Waspada Terhadap Bakteri Yang Menyebabkan Keluarga Keracunan Terhadap Makanan

Mengolah dan memasak makanan sendiri tentu lebih menyehatkan, karena Anda bisa menjaga kebersihan dapur dan bahan makanan yang akan di olah. Meski begitu, kadang kesalahan cara memasak bisa terjadi tanpa Anda sadari. Salah cara memasak tidak hanya akan menghilangkan zat gizi makanan, namun bisa menempatkan Anda dan keluarga pada risiko keracunan makanan. Lantas, apa saja kesalahan umum yang biasanya jadi penyebab keracunan makanan? Mari kita bahas di pembahasan kali ini yuk..

Pengertian Bakteri dan Ciri-cirinya

Bakteri adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan tersebar luas di bandingkan dengan organisme lainnya di bumi. Bakteri umumnya merupakan organisme uniseluler (bersel tunggal), prokariota atau prokariot, tidak mengandung klorofil, serta berukuran mikroskopik (sangat kecil).

Ciri-Ciri Bakteri 

– Umumnya tidak berklorofil
– Hidupnya bebas atau sebagai parasit atau patogen
– Bentuknya beraneka ragam
– Memiliki ukuran yang kecil rata-rata 1 sampai 5 mikron
– Tidak mempunyai membran inti sel atau prokariot
– Kebanyakan Uniseluler (memiliki satu sel)
– Bakteri di lingkungan ekstrim dinding sel tidak mengandung peptidoglikan, sedangkan yang kosmopolit mengandung peptidoglikan

Jenis Bakteri Yang Menjadi Sumber Kontaminasi Terhadap Makanan

Berikut ini adalah jenis bakteri yang sering menjadi penyebab dari kontaminasi terhadap makanan:

1. Clostridium Botulinum, merupakan bakteri yang dapat menyebabkan botulisme pada manusia. Bakteri ini dapat di temukan di makanan kalengan dan makanan kemasan lainnya.

2. Escherichia Coli, kelompok bakteri yang memiliki beberapa jenis tipe kuman. Ada beberapa jenis E.coli yang dapat mengontaminasi makanan dan kemudian menimbulkan wabah keracunan makanan dapat di temukan di makanan mentah, seperti daging mentah, buah dan sayur mentah, susu yang terpasteurisasi.

Cara mencegahnya, jaga kebersihan dapur dan diri Anda ketika sedang mengolah makanan. Hindari kontaminasi silang saat mengolah dan memasak makanan, misalnya tidak menggunakan pisau dan talenan untuk daging dan sayuran secara bergantian. Pastikan juga semua makanan yang Anda konsumsi matang dengan sempurna.

3. Salmonella, merupakan kelompok bakteri yang paling sering menyebabkan diare karena keracunan makanan. Kontaminasi Salmonella diakibatkan karena kebersihan yang buruk serta pengolahan makanan yang tidak benar. Bakteri ini biasa di temukan di unggas, daging sapi mentah, dan produk susu yang belum diolah, telur yang tidak matang, seafood, dan dapat menyebar melalui orang ke orang yang menyiapkan makanan.

Efek keracunan makanan dari salmonella dapat sangat parah bila terjadi pada ibu hamil, orang lanjut usia, anak-anak, dan orang-orang yang memiliki kekebalan tubuhnya rendah.

Cara mencegah: pastikan semua makanan Anda dimasak hingga matang sempurna. Cuci buah dan sayuran sebelum diolah. Hindari susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi.

4. Shigella, dapat di temukan pada orang yang menyiapkan makanan dengan cara menyentuh makanan tersebut yang sebelumnya orang itu terinfeksi bakteri shigella.

5. Listeria Monocytogenes, terdapat pada makanan olahan seperti keju, sosis, produk daging yang telah di proses.

6. Campylobacter, merupakan bakteri yang menyebabkan kontaminasi makanan yang dapat menimbulkan diare. Sebagian besar, kontaminasi makanan ini terjadi akibat makanan tidak dimasak dengan benar. Mendinginkan atau membekukan makanan tidak membuat bakteri jenis ini hilang, dapat di temukan pada kerang, unggas, susu murni yang belum di olah, dan air yang kurang bersih.

Cara mencegah: Pastikan kalau Anda sudah mencuci tangan sebelum mengolah makanan. Sebaiknya makanan di masak hinga matang dan jangan mencuci daging mentah di bawah air yang mengalir. Bahan makanan yang perlu di cuci sebelum di makan atau di masak adalah sayur dan buah-buahan.

