karsinoma nasofaring dapat memicu mulut kering yang membuat pasien merasa tidak nyaman saat menelan makanan. Komplikasi pengobatan ini juga dapat memicu infeksi yang berisiko berdampak kepada kesehatan mulut dan gigi. Pasien yang memiliki kondisi mulut kering (xerostomia) mungkin akan mendapatkan rekomendasi perawatan maupun diet makanan untuk mengurangi memburuknya gejala yang di alami, dari dokter atau dokter gigi. Beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, yaitu:

  1. Berkumur dengan larutan garam dengan air hangat setelah makan. Gunakan campuran dari air hangat, garam, dan baking soda sebagai campuran cairan kumur.
  2. Perbanyak minum air putih untuk menjaga kelembapan mulut. Anda juga bisa mengunyah permen atau permen karet bebas gula untuk merangsang kelenjar ludah menghasilkan air liur.
  3. Perbanyak konsumsi makanan yang basah. Anda bisa menambahkan kuah, kaldu, mentega, atau susu pada makanan yang kering.
  4. Hindari makanan yang asam, pedas, dan minuman yang tidak baik bagi kesehatan mulut, seperti minuman berkafein dan beralkohol.

Pencegahan Karsinoma Nasofaring

Ciri-Kanker-Nasofaring-768x510

Pencegahan karsinoma nasofaring dapat di mulai dengan mengurangi risiko Anda mengembangkan kondisi ini dalam tubuh, yaitu dengan menghindari kebiasaan yang berhubungan dengan pemicu kanker karsinoma. Misalnya, mengurangi konsumsi makanan yang di awetkan menggunakan teknik pengasinan dan secara alami, tidak merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol.

Anda juga bisa membuat jadwal pemeriksaan kesehatan rutin, seperti pemeriksaan darah untuk mendeteksi virus Epstein-Barr. Pemeriksaan darah sangat di anjurkan bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi terhadap penyakit ini. Salah satunya adalah tinggal di daerah dengan angka kasus karsinoma faring yang tinggi.

Sekian pembahasan mengenai “Karsinoma Nasofaring”. Semoga bermanfaat yaa