Sering Ngevape? Yuk, Ketahui Lebih Dalam Mengenai Rokok Elektrik

Pernah kamu merokok? Sebagian dari kita apalagi laki-laki rata-rata perokok. Namun, tahukah kamu rokok elektrik? Yang tidak memerlukan korek untuk menghidupnya. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai apa itu rokok elektrik, jenis, manfaat dan bahayanya. Langsung saja liat dibawah ini.

Apa Itu Rokok Elektrik?

Rokok Elektronik (Elecronic Nicotine Delivery Systems atau e-Cigarette) adalah sebuah inovasi dari bentuk rokok konvensional menjadi rokok modern. Rokok elektronik pertama kali dikembangkan pada tahun 2003 oleh SBT Co Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis Beijing, RRC, yang sekarang dikuasai oleh Golden Dragon Group Ltd Pada tahun 2004, Ruyan mengambil alih proyek untuk mengembangkan teknologi yang muncul. Diserap secara resmi Ruyan SBT Co Ltd dan nama mereka diubah menjadi SBT RUYAN Technology & Development Co, Ltd.

1

Rokok elektronik diklaim sebagai rokok yang lebih sehat dan ramah lingkungan daripada rokok biasa dan tidak menimbulkan bau dan asap. Selain itu, rokok elektronik lebih hemat daripada rokok biasa karena bisa di isi ulang. Bentuknya ENDS seperti batang rokok biasa.

Namun tidak membakar tembakau, seperti produk rokok konvensional. Rokok ini membakar cairan menggunakan baterai dan uapnya masuk ke paru-paru pemakai. Produk itu dipasarkan dengan banyak nama, di antaranya rokok elektronik, ecigarro, electro-smoke, green-cig, dan smartsmoker.

Rokok elektronik dianggap sebagai alat penolong bagi mereka yang kecanduan rokok supaya berhenti merokok. Alat ini dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman dari produk tembakau biasa. Label “HEALTH” pun terpasang jelas pada kemasannya. Namun hingga kini keberadaannya masih menuai kontroversi dan di sebagian besar negara dianggap sebagai produk yang ilegal dan terlarang.

Vape atau rokok elektrik adalah salah satu jenis dari penghantar nikotin elektronik. Rokok elektrik dirancang untuk membantu pecandu rokok tembakau mulai berhenti merokok. Dengan beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik, secara perlahan mereka belajar untuk berhenti merokok.

Rokok elektrik terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran, tetapi terdapat tiga komponen utama dalam rokok elektrik, yaitu baterai, elemen pemanas, dan tabung yang berisi cairan (cartridge).

Cairan dalam tabung ini mengandung nikotin, propilen glikol atau gliserin, serta penambah rasa, seperti rasa buah-buahan dan cokelat. Beberapa rokok elektrik memiliki baterai dan cartridge yang dapat diisi ulang. Rokok elektrik bekerja dengan cara memanaskan cairan yang ada dalam tabung dan kemudian menghasilkan uap seperti asap yang umumnya mengandung berbagai zat kimia. Pengguna menghisap zat kimia ini langsung dari corongnya.

Apa Yang Terkandung Dalam Rokok Elektrik?

Rokok elektrik atau biasa juga disebut dengan sistem pengiriman nikotin elektronik (ENDS) adalah alat penguap bertenaga baterai yang dapat menimbulkan sensasi menyerupai merokok tembakau. Sebagian alat rokok elektrik pun berpenampilan selayaknya rokok konvensional.

2

Di dalam rokok elektrik terdapat tabung tertutup atau wadah terbuka berisikan cairan yang bisa diisi ulang. Cairan ini, umumnya dinamakan liquid, mengandung propilen glikol, gliserin, sejumlah bahan kimia, dan perisa tertentu. Sebagian dari produk-produk liquid rokok elektrik dapat ditambahkan zat nikotin dengan kadar yang bervariasi. Pada prosesnya, liquid yang ditampung di dalam rokok elektrik akan dipanaskan sehingga memunculkan uap. Uap inilah yang dihirup oleh pengguna.

Nikotin

Nikotin sebagai salah satu zat kimia yang terkandung di dalam liquid merupakan zat candu yang dapat ditemukan pula pada rokok tembakau. Efek candu dari nikotin berisiko memicu depresi atau uring-uringan ketika berhenti mengonsumsinya.

