Penjelasan Mengenai Bom, Bahan Peledak Yang Mematikan

Belakangan ini, sering terjadinya ledakan yang terjadi Ghouta Timur atau daerah yang berada dibawah blokade rezim Bashar al-Assad di Suriah tengah. Ledakan tersebut menggunakan beberapa jenis bom yang bisa membuat kota tersebut hancur berkeping-keping.

Ghouta yang saat ini sedang tekena musibah yang luar biasa, dimana kota ini di bom bardir setiap jamnya. Dan tau kah anda jika ledakan yang menyerang Ghouta berasal dari bom dengan jenis yang berbeda-beda.

Bom adalah seperangkat alat yang berisi bahan peledak yang dikemas dalam wadah tertentu dan dilengkapi dengan system penyalaan. Secara umum bom memiliki 4 komponen utama yaitu: bahan peledak (explosive), pencetus (inisiator), sumber daya, dan yang terakhir saklar (switch). Lalu apa saja jenis bom? Dan apakah bom memiliki sifat untuk membantunya? Semakin banyak pertanyaan itu semakin pula kamu ingin mencari tau jawabannya. Yuk, mari simak artikel dibawah ini mengenai bom.

Pengertian Bom

Bom-620x330

Bom merupakan sebuah senjata peledak yang menghasilkan ledakan yang besar dan mempunyai energi yang sangat besar. Bom juga dapat menyebabkan kehancuran dan kerusakan terhadap beberapa benda hidup atau benda mati yang ada disikitar yang diakibatkan oleh pergeralan tekanan udara dan fragmen-fragmen yang terdapat pada bom. Selain bom dapat menghancurkan semuanya, bom juga dapat membunuh manusia dengan ledakan yang dimiliki apabila salah sasaran.

Bom berasal dari bahasa Yunani “βόμβος (Bombos)” yang biasanya tidak diterapkan pada alat peledak yang digunakan untuk tujuan sipil seperti konstruksi atau penambangan, meskipun orang yang menggunakan perangkat kadang-kadang menyebut mereka sebagai “bom”.

Bom pertama kali digunakan dinegara China pada tahun 1221, oleh tentara Dinasti Jin melawan Dinasti Song. Pada abad ke 11 bom dibuat menggunakan tabung bambu yg berisi bahan peledak, pada abad ke 13 bom dibuat menggunakan bahan peledak yg diletakkan dalam tabung yang bercangkang besi. Seiring berkembangnya waktu bom akhirnya dibuat menggunakan berbagai bentuk dan komposisi sesuai dengan kebutuhan.

Istilah “bom” jarang digunakan untuk menyebut bahan peledak yang dipergunakan untuk keperluan sipil, misalnya dalam pembangunan dan penambangan. Alat peledak dalam militer juga banyak yang tidak disebut dengan sebutan “bom”. Pemakaian kata “bom” dalam bidang militer biasanya digunakan untuk menyebut senjata peledak yang dijatuhkan tanpa adanya panduan dari pesawat udara. Sementara jenis senjata peledak militer lainnya misalnya granat, ranjau, peluru kendali, peluru, dan peledak kedalaman yang tidak disebut “bom”.

Senjata peledak militer lainnya yang tidak diklasifikasikan sebagai “bom” termasuk granat, cangkang, muatan kedalaman (digunakan dalam air), hulu ledak ketika berada di rudal, atau ranjau darat. Dalam peperangan tidak konvensional, nama-nama lain dapat merujuk pada berbagai senjata ofensif. Misalnya, dalam konflik Timur Tengah baru-baru ini, bom rakitan yang disebut “alat peledak rakitan” (IED) telah digunakan oleh pejuang pemberontak untuk efektivitas yang besar.

