Apakah Impetigo Berbahaya Terhadap Kesehatan Tubuh Bayi?

Pioderma (penyakit kulit karena infeksi atau bakteri) merupakan penyakit yang sering di jumpai. Selain disebabkan karena infeksi dan bakteri gram positif, sebenarnya penyakit kulit dapat pula disebabkan oleh bakteri gram negatif, misalnya Proteus vulgaris, Pseudomonas aeruginosa, Proteus mirabilis, klebsiella dan E coli. Penyebab yang umum adalah adanya bakteri gram positif yakni stafilokokus dan streptokokus.

Pada kasus Impetigo merupakan salah satu bentuk pioderma yang paling sering menyerang pada anak-anak, terutama yang kurang menjaga kebersihan badannya. Impetigo biasa terjadi setelah adanya cidera pada kulit, seperti luka atau infeksi virus herpes simpleks.

Istilah impetigo berasal dari bahasa Latin yang artinya serangan dan telah digunakan untuk menjelaskan gambaran seperti letusan berkeropeng yang biasa nampak pada daerah permukaan kulit tubuh manusia. Apa saja gejala impetigo? Apakah bisa di sembuhkan? Dan apakah itu akan di alami untuk selamanya? Yuk mari kita simak pembahasan di bawah ini..

Pengertian Impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, berupa lepuh atau bercak luka terbuka pada kulit, yang kemudian menimbulkan kerak berwarna kuning atau cokelat. Penyakit ini bisa menular karena kontak secara langsung antara kulit dengan kulit atau dengan barang-barang perantara, seperti handuk, baju, atau peralatan makan yang telah terkontaminasi bakteri.

Kulit bayi yang memerah dan melepuh tidak selalu menjadi tanda cacar air. Ada satu infeksi kulit lainnya yang memiliki gejala mirip, yaitu impetigo. Impetigo yang di tandai dengan luka merah pada bagian wajah, sekitar hidung ataupun mulut. Impetigo umum menyerang bayi dan anak-anak.

Apa Saja Jenis Impetigo?

Impetigo mengenai kulit bagian atas disebut sebagai epidermis superfisia. Impetigo jenis dua gambaran klinis, impetigo krustosa (tanpa gelembung atau koreng) dan impetigo bulosa, yakni dengan gelembung berisi cairan dan menimbulkan luka atau koreng.

  • Impetigo Contagiosa, merupakan bentuk paling umum dari impetigo lainnya, biasanya impetigo ini di mulai dengan noda merah pada kulit wajah, paling sering terjadi di sekitar hidung dan mulut. Pada kasus ini, luka akan cepat memecah dan mengeluarkan cairan (nanah) yang kemudian membentuk kerak berwarna kuning. Luka tersebut dapat menimbulkan gatal, namun tidak terasa sakit.
  • Bullous Impetigo, umumnya impetigo jenis ini terjadi pada bayi dan anak di bawah usia 2 tahun. Impetigo ini tidak menyebabkan rasa sakit atau berisi cairan. Biasanya terjadi pada lengan, pinggul, atau leher. Kulit di sekitar bagian-bagian tersebut biasanya berwarna merah dan terasa gatal, namun tidak terluka. Benjolan atau gelembung berisi cairan ini dapat pecah dan menimbulkan bekas kerak berwarna kekuningan dan dapat hilang lebih lama daripada penyakit impetigo jenis lainnya.
  • Ecthyma Impetigo, merupakan jenis infeksi kulit yang lebih serius yang terdapat pada lapisan kulit dalam kulit (dermis). Tanda dan gejala antara lain luka ini di awali dengan adanya gelembung berisi cairan atau nanah yang terasa sakit, biasanya terjadi pada kaki. Saat gelembung itu memecah otomatis akan membekas kerak berwarna kuning keabu-abuan dan keras. Bekas akan tertinggal setelah luka sembuh. Ecthyma empetigo dapat juga menyebabkan pembengkakan kelenjar limpa pada area yang terkena.

Impetigo juga paling sering di temukan di kulit wajah, lengan, dan tungkai. Pada orang dewasa, impetigo bisa terjadi setelah penyakit kulit lainnya. Impetigo dapat terjadi setelah adanya suatu infeksi saluran pernafasan atas, seperti flu atau infeksi virus lainnya.

 Apa Saja Yang Menjadi Penyebab Impetigo?