Selain itu, nikotin juga bisa membuat kepala menjadi pusing, tubuh gemetar, napas terengah-engah, kerusakan paru-paru permanen, dan berisiko lebih tinggi terjangkit kanker paru-paru.

Propilen glikol

Propilen glikol merupakan cairan buatan laboratorium yang pada dasarnya aman dikonsumsi. Namun, zat ini tetap berisiko mengiritasi paru-paru dan mata, serta tidak disarankan dikonsumsi oleh penderita asma karena berisiko menjadikan asma lebih parah.

Gliserin

Gliserin adalah cairan yang tidak berbau dan tidak berwarna. Cairan yang memiliki cita rasa manis ini secara garis besar aman dikonsumsi sebagai makanan, meski efeknya belum bisa dipastikan jika dihirup secara berlebihan.

Bahan-bahan Kimia Berstatus Tidak Aman

Sejumlah bahan kimia berbahaya yang bersembunyi di dalam cairan rokok elektrik adalah formalin, asetaldehida, akrolein, timah, timbal, dan merkuri. Jika dipanaskan, bahan-bahan kimia tersebut bisa membentuk aerosol sebagai zat yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

Perisa

Liquid rokok elektrik diproduksi dengan ditambahkan berbagai cita rasa yang dapat dipilih sesuai selera, seperti rasa buah-buahan, kayu manis, cheesecake, hingga popcorn. Salah satu bahan kimia yang dipakai sebagai tambahan perisa adalah diasetil. Menghirup diasetil kerap dikaitkan dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Status Legal Menurut Negara

  • Di Australia, penjualan rokok elektronik yang berisi nikotin adalah ilegal.
  • Di Brasil, penjualan, impor atau iklan rokok elektronik dalam bentuk apapun dilarang. Anvisa, agen federal kesehatan dan sanitasi Brasil, menemukan penilaian kesehatan keselamatan saat ini tentang e-rokok untuk tidak belum memuaskan untuk membuat produk layak disetujui untuk komersialisasi.
  • Di Kanada, pada Maret 2009, impor, penjualan, dan iklan dilarang. Pada bulan Maret 2009, Health Canada juga menyarankan untuk tidak membeli atau menggunakan produk rokok elektronik. Health Kanada mengutip Undang-Undang Makanan dan Obat-obatan, yang menyatakan bahwa produk elektronik yang berisi nikotin merokok memerlukan otorisasi pasar sebelum mereka dapat diimpor, dipasarkan, atau dijual. Tidak ada otorisasi pasar telah diberikan untuk setiap produk elektronik merokok.
  • Di Denmark, Denmark Medicines Agency mengklasifikasikan rokok elektronik yang berisi nikotin sebagai produk obat-obatan. Dengan demikian, diperlukan otorisasi dari pengecer sebelum produk dapat dipasarkan dan dijual. Badan ini telah diklarifikasi, bagaimanapun, bahwa rokok elektronik tidak mengelola atau mengontrol jumlah nikotin untuk penggunanya, dan tidak dinyatakan digunakan untuk pencegahan atau pengobatan penyakit, tidak dianggap sebagai perangkat obat. Penggunaan rokok elektronik belum dilarang. di Bandar Udara Kopenhagen, tapi setidaknya satu maskapai penerbangan (Scandinavian Airlines) telah memutuskan untuk melarang penggunaan saat penerbangan.
  • Di Finlandia, pada Juli 2008, penjualan rokok elektronik adalah dilarang dan dianggap sebagai suatu produk terapi nikotin, bukan sebagai perangkat medis. Namun, mendapatkan produk dalam jangkauan Kawasan Ekonomi Eropa diperbolehkan.
  • Di Belanda, penggunaan dan penjualan rokok elektronik diperbolehkan, namun iklan adalah dilarang dalam undang-undang Uni Eropa yang menunggu keputusan.
  • Di Selandia Baru, Departemen Kesehatan telah memutuskan bahwa e-cigarette Ruyan jatuh di bawah persyaratan Undang-Undang Obat dan tidak bisa dijual kecuali sebagai obat terdaftar.
  • Di Panama, impor, distribusi dan penjualan yang dilarang sejak bulan Juni 2009. Departemen Kesehatan mengutip temuan FDA sebagai alasan mereka untuk larangan itu.
  • Di Singapura, penjualan dan impor rokok elektronik, bahkan untuk konsumsi pribadi, adalah ilegal.
  • Di Britania Raya, penggunaan dan penjualan rokok elektronik saat ini tidak dibatasi, meskipun MHRA telah mengusulkan membawa semua produk kecuali nikotin tembakau dalam rezim perizinan obat-obatan.
  • Di Italia, penggunaan dan penjualan rokok elektronik diperbolehkan tetapi semua produk yang mengandung Nikotin harus diberi label dengan simbol berbahaya sebagai per Petunjuk 2001/95/CE dan 1999/45/CE.
  • Di Indonesia, badan Pengawasan Obat dan Makanan memperingatkan masyarakat bahwa rokok elektronik yang telah beredar di beberapa kota adalah produk ilegal dan tidak aman. Produk ini belum diuji klinis oleh karena itu berbahaya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan produk ini tidak aman dikonsumsi, merekomendasikan untuk melarang peredarannya.