Jenis-Jenis Bom

bom

Selain penjelasan yang telah dibahas diatas, bom juga memiliki beberapa jenis yang bisa menyebabkan efek yang mematikan, antara lain sebagai berikut:

  • Nuklir RT-2 UTTKh “Topol-M” ICBM

Jenis bom ini adalah buatan dari negara Rusia. Kekuatan bom nuklir yang dimilik Rusia ini sangatlah dahsyat, kekuatannya mencapai 800 kiloton TNT. Bom nuklir ini juga memiliki keistimewaan yaitu membuat musuh gentar yang dengan kemampuanya dalam menampung 6 hulu ledak sekaligus. Jika bom ini sudah diluncurkan, maka bom ini akan sangat sulit untuk dihancurkan. Bom ini juga sanggup meluncur dengan kecepatan 7,3 kilometer per detik.

  • RSM-56 “Bulava” (SLBM)

Selain bom jenis RT-2 yang juga sama pembuatannya di negara Rusia, ternyata bom ini juga terbuat di negara yang sama. Bulava adalah jenis senjata nuklir SLBM (Submarine-launched Ballistic Misile). Bom nuklir ini dipersenjatai dengan 6 sampai 10 hulu ledak nuklir yang memiliki kekuatan 150 kiloton bom TNT per buahnya. Bom ini sudah resmi dipakai oleh Rusia sejak tahun 2013 yang lalu dan bisa mencapai target sejauh 8.000 km dan terbang sampai ketinggian 300 meter.

  • R-36M2 “Satan” (ICBM)

Bom paling mematikan selanjutnya lagi–lagi dari terletak dinegara Rusia. Bom Satan ini memiliki 10 hulu ledak nuklir dengan kekuatan 750 kiloton TNT per buahnya. Kecepatanya juga tidak main–main, karena sanggup meluncur hingga kecepatan 8 kilometer per detik dan sanggup mencapai jarak tempuh sejauh 11.000 kilometer.

  • R29RMU2 “Layner” (SLBM)

Bom milik Rusia ini masih tergolong baru dan baru beroperasi secara resmi pada tahun 2014 lalu. Layner juga sering disebut lebih canggih dari Bulavakarena Layner mampu membawa 12 hulu ledak nuklir sekaligus dengan kekuatan 100 kiloton per buahnya.

  • RDS-220 “Tsar Bomba”

Bom yang selanjutnya berasal dari negara Rusia ialah Tsar Bomba. Bom buatan Rusia ini dikenal sebagai bom termonuklir tiga tahap terkuat yang pernah ada di dunia. Sejarah mengatakan, jika bom ini sudah pernah diledakkan oleh Uni Soviet pada 30 Oktober 1961 di Kepulauan Novaya Zemlya di Laut Arktik, Rusia. Bom ini memiliki kekuatan sekitar 50 megaton TNT.

  • LGM-30G “Minuteman III” (ICBM)

LGM 30G dibuat dinegara yang selalu bersaing dalam teknologi senjata yaitu Amerika. Bom milik negara Amerika Serikat ini sudah tergolong tua, yang dibangun pada tahun 1970. Walaupun begitu, bom nuklir Minuteman III ini masih menjadi bom nuklir yang sangat menakutkan. Bom ini memiliki hulu ledak berkekuatan 475 kiloton TNT yang mampu meluncur dengan kecepatan 8 kilometer per detiknya.

  • UGM-133 ‘Trident II’ (SLBM)

Bom ini merupakan bom hasil kerjasama antara Amerika dan Inggris yang sudah dioperasikan semenjak tahun 1990, tetapi masih diupgrade sampai sekarang untuk memperbaiki dan membuat bom ini semakin sempurna. Bom ini memiliki sekitar 14 hulu ledak nuklir yang memiliki kekuatan 475 kiloton bom TNT per hulu ledaknya. Bom ini juga terbuat di Amerika Serikat dan di negara Ingris seperti yang sudah dijelaskan diatas.

  • B41/MK-41

buatan Amerika Serikat. B41 atau juga disebut MK-41 memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, yakni sekitar 25 megaton TNT. Kabarnya, bom ini sudah diproduksi oleh Amerika Serikat sejak tahun 1960 sampai 1962 dengan jumlah sekitar 500 buah bom.