Penyebab utama impetigo adalah Bakteri Staphylococcus Aureus atau Streptococcus Pyogenes. Penularan bakteri ini dapat terjadi melalui kontak fisik langsung dengan penderita atau melalui perantara, seperti baju, handuk, serbet, dan sebagainya yang sebelumnya dipakai penderita.

Bakteri akan lebih mudah menginfeksi seseorang yang memiliki luka, misalnya luka akibat gigitan serangga, terjatuh, atau teriris benda tajam. Bisa juga karena luka yang di timbulkan oleh infeksi kulit lain, seperti eksim, kudis, atau infeksi kutu.

Faktor Lain Yang Dapat Meningkatkan Risiko Penularan Impetigo?

  1. Melakukan aktivitas yang rentan terjadi kontak kulit, misalnya olahraga bela diri, bola basket, atau sepak bola.
  2. Lingkungan yang padat. Bakteri penyakit impetigo lebih mudah menular di lingkungan ramai yang mana intensitas interaksi orang-orangnya tinggi.
  3. Usia kanak-anak. Impetigo lebih sering menyerang anak-anak berusia 2 sampai 5 tahun, di mana sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sempurna.
  4. Suhu lembab dan hangat. Bakteri penyebab impetigo lebih mudah berkembang biak pada tempat yang lembap dan hangat.
  5. Lemahnya sistem kekebalan tubu Sistem kekebalan tubuh yang lemah akan membuat seseorang mudah terinfeksi bakteri.
  6. Menderita diabetes. Luka yang di miliki penderita diabetes akan memudahkan bakteri impetigo untuk masuk dan menginfeksi kulit.
  7. Memiliki luka terbuka pada kulit. Kuman penyebab impetigo dapat masuk melalui luka kecil pada permukaan kulit, seperti luka gigitan serangga atau ruam kulit.

Apa Saja Gejala Impetigo Pada Bayi?

Infeksi kulit ini berupa lepuh atau bercak luka terbuka pada kulit, yang kemudian menimbulkan kerak berwarna kuning atau cokelat. Impetigo dapat terjadi di bagian kulit manapun di tubuh bayi Anda. Namun demikian, lepuhan paling umum ditemukan di sekitar hidung dan mulut, tangan, lengan bawah, dan juga area popok.

Ada dua jenis impetigo yang dibedakan berdasarkan gejala yang di timbulkan yaitu:

  1. Impetigo bullosa, di tandai dengan kulit yang melepuh dan berisi cairan. Kemunculan impetigo bulosa biasanya juga di sertai dengan demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  2. Impetigo krustosa atau non bullosa, di tandai dengan munculnya bercak-bercak merah, seperti luka yang meninggalkan kerak berwarna kuning kecokelatan. Meski tidak melepuh, impetigo krustosa lebih menular di bandingkan dengan impetigo bullosa.

Apa Saja Gejala-gejala Impetigo Yang Bisa Terjadi?

Gejala impetigo tidak langsung muncul setelah sang penderita terinfeksi. Gejala itu biasanya baru terlihat setelah 4 sampai 10 hari sejak terpapar bakteri. Impetigo non bullosa (Krustosa) lebih sering di temukan di banding impetigo bullosa. Untuk mencegah penyebaran infeksi, di sarankan agar tidak menyentuh area kulit yang terinfeksi.

Infeksi impetigo bullosa biasanya muncul di bagian tengah tubuh antara pinggang dan leher atau lengan dan tungkai. Sedangkan infeksi impetigo nonbulosa biasa terjadi di sekitar mulut dan hidung, tapi dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui perantara jari, handuk, atau baju yang telah terpapar bakteri.

Berikut ini adalah gejala Impetigo Bullosa:

  1. Kulit melepuh dan berisi cairan berukuran 1 sampai 2 sentimeter yang terasa sakit dan membuat kulit di sekitarnya gatal.
  2. Kulit yang melepuh, dalam waktu singkat dapat menyebar kemudian pecah dalam beberapa hari.
  3. Pecahan kulit yang melepuh kemudian meninggalkan kerak berwarna kuning.
  4. Setelah sembuh, kerak kuning tersebut hilang tanpa meninggalkan bekas sama sekali.

Berikut ini adalah gejala Impetigo Non Bullosa:

  1. Munculnya bercak merah menyerupai luka yang tidak terasa sakit, namun gatal.
  2. Bercak bisa menyebar dengan cepat ketika di sentuh atau di garuk, kemudian berganti menjadi kerak berwarna kecokelatan.
  3. Setelah kerak yang ukurannya sekitar 2 sentimeter ini kering, yang tersisa adalah bekas berwarna kemerahan.
  4. Bekas berwarna kemerahan ini dapat sembuh tanpa bekas dalam jangka waktu beberapa hari atau minggu.