Kepala Badan POM, Kustantinah, menjelaskan bahwa kandungan propilen glikol, dieter glikol dan gliserin sebagai pelarut nikotin ternyata dapat menyebabkan penyakit kanker.

Kustantinah menjelaskan dalam rokok elektronik terdapat nikotin cair dengan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol ataupun gliserin. Jika nikotin dan bahan pelarut ini dipanaskan maka akan menghasilkan nitrosamine. “Senyawa nitrosamine inilah yang menyebabkan penyakit kanker.”

Kustantinah menambahkan, semua rokok elektronik yang beredar di Indonesia adalah ilegal dan berbahaya bagi kesehatan. Di seluruh dunia, ia juga mengungkapkan, tidak ada negara satupun yang menyetujui rokok elektronik. Bahkan di beberapa negara seperti Australia, Brazil dan China rokok elektronik dilarang. Padahal negara China yang menemukan rokok elektronik pada 2003. Namun, pemerintah China sudah melarang peredarannya.

Lebih lanjut, Kustantinah menyatakan bahwa dalam rokok elektronik terkandung jenis nikotin yang bervariasi, yaitu nikotin pelarut, propilen glikol, dietilen glikol, dan gliseren yang apabila dipanaskan akan menghasilkan nitrosamine.

ENDS memang tidak membahayakan perokok pasif karena efek asap yang ditimbulkan hanya buatan dan merangsang sugesti perokok aktif. Namun, secara tidak sadar, ENDS sangat berisiko bagi perokok aktif bila dibandingkan dengan rokok tembakau.

Rokok tembakau bisa diketahui kandungan nikotin dan Tar-nya karena tercantum pada kemasan, sedangkan ENDS tidak ada keterangan apa pun tentang kandungan produk ini. Karena produknya yang refill atau isi ulang, perokok aktif tidak bisa mengetahui seberapa banyak nikotin yang masuk ke dalam paru-paru.

Jenis Vape (Rokok Elektrik)

Banyak jenis vaporizer yang diperjual-belikan untuk penikmat rokok elektrik, dengan berbagai bentuk dan ukuran. Tadinya, rokok elektrik bertujuan untuk membantu seseorang meninggalkan kebiasaan merokoknya. Namun, ternyata rokok elektrik juga dapat membahayakan kesehatan Anda.

Berikut ini merupakan jenis-jenis vaporizer.

Jenis Pen

3

Vaporizer jenis pen ini bentuknya seperti pulpen, sesuai dengan namanya. Vaporizer pen merupakan vaporizer dengan bentuk terkecil yang bisa dibawa ke mana-mana. Vaporizer pen dapat menghasilkan uap dengan cara memanaskan cairan vape. Terdapat dua jenis elemen pemanas yang bisa dipilih untuk memanaskan cairan vape, yaitu:

Atomizer adalah elemen pemanas untuk memanaskan cairan vape yang mengandung nikotin. Atomizer biasanya harus diganti jika panas yang dihasilkan sudah berkurang kualitasnya, membuat rasa vape menjadi tidak enak lagi.

Dekat dengan atomizer, terdapat tank sebagai tempat bahan yang akan dipanaskan. Cartomizer, adalah kombinasi dari cartridge dan atomizer. Pada pengaturan ini, komponen yang dipanaskan bersentuhan langsung dengan elemen pemanas.