  • MK-21 “Shrimp”

Bom mematikan yang satu ini sudah pernah di uji coba oleh Amerika Serikat, yakni pada 1 Maret 1954 di Castle Bravo, di Bikini Atoll, di Kepulauan Marshall. Bom ini berkekuatan 14,8 megaton TNT dan sebaran radioaktifnya mampu mencapai radius 11.000 km2.

  • MK-17/EC-17

MK-17 adalah bom termonuklir dengan bobot terberat yang pernah dibuat oleh Amerika Serikat. Diperkirakan bom MK-17 memiliki kekuatan 10 megaton hingga 15 megaton TNT. Pada rentang tahun 1954 – 1955, Amerika Serikat sudah memproduksi 200 buah MK-17.

  • MK-24/B-24

Selain yang sudah disebutkan tadi diatas, bom ini juga termasuk bom terbesar dan terkuat yang pernah dibuat dan diproduksi oleh Amerika Serikat. Bom yang satu ini memiliki daya ledak sekitar 10 hingga 15 megaton. Tetapi untuk versi prototype nya, bom ini memiliki daya ledak sekitar 13,5 megaton TNT, yang diuji coba pada 5 Mei 1954.

  • Ivy Mike

Ivy Mike memiliki daya ledak sekitar 10,4 megaton, atau sekitar 700 kali lebih dahsyat dari kekuatan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima. Bom hydrogen Ivy Mike ini pernah diledakkan oleh Amerika Serikat di Enewetak, sebuah Atoll di Samudera Pasifik, pada 1 November 1952.

  • Bom Dong-Feng-5 (ICBM)

Bom nuklir milik China ini memang kelihatan tua dan tidak menarik, tetapi jangan salah karena bom yang satu ini sanggup menghancurkan negara kecil hanya dalam sekejap saja. Dong-Feng5 ini memang hanya memiliki 1 buah hulu ledak saja, tetapi dengan ukuran raksasa yang sangat besar. Kekuatan bom ini mencapai 5 megaton TNT yang sanggup meluncur sampai 12.000 kilometer.

Selain jenis bom diatas, berikut juga ada beberapa jenis bom lainnya antara lain sebagai berikut:

  • Molotov

Molotov adalah sebuah bom bakar yang terbuat dari sebuah botol yang biasa diisi oleh bensin dan diberikan sumbu. Bom ini hanya memberikan efek terbakar karena sebelum dilemparkan bom sumbu dibakar terlebih dahulu.

Bom ini awalnya digunakan oleh para pejuang Finlandia dalam upayanya menahan invasi Uni Soviet dalam perang musim dingin 30 November 1939. Bom atau granat sederhana ini cukup ampuh terutama dalam menjebak dan merusak tank-tank Uni Soviet, yang memaksa awak tank lawan untuk keluar dari tank dan menghadapi dua ancaman sekaligus, serangan tembakan pasukan Finlandia dan musim dingin Finlandia yang ganas. Molotov juga memiliki efek, antara lain bisa menyebabkan area sekitar ledakan menjadi terbakar.

  • TNT (Trinitrotoluena)

TNT pertama kali diproduksi pertama kali pada tahun 1863 oleh kimiawan jerman bernama Joseph Wilbrand dan pada skala industri tahun 1891 juga oleh Jerman, dan pada tahun 1901 diadopsi untuk kekuatan militer. Selama Perang Dunia I produksi TNT terbatas karena jumlah toluena sebagai produk sampingan dari industri kokas yang terbatas. Setelah 1940, toluena tersedia lebih banyak sebagai hasil sampingan dari industri minyak bumi dan selama Perang Dunia II TNT diproduksi secara luas. TNT juga memiliki efek yaitu senyawa yang sangat beracun (quite oxic), dapat diserap melalui kulit, menyebabkan iritasi, dan sebagainya.annya.