Bagaimana Mengobati Impetigo Pada Bayi?

Beberapa kasus impetigo bisa sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu dua sampai tiga minggu tanpa di obati. Namun, resep antibiotik dari dokter dapat mempercepat penyembuhan menjadi 7 sampai 10 hari. Ini juga dapat mempersempit risiko penularan pada bayi dan anak-anak lain di sekitarnya. Impetigo bisa di obati dengan menggunakan antibiotik oles maupun antibiotik minum.

Antibiotik oles di gunakan jika infeksi yang terjadi masih ringan, berada pada satu area, dan belum menyebar ke mana-mana. Antibiotik minum di gunakan jika gejala impetigo tidak bisa di tangani dengan antibiotik oles, kondisinya semakin parah dan menyebar ke bagian lainnya.

Jika pengobatan dengan antibiotik tidak berpengaruh setelah tiga hari, dokter akan melakukan pemeriksaan sampel kulit yang terinfeksi di laboratorium untuk melihat kemungkinan adanya infeksi penyakit lain selain impetigo.

Pemeriksaan laboratorium juga perlu di lakukan jika impetigo kambuh lagi. Biasanya impetigo kambuh karena masih ada bakteri yang bersarang di area tertentu, seperti hidung, sehingga mudah menginfeksi daerah sekitarnya yang kebetulan mengalami luka. Jika terbukti benar, maka bakteri tersebut harus dibasmi dengan obat antiseptik khusus yang dapat di gunakan pada hidung.

Bagaimana Cara Mencegah Agar Tidak Menyebarkan Ke Orang Lain?

Jika impetigo bayi Anda tidak di obati, bayi Anda mungkin akan menularkan infeksi selama beberapa minggu. Begitu bayi Anda memulai perawatan antibiotik atau saat ruam mulai sembuh dan kering, sekitar 24 sampai 48 jam setelahnya bayi Anda tidak lagi menular. Sementara itu, jauhkan bayi Anda dari tempat penitipan anak dan kontak langsung dengan beberapa orang.

Jaga kebersihan peralatan bayi Anda seperti cuci pakaian, seprai, dan handuk bayi Anda setiap hari dan hindari teman dan anggota keluarga untuk berbagi sabun, handuk, sikat rambut, atau barang pribadi lainnya dengan bayi Anda. Pakai sarung tangan saat Anda mengoleskan salep antibiotik pada bayi Anda dan cuci tangan dengan baik sesudahnya. Pastikan semua anggota keluarga Anda mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air.

Bagaimana Cara Pencegahan Impetigo Agar Tidak Menular?

Penularan impetigo bisa di cegah dengan beberapa cara, di antaranya:

  • Hindari sentuhan fisik dengan penderita. Sentuhan fisik secara langsung dengan penderita atau berbagi penggunaan barang dengan mereka, seperti handuk, baju, kasur, atau peralatan makan.
  • Selalu menjaga kebersihan kulit. Menjaga kebersihan kulit akan mengurangi risiko penularan impetigo, terutama pada kulit yang memiliki luka terbuka, misalnya akibat teriris benda tajam, cakaran, atau bahkan luka akibat penyakit kulit lain, seperti eksim.
  • Membersihkan barang-barang. Setelah digunakan, ada baiknya barang-barang di cuci sampai bersih agar bakteri mati. Hal ini bisa mengurangi risiko penularan penyakit impetigo.
  • Jangan menyentuh luka. Hindari kontak dengan luka atau koreng akibat impetigo, apalagi dengan menggaruk, untuk menghindari penyebaran bakteri melalui tangan.
  • Beristirahat. Jangan melakukan kegiatan seperti memasak, mengasuh anak, atau membersihkan rumah sampai infeksi benar-benar pulih. Perbanyak istirahat agar infeksi cepat hilang.
  • Mencuci tangan. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setelah selesai mengobati impetigo dengan antibiotik oles dan menutup luka impetigo dengan perban kasa.
  • Menghindari tempat umum. Hindarilah tempat-tempat umum yang rawan penularan bakteri selama terjangkit impetigo atau setidaknya dua hari setelah pengobatan di mulai.

Sebenarnya Impetigo bisa saja disembuhkan, tapi tergantung cara penyembuhannya yang gimana. Semoga artikel diatas bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi anda. Terima kasih.