Untuk memanaskan elemen pemanas tersebut, vaporizer pen membutuhkan baterai sebagai energi. Baterai ini bisa diisi ulang dan biasanya mempunyai tegangan sebesar 3,7 V, tapi ada juga baterai yang bisa diatur tegangannya. Baterai ini bisa mempunyai kekuatan sampai 1300 mAh. Hati-hati dengan baterai vape karena bisa meledak dan membahayakan Anda. Hindari alat ini dari jangkauan anak-anak.

Jenis Portable

4

Jenis vape portable atau juga dikenal dengan handheld vaporizer bentuknya lebih besar dibandingkan dengan vaporizer pen. Namun, vaporizer ini juga bisa dibawa ke manapun, sama seperti vaporizer pen. Walaupun lebih besar dari vaporizer pen, vaporizer portable masih bisa dimasukkan ke kantung Anda.

Tidak jauh berbeda dengan vaporizer pen, vaporizer portable juga mempunyai komponen elemen pemanas dan baterai. Namun pada vaporizer portable, cairan vape tidak kontak langsung dengan elemen pemanas, sehingga menghasilkan rasa yang lebih baik dan asap yang lebih sedikit. Baterai pada vaporizer portable biasanya dapat bertahan 2-3 jam atau bahkan lebih.

Seberapa banyak uap yang bisa dihasilkan dari alat vape tergantung dari daya baterai, seberapa banyak elemen pemanas atau kawat yang ada di atomizer (biasanya 0,5 Ohm sudah cukup optimal untuk menghasilkan panas) dan komposisi dalam cairan vape (semakin tinggi kadar vegetable glycerin, semakin banyak uap yang bisa dihasilkan). Namun, panas tinggi yang bisa dihasilkan dari alat vape bisa meningkatkan risiko vape untuk meledak.

Ingat, cairan vape pastinya mengandung nikotin. Selain itu, juga mengandung bahan dasar dan perasa. Bahan dasar ini terdiri dari propylene glycol dan vegetable glycerin yang kadarnya bervariasi. Propylene glycol lebih cair dan berair, sedangkan vegetable glycerin lebih kental dan mempunyai rasa lebih manis. Namun, kedua bahan dasar tersebut dapat menyebabkan Anda mengalami reaksi alergi.

Jenis Desktop

5

Berbeda dengan vaporizer pen dan portable, vaporizer jenis desktop ini bentuknya lebih besar dan tidak dapat dibawa ke mana-mana. Vaporizer desktop ini hanya bisa digunakan di rumah atau di satu tempat. Vaporizer desktop juga membutuhkan permukaan yang datar untuk menempatkannya, serta memerlukan pasokan energi yang konstan agar dapat berfungsi dengan baik.

Karena pasokan energi yang stabil dibutuhkan untuk fungsi vaporizer ini, tentunya vaporizer desktop bisa menghasilkan panas yang lebih maksimal, rasa yang lebih tajam, dan uap yang lebih banyak daripada vaporizer lainnya.

Semakin tajam rasa vape dan semakin banyak uap yang dihasilkan mungkin membuat pengguna vape merasa puas. Namun, hati-hati semakin banyak uap yang dihasilkan, semakin tinggi juga risiko kesehatan yang bisa dialami.

Manfaat Rokok Elektrik

6

Dibalik pemberitaan media massa tentang efek negatif vapor atau rokok elektrik, banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa vapor/ rokok elektrik ini juga memberikan manfaat ketika seseorang beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik. Penggunaan rokok ini dapat membantu mengatasi para perokok konvensional (tembakau) dari kecanduan rokok.

Berikut ini adalah 10 Manfaat dari rokok elektrik vapor:

  • Dari beberapa perokok yang berusaha untuk berhenti, mereka yang menggunakan rokok elektrik merasa lebih dapat menahan keinginan mereka daripada yang tidak menggunakan vapor.
  • Dapat menahan rasa ingin merokok bagi mantan perokok dan mengurangi efek kecanduan pada perokok.
  • Survey dengan menggunakan lebih dari 19.000 vaper ini menemukan bahwa hampir dari 75% responden melaporkan bahwa mereka merasa lebih sehat setelah beralih ke rokok elektrik dari rokok tembakau. Contohnya peningkatan pada stamina, pernapasan, indra perasa, indra pencium dan lain lain.
  • Bahwa level karsinogen yang ditemukan di vapor lebih sedikit dari rokok tembakau.
  • Nafas lebih lega (Hal ini kemungkinan diakibatkan karena level karsinogen lebih rendah)
  • Tidur lebih nyenyak, karena aliran darah dapat menjadi lancar dari pada saat menggunakan roko tembakau.
  • Ketika anda mencoba kembali rokok tembakau, rasanya pahit, gak enak. Seperti rokok murahan (Padahal rokok berkelas). Ini pengalaman saya sendiri.
  • Vapor mengeluarkan uap bukan asap. Uap ini berwarna putih bersih dan segera hilang ketika keluar dari mulut. Hal ini berbeda dengan asap dari rokok tembakau yang berwarna putih kecoklatan dan bikin sesak nafas orang disekitarnya.
  • Penggunaan Vapor atau rokok elektrik lebih hemat dibandingkan rokok tembakau. Apabila anda dalam sehari menghabiskan 1 bungkus rokok tembakau dan harga perbungkus 15.000 dalam sebulan anda menghabiskan 450.000 ribu. Sedangkan untuk penggunaan Vapor Paling mahal saat diawal yaitu untuk membeli RDA/RTA, MOD, Baterai, kapas dan coil (Anggap aja investasi diawal). Setelah itu anda cukup membeli Liquid/ E-juice saja. Dalam sebulan Cuma menghabiskan 1 botol Liquid dengan harga 100rb, Paling banter 2 Botol.
  • Tidak berbau seperti rokok tembakau karena Liquid/ E-juice pada vapor memiliki Flavor atau rasa yang enak kaya Mangga, Apel, Cokelat, Lemon, Susu maupun yang lainnya.

Manfaat ini merupakan perbandingan antara penggunaan rokok tembakau dengan rokok elektrik (vapor). Untuk anda yang bukan perokok tembakau/ elektrik, jangan sekali-kali anda mencoba rokok ini. Bersyukurlah anda apabila bukan pecandu. Kalau mau sehat ya jangan merokok maupun menggunakan vapor.

Bahaya Rokok Elektrik

7

Bahaya terbesar dari rokok tembakau adalah asap dan rokok elektrik tidak membakar tembakau sehingga tidak menghasilkan asap melainkan uap air. Penelitian menunjukkan bahwa kadar bahan kimia berbahaya yang ada dalam rokok elektrik adalah sebagian kecil dari kandungan yang ada dalam rokok tembakau. Berikut beberapa bahaya dari rokok elektrik atau vape.

1. Rokok Elektrik Meledak

Diketahui beberapa waktu lalu ada pria yang dilarikan ke rumah sakit karena mulutnya terbakar, ternyata mulut pria tersebut terbakar karena rokok elektrik yang ia hisap tiba-tiba meledak.

Tentu hal ini menjadi salah satu bahaya yang luar biasa dari rokok elektrik bahkan lebih berbahaya dari rokok tembakau. Ya walaupun sekecil apapun kapasitas baterai dan arus listrik yang dihasilkan, efek ledakan itu akan sangat mungkin terjadi.

2. Menghambat Gerak Oksigen Tubuh

Ternyata, di dalam rokok elektrik ini memiliki kandungan karbon monoksida yang berbahaya bagi tubuh. Karbon monoksida ini akan menghambat jalannya oksigen yang harusnya diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Tentu banyak sekali efek negatif berbahya yang ditimbulkan karena terbatasnya peredaranoksigen ke seluruh tubuh.

3. Kadar Nikotin Yang Tidak Jelas

Bagaimana bila kadar nikotin yang terkandung di dalam rokok elektrik tidak tercantum standar seberapa besar kecilnya. Tentu ini akan menjadi lebih berbahaya, karena kita tidak tau nantinya, akan ada berapa banyak kadar nikotin yang anda hisap dan masuk ke dalam tubuh.

4. Dapat Merusak Otak

Ini merupakan salah satu efek terburuk yang ditimbulkan oleh rokok elektrik yang digunakan secara terus menerus adalah memicu terjadinya kerusakan otak. Karena ternyata di dalam rokok elektrik ini terdapat kandungan senyawa tetramethylpyrazine. Senyawa tetramethylpyrazine inilah, yang menjadi biang akibat dari kerusakan otak.