  •  Semtex

Semtex merupakan bahan peledak plastik dari jenis high explosive yang diproduksi oleh Explosia di Republik Ceko. Semtex digunakan untuk peledakan komersiil, penghancuran gedung, dan oleh militer. Semtex merupakan peledak yang banyak diekspor. Vietnam Utara menerima 14 ton pada saat Perang Vietnam. Namun konsumen utama Semtex adalah Libya, yang membeli 700 ton antara tahun 1975 sampai 1981.

  • C4

Salah satu yang termasuk kategori high explosive adalah emulsi, yaitu campuran ammonium nitrat + almunium + sulfur. Amonium nitrat adalah bahan peledak komersial yang paling mungkin dan mudah diracik. Bahan lainnya adalah PETN, RDX, dan Semtex (yang merupakan campuran RDX dan PETN, berasal dari Ceko, Eropa Timur, dan biasanya digunakan oleh teroris).

Hasil racikan inilah yang kemudian diberi kode C (compond), mulai dari C1, C2, C3, dan C4. Semuanya menggunakan RDX. Bedanya adalah plastisizer, dan terkadang ditambah dengan TNT dan PETN. C4 memiliki RDX paling besar, sehingga memiliki daya rusak paling besar.

Baik TNT, RDX, PETN, dan C4 (yang merupakan kombinasi dari RDX + PTEN + TNT) tergolong military exsplosive. Bom C4 adalah bom plastik, berkekuatan dahsyat (high explosive), sangat sensitif, digunakan hanya untuk kepentingan militer (misalnya untuk kepentingan meledakkan jembatan). Bentuknya padat, bisa seperti tongkat kecil atau persegi dan bisa diledakkan dengan menggunakan timer, remote control, kontak kunci, dan sebagainya, diproduksi di Amerika dan Eropa.

  • Fosfor

White Phosporus atau Fosfor putih yang dapat menghasilkan kebakaran dan asap. Fosfor putih dibuat dari allotrope unsur kimia fosfor. Fungsi utama dari bom fosfor adalah untuk menghasilkan asap pelindung yang akan melindungi gerakan dari pandangan musuh, atau agar asal tembakan tidak terlihat oleh musuh. Fosfor putih atau White Phosporus (WP) dapat menghasilkan asap dengan cepat begitu meledak. Penggunaan WP ini dikenal umum dalam dunia militer, baik infantry, tank, artileri dan lainnya.

Namun demikian, Fosfor juga memiliki efek samping yaitu dapat membakar apapun dengan sangat cepat yang mengakibatkan luka dan kematian dengan beberapa cara yaitu dengan membakar beberapa jaringan otot dan apabila korban terhirup atau tertelan asapnya yang berakibat fatal untuk tubuh. Fosfor juga dapat digunakan pada senjata untuk membunuh tentara musuh, yang akan menyebabkan mereka yang terkena akan terbakar atau bahkan meninggal.

Penggunaan fosfor putih mengundang banyak kontroversi dunia karena dapat menyebabkan korban dari rakyat sipil. Perdebatan juga terjadi mengenai apakah bom fosfor putih ini termasuk senjata kimia yang dilarang atau tidak. Sekarang ini, AS, Israel dan Rusia menggunakan fosfor putih sebagai senjata dalam perang.

  • Napalm

Napalm adalah cairan yang mudah terbakar digunakan dalam peperangan. Ini adalah campuran dari gelling dan minyak bumi atau bahan bakar yang sama. Pada awalnya digunakan sebagai alat pembakar terhadap bangunan dan kemudian terutama sebagai senjata anti-personil , karena menempel pada kulit dan menyebabkan luka bakar parah saat terbakar. Napalm dikembangkan pada tahun 1942 di laboratorium rahasia di Harvard University oleh tim yang dipimpin oleh ahli kimia Louis Fieser .

  • Bom Tandan

Bom cluster atau bom tandan (bom curah) adalah bom yang memiliki mekanisme unik dimana setelah diluncurkan dari pesawat tempur atau bomber, bom akan pecah menjadi ratusan bom kecil berupa kaleng. Pada awalnya bom ini diciptakan untuk menghancurkan landasan pacu dipangkalan udara.