7. Clostridium Perfringens, merupakan jenis bakteri yang sangat mudah dan cepat berkembang. Bayi, anak-anak, serta orang lanjut usia sangat rentan untuk terserang bakteri ini. Bakteri yang satu ini dapat di temukan pada makanan yang di biarkan di suhu ruangan selama beberapa waktu.

Biasanya, bakteri jenis ini baru akan menimbulkan gangguan kesehatan bila jumlahnya di dalam tubuh sangat banyak. Artinya, jika tes lab menyatakan bahwa penyebab diare atau sakit perut melilit Anda akibat bakteri ini, makanan yang Anda makan sebelumnya mengandung banyak Clostridium perfringens.

Gejala akan timbul 12 jam setelah keracunan makanan yang terkontaminasi Clostridium. Salah satu jenis Clostridium dapat menyebabkan botulisme, keracunan makanan yang mematikan.

Cara mencegah: Masak makanan dengan suhu yang sesuai, hindari memasak atau mengolah makanan dalam suhu 4-60 derajat celcius. Pastikan kalau Anda memasak, minimal suhu yang harus tercapai adalah 60 derajat celcius. Sementara, kalau ingin mendinginkan makanan, suhu ruangan atau lemari pendingin Anda harus kurang dari 4 derajat celcius.

8. Staphylococcus Aureus, Staphylococcus aureus sebenarnya tidak berbahaya. Bakteri jenis ini banyak di temukan pada permukaan kulit, lubang hidung, serta bagian tenggorokan dalam tubuh manusia dan hewan. Namun lain ceritanya ketika bakteri sudah berpindah ke makanan. Kembang biaknya akan semakin pesat dan akhirnya menyebabkan infeksi. Gejala yang ditimbulkan jika mengalami infeksi ini adalah diare, nyeri dan kram perut, hingga mual dan muntah.

Makanan yang biasanya mengandung tinggi Staphylococcus aureus adalah makanan yang di olah langsung dengan tangan, misalnya saja salad, roti isi, dan berbagai produk kue dan roti.

Cara mencegah: cuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabut sebelum Anda menyiapkan makanan. Jangan mengolah makanan atau pergi ke dapur jika Anda sedang mengalami infeksi mata atau hidung.

Bagaimana Cara Menjaga Agar Makanan Terhindar Dari Bakteri?

Makanan merupakan perantara yang baik untuk bakteri berkembang biak. Bakteri yang terdapat dimakanan tumbuh karena berbagai hal seperti, tidak membiasakan mencuci tangan dengan bersih, kontaminasi silang, suhu penyimpanan dan pemasakan, dan kontaminasi makanan dari limbah. Kontaminasi dapat terjadi bahkan sejak Anda membeli bahan makanan di pasar hingga ketika waktu makan datang.

  • Saat berbelanja bahan makanan
  1. Ketika berbelanja, sebaiknya pisahkan daging, daging unggas, dan seafood dengan bahan makanan jenis lain pada keranjang belanjaan Anda.
  2. Saat memasukkan ke dalam plastik, pisahkan bahan makanan tersebut dengan makanan dan barang lainnya.
  3. Lapisi bahan makanan tersebut dengan plastik, agar tidak menyebabkan kontaminasi ke bahan makanan lain.
  • Penyimpanan makanan
  1. Tempatkan makanan mentah seperti daging-dagingan dan seafood ke dalam tempat plastik.
  2. Tempatkan telur di karton khusus untuk menyimpan telur dan simpan ke dalam kulkas dengan segera setelah di beli.
  • Menyiapkan dan memasak makanan
  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan bersihkan area sekitar dapur. Hal ini perlu di lakukan karena bakteri dapat dengan mudah menyebar di area dapur, melalui talenan, dan berbagai alat lain yang telah di pakai untuk menyiapkan makanan.
  2. Gunakan kain bersih yang sudah di basahi dengan air sabun hangat untuk membersihkan permukaan-permukaan meja dapur. Jangan lupa untuk sering-sering mencuci kain yang telah di pakai tersebut, agar tidak ada bakteri yang tertinggal.
  3. Cuci peralatan memasak dengan air hangat ketika sebelum maupun sesudah memasak.
  4. Gunakan talenan dan pisau yang berbeda untuk setiap jenis bahan makanan, bedakan talenan dan pisau untuk memotong sayuran dengan bahan makanan yang basah seperti daging.
  • Buah-buahan dan sayur-sayuran
  1. Bilas buah-buahan segar dan sayuran dengan air yang mengalir untuk menghilangkan kotoran yang terdapat di permukaan buah dan sayuran.
  2. Buang lapisan terluar pada selada atau kubis.
  3. Bakteri dapat tumbuh dengan baik pada permukaan buah atau sayuran, oleh karena itu jangan tinggalkan buah atau sayuran yang sudah terpotong di udara terbuka selama berjam-jam.
  • Penyajian makanan
  1. Selalu gunakan peralatan bersih
  2. Jangan menempatkan makanan yang telah dimasak kembali di wadah yang sama saat sebelum bahan makanan itu mentah.

