Penjelasan Singkat Mengenai Trypophobia

Beberapa orang sangat ketakutan pada hewan yang bisa mematikan contohnya ular ataupun kalajengking, sehingga manusia yang berhadapan langsung dengan makhluk-makhluk ini akan membuat menjadi berkeringat dingin dan jantung mulai berdegup kencang.

Tapi bagi beberapa orang, justru gelembung busa sabun, sarang lebah, hingga lubang-lubang kecil di spons cuci piringlah yang memicu reaksi panik dalam diri mereka. Ketakutan terhadap lubang-lubang kecil tidak beraturan ini disebut dengan “Trypophobia”. Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu trypophobia, yuk mari kita simak selengkapnya di bawah ini..

Apakah kalian pernah merasa cemas ketika melihat sebuah lubang di jalan? Apakah kalian pernah melihat gambar dari lubang timeline berita yang membuat sakit perut atau gelisah? Atau apakah kalian gugup ketika seseorang membawa makanan dengan lubang di dalamnya? Jika ya, Anda mungkin memiliki Trypophobia. Fobia ini adalah keadaan di mana seseorang merasa takut, aneh pada benda yang berlubang. Mereka takut bahwa mereka akan jatuh ke dalam lubang ini. Namun beberapa orang yang terkena tryphopobia ini hanya berpikir bahwa di dalam lubang itu sangat gelap membuat perasaan yang menyeramkan bagi penderita.

Pengertian Trypophobia

trypophobia-hand-800x500-768x480

Trypophobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap lubang-lubang pada sebuah permukaan yang letaknya saling berdekatan. Rasa takut ini mencakup baik pada benda mati ataupun benda hidup, seperti lubang atau gelembung yang berkerumun pada kulit, lidah, daging, kayu, tumbuhan, karang, spons, jamur, biji-biji kering dan sarang lebah. Maka dari itu Trypophobia banyak yang menyebutnya sebagai “penyakit kulit tangan bolong”, padahal istilah ini kurang tepat.

Reaksi terhadap pola berlubang ini sangatlah kuat. Melihat gerombolan gelembung atau lingkaran yang bisa membuat orang yang memiliki trypophobia merasa kulit mereka berkeringat dingin, merinding, bergidik, gatal, terasa sakit atau nyeri nyata, bahkan bisa hingga mual dan muntah karena mereka menganggap apa yang mereka lihat benar-benar menjijikan.

Beberapa dari orang-orang ini berpikir bahwa ada sesuatu yang berbahaya mungkin mengintai di dalam lubang itu, dan beberapa di antaranya takut bahwa karena merasa akan jatuh ke dalam lubang. Trypophobia dalam beberapa kasus yang parah bahkan bisa memicu serangan panik.

Penyakit Trypophobia itu sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Trýpa” yang berarti “lubang” dan Phobos , yang berarti “rasa takut “. Jadi orang yang mengalami kondisi ini akan merasa takut, gelisah, atau bahkan sampai timbulnya gejala fisik berupa mual atau gatal-gatal saat melihat objek berlubang yang sangat banyak. Sebagai contoh sarang lebah, biji bunga teratai, sumsum tulang, spons dan lain sebagainya.

Istilah Trypophobia ini di yakini pertama kali di ciptakan oleh peserta di sebuah forum online pada tahun 2005. Masalahnya ini tergolong baru dan para ahli psikologi dunia masih memperdebatkannya apakah penyakit trypophobia bisa di jadikan sebagai diagnosis yang berdiri sendiri.

Gejala Trypophobia

143936_620

Seorang penderita Trypophobia akan mengalami trauma dalam psikologis ketika dia melihat pola lubang. Efek yang di timbulkan atau gejala Trypophobia bisa banyak macamnya. Adapun beberapa gejala antara lain seperti:

  1. Muncul perasaan panik dan perasaan takut yang berlebihan ketika tergigit oleh serangga atau melihat benda yang terdapat banyak lubang-lubang kecil yang tersusun seperti sarang semut, sarang lebah dan lubang lainnya.
  2. Sering muncul perasaan cemas yang tinggi dan dapat mengurangi respon dari gerak tubuh.
  3. Keluar keringat yang cukup banyak yang di sertai dengan suhu panas di sekujur tubuh.
  4. Jantung sih penderita akan berdetak sangat kencang dan bahkan sering di sertai dengan sesaf nafas.
  5. Jika terjadi pada anak-anak, mereka tentunya akan sangat rewel dan terus-terusan menangis karena ketakutan.