  • Nuklir

Senjata nuklir adalah senjata yang mendapat tenaga dari reaksi nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang dahsyat. Senjata nuklir telah digunakan hanya dua kali dalam pertempuran, semasa Perang Dunia II oleh Amerika Serikat terhadap kota-kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki. Pada masa itu daya ledak bom nuklir yg dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki sebesar 20 kilo(ribuan) ton TNT. Sedangkan bom nuklir sekarang ini berdaya ledak lebih dari 70 mega(jutaan) ton TNT.

Sifat Yang Dimiliki Dari Bom (Bahan Peledak)

Bila ingin menghasilkan ledakan yang dahsyat, pastinya setiap bom memiliki sifat yang sudah pasti membantunya seperti dibawah ini yang akan dijelaskan sifat-sifat yang dimiliki oleh Bom (Bahan Peledak), antara lain sebagai berikut:

  • Kekuatan (Strength)

Kekuatan yang dimiliki suatu bahan peledak akan berkaitan dengan kandungan energi yang dimiliki oleh bahan peledak tersebut dan merupakan ukuran kemampuan bahan peledak tersebut untuk melakukan kerja, biasanya dinyatakan dalam bentuk persenan.

  • Kecepatan Detonasi(velocity of detonation = VOD)

Kecepatan gelombang detonasi yang menerobos sepanjang kolom isian bahan peledak, dinyatakan dalam meter atau detik. Kecapatannya juga tergantung dari: jenis bahan peledak (ukuran butir, bobot isi), diameter dodol (diameter lubang ledak), derajat pengurungan (degree of confinement), penyalaan awal (initiating).

  • Kepekaan (Sensivity)

Kepekaan adalah ukuran besarnya impuls yang diperlukan oleh bahan peledak untuk mulai bereaksi dan menyebarkan reaksi peledakan keseluruh isian. Kepekaan ini tergantung pada: komposisi kimia, ukuran butir, bobot isi, pengaruh kandungan air, dan temperatur.

  • Bobot Isi Bahan Peledak (Density)

Density merupakan perbandingan antara berat dan volume bahan peledak, yang dinyatakan dalam bentuk gr atau cm3. Bobot isi ini biasanya dinyatakan dalam specific gravity (SG), stick count (SC) atau loading density (de).

  • Tekanan Detonasi (Detonation Pressure)

Tekanan Detonasi merupakan penyebaran tekanan gelombang dalam kolom isian yang mempunyai bahan peledak, dan bisa dinyatakan dalam kilobar (kb).

  • Ketahanan Terhadap Air (Water Resistance)

Water Resistance merupakan kemampuan bahan peledak dalam menahan air dalam waktu tertentu tanpa merusak, merubah atau mengurangi kepekaannya, dinyatakan dalam jam.

  • Sifat Gas Beracun (Fumes)

Bahan peledak yang meledak menghasilkan dua kemungkinan jenis gas yaitu smoke atau fumes. Smoke tidak berbahaya karena hanya terdiri dari uap atau asap yang berwarna putih. Sedangkan fumes berwarna kuning dan berbahaya karena sifatnya beracun, yaitu terdiri dari karbon monoksida (CO) dan oksida nitrogen (Nox). Fumes dapat terjadi jika bahan peledak yang diledakkan tidak memiliki keseimbangan oksigen, dapat juga jika bahan peledak itu rusak atau sudah kadaluwarsa selama penyimpanan dan oleh sebab lain.

Demikian pembahasan mengenai Bahan Peledak (Bom) yang mengakibatkan banyaknya rakyat yang meninggal. Mungkin dengan adanya artikel ini dapat membantu untuk menjawab semua pertanyaan kamu. Maaf apabila ada kesalahan yang tertera didalam artikel ini, sebab kita hanyalah manusia biasa. Sekian dan tunggu artikel selanjutnya.