Cara Memasak Yang Salah Bisa Jadi Penyebab Keracunan Makanan

Penyebab keracunan makanan yang paling umum adalah kontaminasi bakteri dan kuman penyakit pada makanan. Kondisi ini memiliki gejala yang beragam, misalnya sakit perut hingga diare berat. Nah sebaiknya, mulai hindari berbagai kesalahan cara memasak berikut ini untuk memastikan makanan Anda tidak terkontaminasi penyakit.

1. Tidak Mencuci Tangan

Seberapa sering Anda mencuci tangan sebelum dan setelah mengolah makanan? Jika ini belum jadi kebiasaan Anda, maka bisa jadi makanan yang Anda masak akan terkontaminasi dengan berbagai bakteri. Banyak sekali yang menyepelekan kebiasaan tidak mencuci tangan, padahal justru hal ini adalah tindakan pencegahan pertama dan utama dalam penularan penyakit infeksi maupun keracunan makanan.

Bahkan Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), menyatakan bahwa cuci tangan mampu mencegah 30% kasus diare yang biasanya terjadi akibat keracunan makanan. Maka dari itu, mulai sekarang biasakan untuk mencuci tangan sebelum mengolah makanan, setidaknya lakukan hal ini selama 20 detik menggunakan sabun dan air mengalir.

2. Mencairkan Makanan Beku Diruangan Terbuka

Tidak banyak orang yang tau bahwa sebenarnya makanan beku tidak boleh dicairkan dalam suhu ruangan. Pasalnya, suhu ruangan adalah lingkungan yang ideal untuk bakteri berkembang biak. Bakteri akan tumbuh dengan mudah pada suhu 4 sampai 60 derajat celsius.

Karena itu, sebaiknya Anda mencairkan makanan beku di dalam kulkas bagian bawah atau di dalam air yang dingin. Anda juga bisa mencairkan langsung dengan suhu yang panas, misalnya di dalam microwave untuk mematikan bakteri yang mungkin masih hinggap di makanan Anda.

3. Mencuci Daging Yang Masih Mentah

Jangan pernah mencuci daging mentah, entah itu daging sapi atau daging ayam. Mencucinya di bawah keran air yang mengalir hanya akan membuat bakteri yang tadinya ada di permukaan daging menyebar ke seluruh area dapur, bahkan ke pakaian Anda. Jadi, sebaiknya mulai sekarang hentikan mencuci daging mentah. Bahan makanan yang perlu di cuci dengan air hanyalah buah-buahan dan sayuran mentah saja.

4. Mencoba Makanan Yang Sudah Kadaluwarsa

Makanan yang sudah kadaluwarsa harus segera di buang meskipun jumlahnya masih banyak. Terkadang, ada yang mencoba makanan tersebut dan merasa rasa makanannya masih enak, sehingga tidak jadi di buang.

Mungkin Anda merasa sayang saat membuangnya, tapi pikirkan berapa banyak bakteri yang sudah ada di dalamnya. Hal ini tentu bisa menjadi penyebab keracunan makanan. Bila memang sudah lewat tanggal kedaluwarsa, sebaiknya langsung buang makanan dan jangan dicoba-coba lagi.

5. Membumbui Daging Mentah Pada Suhu Ruangan

Biasanya, Anda suka merendam daging mentah dengan berbagai bumbu agar rasanya semakin meresap. Akan tetapi, hati-hati. Jangan tinggal rendaman daging tersebut pada suhu ruangan. Setelah di bumbui dan di ungkep, masukkan dalam lemari pendingin sehingga tidak ada bakteri yang hinggap ketika Anda membumbui daging.

Selain itu, pastikan juga bahwa Anda tidak akan menggunakan bumbu yang sudah Anda gunakan pada daging mentah untuk makanan yang sudah matang.

6. Menaruh Makanan Matang Dengan Mentah Pada Wadah Yang Sama

Keracunan makanan bisa terjadi akibat kontaminasi silang. Agar hal ini tidak terjadi, pisahkan wadah makanan mentah dengan makanan yang sudah matang. Jangan biarkan kedua makanan tersebut tercampur ataupun ditaruh di wadah yang sama.

Jadi buat kamu yang gemar dengan memasak, lebih perhatikan kondisi disekitar ya..