Gejala-gejala yang telah disebutkan diatas adalah dampak dari psikis yang di sebabkan oleh fobia terhadap lubang di hadapannya. Sebagaimana yang telah di ketahui bersama, bahwasannya fobia sendiri merupakan sebuah perasaan takut yang berlebihan yang bisa di alami oleh seseorang terhadap suatu benda atau objek yang bisa di dapat menimbulkan efek bahaya, sedangkan pada orang yang normal memang kelihatannya sangat tidak masuk di akal.

Penyebab Trypophobia

cara-mengatasi-Trypophobia-e1495443204243

Fobia adalah gangguan kecemasan yang biasanya timbul karena pengalaman (gigitan anjing dapat menyebabkan rasa takut pada anjing) atau karena mekanisme evolusi bawaan, seperti yang mungkin mendasari ketakutan akan laba-laba dan ular (karena mereka adalah makhluk berbahaya). Biasanya, ada ancaman, spesifik atau umum, nyata atau di bayangkan yang mendasari sebuah fobia.

Dalam kasus trypophobia, tidak ada ancaman yang jelas, dan pola visual yang menyebabkan fobia bisa sangat acak antara satu sama lain. Meski begitu, beberapa ilmuwan menduga, bahwa reaksi ekstrem terhadap bentuk bundar acak timbul karena pola tersebut menyerupai bintik atau lingkaran yang di temukan pada hewan beracun, termasuk ular dan gurita berkepala biru. Lantas, apa sebenarnya yang jadi penyebab trypophobia?

Ada beberapa teori di balik penyebab trypophobia. Dalam sebuah makalah, Paul Hibbard dan Arnold J Wilkins menduga bahwa rasa jijik atau ketakutan yang timbul setelah melihat gambar lingkaran acak ini terjadi karena insting memerintahkan mereka sebisa mungkin menghindari berlama-lama memandangi gambar aneh tersebut. Kedua periset ini berpendapat bahwa otak yang kewalahan mengamati susunan bentuk yang acak dan kontras akan meminta asupan oksigen yang lebih banyak untuk dapat memproses informasi.

Otak menggunakan sekitar 20% energi tubuh, dan penggunaan energinya perlu di jaga seminimal mungkin. Asupan oksigen yang berlebihan dapat membuat gelombang otak jadi kacau, sehingga saraf-saraf otak Anda pun tidak bisa bekerja dengan baik. Akibatnya Anda malah akan merasakan sakit kepala, mual, pusing, dan cemas. Nah, trypophobia bekerja mirip pertahanan diri otomatis agar Anda tidak mengalami hal-hal ini. Otak mengasosiasikan lubang-lubang ini dengan bahaya.

Sehingga penyebab utama dari trypophobia ialah kemungkinan besar dapat di akibatkan dari perasaan trauma pada sesuatu apa lagi saat mereka memasuki tahap awal dalam kehidupan. Hal ini masih belum bisa di ketahui secara pasti, karena belum terdapat alat tes untuk menghilangkan fobia tersebut.

Penyebab Trypophobia Mungkin Didasari Ketakutan Akan Tertular Penyakit

Temuan di atas kemudian akan di perkuat oleh sebuah studi kolaborasi antara Tom Kupfer, seorang peneliti pascasarjana di bidang psikologi di University of Kent di Inggris, dan rekan penulisnya An Trong Dinh Le, yang merupakan doktorat psikologi di University of Essex.

Mereka melaporkan bahwa kecemasan atau kepanikan instens setelah melihat gelembung busa sabun atau lubang-lubang kecil di spons cuci piring mungkin terkait dengan ketakutan akan terinfeksi parasit dan penyakit menular. Memang, banyak penyakit menular yang menghasilkan gerombolan bintil, bentol, atau beruntusan berbentuk bulat acak pada kulit, misalnya saja cacar, campak, rubella, demam scarlet, serta infeksi parasit seperti tungau dan kutu.

“Patogen dan parasit telah menjadi salah satu ancaman utama manusia dan hewan sepanjang evolusi dunia,” kata Kupfer kepada Live Science, sehingga menghindari mereka akan mengurangi kemungkinan jatuh sakit. “Reaksi jijik telah lama di ketahui menjadi insting primitif hasil adaptasi manusia yang paling nyata untuk menghindari penyakit,” ungkapnya.