5. Gangguan Pernapasan

Di dalam rokok elektrik terdapat kandungan zat dietilen glikol yang terkandung di dalam rokok elektrik. Senyawa ini merupakan suatu zat anti beku, yang membuat nikotin di dalam rokok elektrik tetap cair dan tidak bisa beku.

Bahayanya zat ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan pernapasan akut pada penggunanya. Dan faktanya zat ini sudah ditetapkan sebagai salah satu racun yang sangat berbahaya bagi tubuh, jadi pikir-pikir lagi deh untuk menggunkan rokok elektrik.

6. Proses Refill/Isi Ulang

Selain nikotin cair rokok elektrik yang memiliki potensi menjadi penyebab kanker. Rokok elektrik yang dapat di isi ulang atau proses refill ini memiliki banyak kandungan senyawa berbahaya lainnya.

Ternyata pada proses refill dapat menambahkan lagi bahan/cairan lain yang membuat banyak zat menumpuk menjadi satu dalam sebuah rokok elektrik, nah tentu itu akan lebih berbahaya bukan?

7. Nikotin

Rokok elektrik biasanya sering disarankan kepada kalian sedang melakukan usaha pemberhentian merokok. Hal ini biasanya didasari oleh kandungan nikotin pada rokok elektrik katanya lebih rendah dari rokok tembakau.

Namun nyatanya, kita tidak tahu pasti berapa kadar nikotin yang terkandung dalam rokok elektrik yang digunakan. Ya tentunya sama saja dan itu merupakan hal yang percuma di lakukan untuk kalian yang ingin berhenti merokok.

Bahaya Rokok Elektrik Pada Paru-Paru

Asap tembakau dari rokok biasa diduga dapat menyebabkan kanker paru. Komponen asap tersebut merupakan karsinogen (dapat menyebabkan kanker) yang dapat menyebabkan kanker paru, sedangkan nikotin sendiri bukan klasifikasi sebagai karsinogen. Namun, nikotin merupakan zat adiktif yang membuat seseorang menginginkan rokok lagi dan lagi. Akhirnya efek asap tembakau itu menumpuk dan dapat merusak paru-paru.

Bagaimana dengan vape yang tidak terbuat dari tembakau? Apakah nikotin benar aman untuk paru-paru?

Para peneliti mencoba melakukan tes efek nikotin terhadap jaringan paru-paru, baik yang dari rokok maupun dari rokok elektrik. Hasilnya nikotin tersebut dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru, pun mengurangi kemampuan jaringan untuk melindungi dari zat asing.

Menurut Irina Petrache, dokter dan spesialis paru-paru di Indiana University, Indianapolis, tim risetnya menemukan bahwa nikotin dari mana pun asalnya berbahaya untuk jaringan paru-paru. Petrache dan timnya menyimpulkan bahwa vaping tidak lebih dari merokok, jika menyangkut kesehatan paru-paru.

8

Bahkan para pengguna vape lebih berisiko terekspos nikotin. Mengapa? Perangkat rokok elektrik, terutama tabungnya dengan tegangan yang lebih tinggi dapat mengalirkan nikotin dalam jumlah besar ke dalam tubuh. Oleh karena itu pengguna rokok elektrik tetap berpotensi terhadap kecanduan.

Seperti yang kita tahu bahwa kecanduan nikotin dapat membuat Anda kesulitan untuk melepaskannya, tubuh akan menunjukkan gejala fisik tertentu saat Anda mencoba lepas, misalnya pusing dan mual.

Peneliti yang melaporkan penemuan pada Toxicology and Applied Pharmalogy, mencoba mengumpulkan bukti dampak dari rokok elektrik terhadap paru-paru. Penelitian yang terdiri dari 25 orang ditemukan memiliki dampak yang sama pada efek jangka pendek dari merokok tembakau maupun vaping. Hasilnya pun menunjukkan gejala yang sama dari peradangan dan kerusakan paru-paru.

Kandungan berbahaya di dalam cairan vape?

9

Baru-baru ini, peneliti dari University of North Carolina, Chapel Hill, menemukan adanya pengaruh 13 perasa vape terhadap perkembangan sel paru-paru. Pengaruh tersebut berlangsung selama 30 menit hingga seharian penuh. Setidaknya ada 5 rasa, seperti kayu manis, pisang pudding, kola, vanilla, dan mentol, memiliki dampak pada sel paru-paru.

