Budaya Dan Seni Pertunjukan Jepang

Di masing-masing Negara memiliki Budaya dan Seni Pertunjungan Khas yang menjadi ciri khas Negara itu sendiri, Nahh bagi Anda yang sangat menyukai negara Jepang dan mengagumi keindahan yang dimiliki oleh neraga ini, pasti ingin tahukan? apa-apa saja Budaya yang dimiliki oleh Negeri yang dijuluki dengan keindahan bunga Sakuranya dan apa-apa sajasih Pertunjukan yang ada di Negara Jepang ini?? baik mari kita lihat apa-apa saja Budaya dan Seni Pertunjukan di Jepang.

1. Kabuki

v1

Kabuki merupakan drama klasik yang berkembang diawal abad ke-7 pada zaman Edo dan dinobatkan menjadi UNESCO yaitu Warisan Budaya Takbenda. Pada awalnya, lagu dan tarian dibawakan secara bersamaan serta memunculkan pemeran wanita dan kelama-lamaan drama ini berubah menjadi drama yang hanya dibawakan oleh laki-laki saja. Tetapi, yang paling penting yaitu gerakan yang dibawakan oleh pertunjukan itu, karena berfungsi untuk menyampaikan makna kepada penonton.

Berbeda dengan pertunjukan noh atau kyogen yang disenangi oleh kalangan bangsawan atau kelas prajurit. Kabuki merupakan drama umum yang disenangi masyarakat. Pemeran kabuki merupakan pekerjaan yang paling diminati dan memiliki hak istimewa yang di wariskan secara turun temurun. Hal ini dianggap sebagai suatu hal yang sangat membanggakan.

2. Noh

v2

Pertunjukan topeng Noh merupakan pertunjukan tertua di Jepang. Topeng noh sendiri juga menyimpan sejarah lebih dari 700 tahun. Pada Zaman edo, noh memperoleh dukungan dari pihak pemerintah dan juga memiliki unsur ritual, sedangkan setelah Zaman Meiji noh dianggap sebagai budaya kelas tinggi yang hanya dinikmati oleh kalangan bangsawan atau zaibatsu. Noh merupakan drama yang mengundang unsur seni peran, lagu, musik, tari dan diadakan di atas panggung beratap dengan menggunakan topeng yang disebut dengan nama “nomen”.

Pemeran noh mengenakan pakaian tradisional Jepang yang memiliki krakteristik dengan menyembunyikan raut wajahnya. Mereka menggunakan topeng yang di cat atau bermain peran dengan raut wajah datar. Namun, jika topeng dan raut wajah datar tersebut dimainkan dengan sangat tepat, akan muncul permainan mimik yang beragam.

3. Bunraku

 

v4

Bunraku merupakan drama boneka yang ditunjukan bagi orang awam dan berusia dewasa. Sekain cerita, didalam bunkaru juga terdapat lagu lembut yang ditampilkan bersamaan dengan iringan alat musik shamisen. Boneka pemeran utama merupakan boneka yang bejumlah tiga orang yang dimainkan oleh dalang sehingga boneka tersebut terlihat bergerak dan hidup. Bunraku diperkenalkan untuk pertama kali pada zaman Edo. Pada abad ke-19, seniman bernama “Uemura Bunrakuken” memperoleh antusias banyak orang, namun bunkaru diambil dari nama orang tersebut. Pertunjukan Bunkaru merupakan pertunjukan yang di anggap penting di Jepang.

4. Chado

v5

Sebagai Wujud kebudayaan yang disebarkan oleh dinasti Tang ke Jepang, Chado merupakan upacara yang disenangi oleh masyarakat kelas atas. Chado Jepang dikembangkan oleh biksu dan prajurit, bukanlah sekedar upacara minum teh biasa, melainkan upacara minum teh dengan tata cara khusus, dimulai dari menyiapkan teh, proses minum dan lain sebagainya. Karena chado mengandung makna yang penting dibalik cara merebus teh dan menyajikannya. Upacara ini didasari sebagai bentuk seni akulturasi yang memerlukan wawasan luas, kepekaan dan keseriusan dalam melakukan upacara ini.

Dan upacara minum teh merupakan kepribadian yang mencerminkan pengetahuan yang mencakup tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh ini.

5. Ikebana

v6

Ikebana merupakan kesenian merangkai bunga yang berasal dari Jepang. Bunga melambangkan kehormatan dalam budaya Jepang. Karena bunga dianggap sebagai tempat bersemayamnya Tuhan, Sang Pencipta. Dengan merangkai Bunga dalam bentuk tertentu dan diletakkan di altar utama. Awalnya dalam merangkai bunga sangatlah sederhana, namun saat ini pembuatan merangkai bunga semakin sulit dan kompleks serta dibutuhkan pembelajaran keahlian dalam pembuatannya.

6. Shogi

v7

Shogi atau catur Jepang merupakan permainan papan dari Jepang yang dimainkan oleh dua orang di atas papan 9 lajur dan 9 baris yang berwarna sama. Ciri khas shogi yang sangat membedakannya dari catur adalah sistem memainkan kembali buah lawan yang sudah ditangkap. Walaupun sudah naik pangkat, buah yang tertangkap akan kembali ke pangkat semula. Kedua belah sisi yang bermain dibedakan menjadi sente dan gote. Pemain sente memainkan langkah pertama, diikuti pemain gote, begitu seterusnya secara bergantian hingga selesai. Satu set buah shogi yang berjumlah 20 buah.

Inilah beberapa pertunjukan dan kebudayaan yang ada pada Negara Jepang.