Kebanyakan orang telah mampu menyesuaikan diri untuk dapat mengenali bahwa tidak ada bahaya nyata dari pola lingkaran acak ini, tapi untuk trypophobe (sebutan untuk orang-orang yang punya trypophobia) rasa takut, jijik, dan panik adalah reaksi refleks tanpa sadar yang tidak dapat mereka kontrol.

Cara Mengobati Penyakit Trypophobia

periksa-dokter

Cara untuk mengatasi suatu penyakit trypophobia memang pada dasarnya sama dengan jenis fobia pada umumnya, yaitu dengan menghilangkan rasa takut yang berlebih pada suatu hal sedikit demi sedikit. Berkut ada beberapa cara untuk mengobati trypophobia, yaitu:

  • Desentiasi Sistematis

Cara mengatasi penyakit trypophobia yang pertama adalah melakukan terapi yang membuat penderita merasa lebih rileks. Setelah mereka merasa nyaman dan tenang, maka secara perlahan akan di perlihatkan sebuah gambar yang terdapat beberapa lubang pada tubuh manusia kepada sih penderita.

  • Reframing

Reframing adalah salah satu cara untuk mengobati trypophobia. Dengan melakukan mengobati perasaan takut pada lubang-lubang yang selalu membayangi mereka di masa lalu dan menceritakannya kepada psikiater mulai dari awal sih penderita mengalaminya.

  • Flooting

Melakukan pengobatan dengan menggunakan cara flooting memang cukup keras bagi sih penderita. Tetapi perlu di ketahui, dengan melakukan flooting pasien akan di tempatkan pada sebuah tempat yang berisi banyak gambar lubang-lubang yang berbagai macam. Cara ini di lakukan sampai mereka kuat untuk menahan rasa sakit dan sampai mereka tidak merasakan rasa takut lagi. Tetapi cara ini tergolong sangat memaksa dan sangat keras, sehingga pada saat pertama kali melakukan pengobatan ini bisa saja si penderita mengalami pingsan sesaat atau mengalami pusing dan muntah-muntah secara tiba-tiba.

  • Abreaksi

Cara mengatasi trypophobia dengan cara abreaksi ini di lakukan dengan melakukan pendekatan kepada sih penderita. Pendekatan ini di lakukan untuk memperlihatkan sebuah gambar atau foto yang memiliki lubang yang terdapat pada tubuh seorang manusia. Jika penderita sudah terbiasa dan tidak merasa takut lagi, maka gambar atau foto tersebut akan semakin di dekatkan kepada sih penderita, sehingga penderita mulai terbiasa akan lubang-lubang.

  • Konsumsi Obat-obatan

Cara mengatasi penyakit trypophobia yang terakhir adalah dengan cara pemberian jenis obat-obatan tertentu. Ini adalah pilihan terakhir untuk menyembuhkan, tetapi pemberian obat ini tidak baik untuk di berikan dalam jangka panjang karena dapat menyebabkan timbulnya efek samping lainnya. Tetapi jika memang kondisinya terpaksa, maka sih penderitaakna di berikan obat antidepresan, obat beta-blocker dan juga obat-obatan lain sejenisnya.

  • Mencari Bantuan Psikolog

Jika penyakit trypophibia sampai mengganggu kemampuan Anda untuk melakukan kegiatan normal dan menikmati hidup, maka tidak perlu menunggu lagi, segeralah mencari bantuan dari seorang terapis kesehatan mental berlisensi. Berapa metode terapi mungkin diterapkan untuk Anda seperti:

  1. Cognitive Behavioral Therapy, Memahami bahwa rasa takut itu tidaklah perlu, kemudian bisa di lakukan upaya untuk menghadapinya.
  2. Exposure Therapy, Terapi pemaparan akan memaksa Anda untuk menghadapi hal-hal yang Anda takuti tadi. Dengan menyesuaikan dosis paparan secara bertahap terapi ini akan berhasil.

Itulah beberapa penjelasan mengenai trypophobia. Semoga dengan membaca artikel ini dapat menambah pengetahuan kalian dan juga dapat mengurai fobia anda yang berlebihan terhadap sesuatu yang berlubang.