Ketika Anda mengonsumsinya dengan dosis tinggi, perasa ini dapat membunuh sel-sel normal tersebut. Beberapa sel yang telah terkena efek perasa ini tidak dapat diproduksi ulang oleh tubuh dalam tingkat yang normal.

Di Amerika Serikat, bahan dari perasa tersebut mendapat status FEMA GRATSM – artinya bahan-bahan tersebut aman digunakan pada makanan. Tapi ternyata status tersebut menimbulkan kekeliruan, faktanya memang aman untuk dimakan. Namun, saat Anda vaping, Anda tidak memakannya bukan, melainkan menghirupnya?

10

Contohnya, diacetyl merupakan bahan perasa kimia yang digunakan untuk produksi makanan seperti popcorn, karamel, dan berbagai produk susu. Diacetyl juga ditemukan di perasa rokok elektrik. Tahukah Anda bahwa bahan tersebut dapat menyebabkan penyakit paru-paru yang serius?

Ya, ternyata Anda mesti berhati-hati dengan jenis perasa rokok elektrik tersebut. Tidak hanya berdampak pada paru-paru, pemakaian nikotin dalam jumlah besar dapat menyebabkan potensi keracunan. Gejalanya dari keracunan nikotin dapat berupa mual dan muntah. Dalam kasus yang parah, pengguna akan mengalami kejang dan depresi pernapasan. Tentu saja keracunan yang akut juga dapat menyebabkan kematian.

Sekitar 30 hingga 60 mg nikotin dapat membunuh orang dewasa. Sedangkan biasanya satu botol kecil cairan vape mengandung 100 mg nikotin. Memang label informasi tersebut tidak selalu akurat. Risiko kematian tetap ada, jika anak-anak atau orang dewasa ‘mengonsumsi’ banyak cairan tersebut. Jadi, Anda mesti berhati-hati pada kadar nikotin yang masuk ke dalam tubuh Anda.

Mana yang lebih aman Rokok elektik atau rokok tembakau?

Menurut dr. Nauki Kunugita, seorang peneliti dari National Institute of Public Health di Jepang, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen (kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa.

Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan menjelaskan dalam siaran persnya bahwa larutan nikotin yang terdapat pada rokok elektrik memiliki komposisi yang berbeda-beda dan secara umum ada 4 jenis campuran. Namun semua jenis campuran mengandung nikotin, propilen glikol.

11

CNN Indonesia juga mengatakan bahwa bahaya vape termasuk menyebabkan terjadinya keracunan akut nikotin dan adanya kasus kematian anak. Tak hanya rokoknya yang berbahaya, uap yang terhirup dapat menimbulkan serangan asma, sesak napas, dan batuk. Rokok ini juga berbahaya untuk penderita pneumonia, gagal jantung, disorientasi, kejang, hipotensi, sampai luka bakar akibat meledaknya rokok elektrik dalam mulut.

Jadi, hingga saat ini tidak ada fakta yang membuktikan bahwa rokok elektrik lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau. Seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com, berbagai studi telah melakukan penelitian terhadap rokok elektrik dan hasil dari penelitian tersebut adalah:

  1. Rokok elektrik ini diklaim mengandung zat berbahaya seperti Tobacco Specific Nitrosamines (TSNA), Diethylene Glycol (DEG) dan karbon monoksida.
  2. Penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang bisa meningkatkan kadar plasma nikotin secara signifikan setelah lima menit penggunaannya.
  3. Tak hanya itu, rokok ini juga meningkatkan kadar plasma karbon monoksida dan frekuensi nadi secara signifikan yang dapat mengganggu kesehatan.
  4. Memiliki efek akut pada paru seperti pada rokok tembakau, yaitu kadar nitrit oksida udara ekshalasi menurun secara signifikan dan tahanan jalan napas meningkat signifikan.

Bahkan, bahaya vape juga termasuk dapat mendorong budaya merokok pada anak-anak, seperti yang diterangkan oleh Jessica, pemimpin studi dari University of Southern California, Amerika Serikat. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi peringatan kepada seluruh negara di dunia untuk melarang anak-anak, ibu hamil, dan wanita usia produktif untuk mengisap rokok elektrik.

Nah, Itulah penjelasan mengenai rokok elektrik atau vape. Semoga artikel diatas bisa membuat anda lebih bijak dalam hal merokok. Selamat membaca dan semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan ya.