Wah, Ternyata Rasa Asin Pada Keripik Yang Membuat Kita Ketagihan Memakannya

Semua orang pasti tahu yang namanya keripik dan kamu juga pasti sering memakannya. Namun saat memakan keripik kenapa kita susah untuk berhenti? Nah, alasan kenapa kita susah berhenti memakannya adalah rasa asin yang ada pada keripik tersebut. Namun sebelum saya menjelaskan lebih lanjut tentang rasa asin yang ada di keripik, saya akan sedikit membahas tentang keripik terlebih dahulu.

Apa Itu Keripik?

Keripik adalah sejenis makanan ringan berupa irisan tipis dari umbi-umbian, buah-buahan, atau sayuran yang digoreng di dalam minyak nabati. Untuk menghasilkan rasa yang gurih dan renyah biasanya dicampur dengan adonan tepung yang diberi bumbu rempah tertentu.

keripik1

Secara umum keripik dibuat melalui tahap penggorengan, tetapi ada pula dengan hanya melalui penjemuran, atau pengeringan. Keripik dapat berasa dominan asin, pedas, manis, asam, gurih, atau paduan dari kesemuanya. Keripik singkong banyak diproduksi di kota Bandung dengan berbagai macam rasa dan varian. Di Yogyakarta terdapat keripik berbahan baku jamur tiram.

Nah, itulah sedikit penjelasaan mengenai kerepik. Langsung saja kita kembali ke pembahasan rasa asin yang ada di keripik adalah alasan kenapa kita susah untuk berhenti memakannya.

Kenapa Rasa Asin yang Menyebabkan Kita Susah Berhenti Memakannya?

Para peneliti baru-baru ini mengungkap alasan kenapa orang susah berhenti memakan keripik. Para peneliti mengungkapakan rasa asin dalam keripik adalah penyebab kita terus-menerus ingin memakannya. Padahal, walau tergolong makanan ringan, namun sebungkus keripik bisa mengandung kalori cukup tinggi.

keripik2

Menambahkan garam dalam makanan akan meningkatkan persepsi enak terhadap makanan tersebut. Selain itu, kita juga jadi ingin makan lebih banyak makanan yang mengandung garam tinggi dibandingkan makanan bergaram rendah.

Sebuah studi baru-baru ini mempublikasikannya dalam Journal of Nutrition menunjukkan bahwa garam memiliki peran penting, sehingga memicu orang terus makan.

Ketika kita memakan makanan yang gurih atau bahkan cenderung asin, kita akan merasa kesulitan menghentikan aktivitas makan tersebut. Secara tidak sadar, rasa asin dan gurih ini telah mempengaruhi otak untuk terus makan makanan tersebut. Belum lagi, keripik merupakan makanan ringan yang tidak mudah membuat seseorang merasa kenyang.

Para peneliti dari Deakin University di Australia juga berhasil merekrut 48 orang sehat. Kemudian mereka diukur kepekaannya terhadap rasa lemak dengan mencampurkan ke dalam tiga minuman. Salah satunya diberi konsentrasi asam lemak yang rendah.

Mereka diminta mengidentifikasi minuman berlemak. Kemudian, setiap minggu selama 4 empat minggu, masing-masing makan siang secara bersamaan, yaitu makan makaroni elbow dan saus tomat. tetapi jumlah lemak dan garamnya masing-masing berbeda. Peneliti mengukur berapa banyak mereka makan dan juga reaksi mereka terhadap makanan pada skala kenikmatan, lapar dan kenyang.

keripik3

Keinginan berlebih untuk mengonsumsi makanan asin juga memengaruhi seberapa banyak orang makan. Garam membuat seseorang makan 11 persen lebih banyak, tanpa mempertimbangkan jumlah lemak pada makanan itu.

Sebagian orang memiliki rasa peka terhadap makanan berlemak dan umumnya makan lebih sedikit. Jika diberi makanan rendah garam mereka makan sedikit, mereka bisa mengontrol porsi makanan. Namun jika diberi tambahan garam mereka kehilangan kontrol untuk makan.

Orang yang sangat sensitif terhadap lemak yang biasanya tidak makan berlebihan, makan makanan asin dalam jumlah sama dengan mereka yang kurang sensitif. Orang menyukai garam sehingga membuat mereka kurang peka akan rasa kenyang.

Para peneliti juga berhasil menunjukkan, bahwa mengonsumsi makanan asin dan berlemak terkait erat dengan obesitas dibandingkan dengan konsumsi makanan berlemak yang manis. Meski demikian, lemak masih dianggap sebagai penyebab seseorang makan dalam jumlah banyak. Makanan berlemak tinggi membuat seseorang mengasup kalori 60 persen lebih banyak.

keripik sambal

Konsumsi banyak garam berkaitan dengan makan lebih banyak. Garam menjadi pendorong kelebihan konsumsi lemak, kalori dan makanan secara umum. Makanan berlemak biasanya padat energi sehingga, walau kalorinya banyak, tetapi volume makanannya tetap. Sebaliknya, makanan yang asin memang membuat seseorang makan dalam jumlah banyak.

Hal inilah yang jadi penyebab mengapa orang yang yang memakan keripik susah berhenti mengunyah hingga keripik tersebut habis.

Meskipun kita terbiasa untuk ngemil atau suka dengan keripik, peneliti menyarankan agar kita tetap membatasi konsumsi keripik. Meski untuk menghentikan aktivitas konsumsi keripik juga terbilang cukup susah, kita tetap harus berusaha agar tidak konsumsi keripik berlebihan. Tak hanya keripik, peneliti juga menyarankan agar kita membatasi konsumsi garam atau penggunaan garam pada makanan.

Nah, itulah penjelasan tentang alasan mengapa kita susah untuk berhenti mengonsumsi keripik, jadi Anda sekarang sudah tahukan? Bahwa penyebabnya adalah garam, seperti yang di katakan di judul.

Namun, buat Anda yang suka ataupun doyan terhadap makanan yang banyak mengandung garam, alangkah baiknya menjaga porsi makan dan jangan berlebihan. Semoga setelah membaca artikel diatas Anda bisa lebih memperhatikan kesahatan Anda.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>