Flu Singapura? Yuk Mari Kita Kenali Lebih Dalam Lagi

Flu babi, flu burung, mungkin sudah familiar ditelinga kita. Namun nama flu Singapura masih terbilang asing ditelinga. Nah untuk mengetahui lebih dalam mengenai flu Singapura artikel berikut ini akan membahas lebih detail.

Pengertian Flu Singapura

Flu singapura adalah penyakit infeksi dari virus yang dapat menyebabkan demam, sakit kepala, terkadang hidung meler (gejala flu), dan tanda khas munculnya beberapa sariawan di mulut, ruam lepuhan pada kulit tangan, dan kaki. Maka dari itu penyakit ini sering juga disebut sebagai penyakit “kaki, tangan dan mulut (KTM)”, bahasa inggrisnya Hand, foot, and mouth disease (HFMD). Flu singapura bisa menular akibat virus yang seringnya menyerang pada anak-anak.

s

Penyakit ini tidak berbahaya, tidak memerlukan perawatan spesifik, dan biasanya hilang dalam 2 minggu. Namun, dalam kasus langka, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti meningitis, polio, dan bahkan kematian.

Apa Saja Gejala Flu Singapura?

Masa inkubasi flu Singapura berlangsung kurang lebih satu minggu sebelum munculnya tanda dan gejalanya, yaitu:

  1. Demam tinggi.
  2. Sesak nafas
  3. Sakit tenggorokan.
  4. Hilangnya nafsu makan.
  5. Muncul luka seperti melepuh berwarna merah di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.
  6. Ruam merah.
  7. Bayi dan balita akan rewel dan mudah marah.
  8. Sakit perut.
  9. Muntah.
  10. Batuk.

Umumnya, penyakit flu Singapura di awali dengan munculnya demam. Setelah itu, sekitar satu atau dua hari, akan muncul tukak atau luka di sekitar gusi, lidah, dan pipi bagian dalam. Kondisi inilah yang bisa membuat Anda kesakitan saat minum, makan, atau menelan. Tidak lama setelahnya, ruam muncul di sekitar telapak tangan dan kaki, serta terkadang pada bokong dan selangkangan.

Kebanyakan kasus flu Singapura, penderita tidak membutuhkan bantuan medis, karena gejala-gejala penyakit akan mereda dengan sendirinya dalam waktu tujuh hari tanpa penanganan apa pun. Tapi jika penderita mengalami dehidrasi, gejala tidak membaik dalam waktu satu minggu, dan muncul gejala fisik lainnya, segera berkonsultasi dengan dokter.

Komplikasi Flu Singapura

Ada beberapa komplikasi flu Singapura, tapi memang jarang terjadi. Beberapa komplikasi flu Singapura adalah:

Dehidrasi. Luka yang muncul pada rongga mulut dan tenggorokan bisa mempersulit penderita untuk minum cairan, yang bisa membuatnya mengalami dehidrasi.

Meningitis virus. Virus penyebab flu Singapura bisa mengakibatkan meningitis virus, jika virus tersebut bisa masuk ke otak. Meningitis virus adalah infeksi selaput yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang. Akan tetapi, komplikasi ini jarang terjadi.

Ensefalitis. Ini adalah komplikasi paling serius dan paling jarang terjadi dari Flu Singapura. Ensefalitis merupakan infeksi virus yang menyebabkan jaringan otak membengkak dan meradang. Ensefalitis juga bisa menyebabkan kerusakan otak cukup parah, dan akhirnya berujung pada kematian.

Apa Penyebab Flu Singapura?

Penyebab Flu singapura adalah adanya virus RNA famili Picornaviridae, Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Virus Penyebab Flu singapura tersering namun ringan adalah Coxsackie A16, sedangkan penyebab yang menimbulkan kasus berat atau berpotensi menimbulkan komplikasi hingga kematian adalah Enterovirus 71.

Karena penyebabnya virus maka flu singapura ini mudah menular. Penularannya seperti penyakit flu yaitu melalui droplet saat bersin, air liur, tinja, dan cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung bisa melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh cairan tersebut. Penyakit ini umumnya menyerang balita usia 2 minggu sampai 5 tahun, namun ada kasus yang terjadi pada anak hingga usia 10 tahun. Sedangkan Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus ini, namun bisa saja terjadi.

Seperti infeksi virus pada umumnya, contohnya cacar air, anak yang sudah pernah terkena Flu Singapura akan memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Dengan catatan, virus strain-nya sama, tapi jika virus strainnya berbeda, anak tetap dapat terkena lagi.

Sumber utama penyebaran kelompok virus ini adalah melalui mulut. Penyebaran flu Singapura dari satu orang ke orang lain adalah kontak langsung dengan penderita, melalui:

  1. Cairan dari hidung maupun tenggorokan yang keluar saat bersin.
  2. Air liur atau ludah yang terlempar ke udara saat batuk.
  3. Cairan yang berasal dari luka melepuh.
  4. Permukaan benda yang sudah terkontaminasi oleh kotoran penderita (tinja).

Bagaimana Cara Penularan Flu Singapura atau Hand Food Mouth Disease (HFMD)?

Virus ini menyebar dengan mudahnya melalui berbagai macam cara antara lain lewat kontak udara (misal saat bersin maupun batuk), atau bisa juga lewat feses yang terinfeksi. Jadi saat orang dewasa mengganti diapers berisi feses milik anaknya yang sedang terinfeksi HFMD dan tidak mencuci tangan dengan baik maka ketika menyentuh benda lain atau tangan tidak sengaja masuk dalam mulut maka bisa tertular virus tersebut. Gejala klinis biasanya dapat muyncul dalam waktu sekitar 3 sampai 6 hari setelah terpapar virus HFMD.

Siapa Yang Berisiko Terkena Flu Singapura?

Beberapa faktor berikut ini bisa membuat seseorang lebih rentan terkena flu singapura:

  1. Usia: Flu Singapura terutama mempengaruhi balita.
  2. Kebersihan diri yang buruk: Ini akan memberi lebih banyak peluang bagi virus untuk menginfeksi tubuh.
  3. Sering berada di tempat umum: Flu Singapura adalah penyakit menular sehingga jika Anda kontak dengan banyak orang dalam waktu yang lama, risiko terkena penyakit akan lebih tinggi.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa sakit. Faktor risiko ini hanya sebagai referensi. Anda perlu bertanya kepada dokter untuk informasi lebih lanjut. Tetapi penyakit ini sangat menular dan sering terjadi pada musim panas. Penularannya melalui jalur pencernaan, saluran pernapasan, yaitu dari butiran ludah, ingus, air liur, tinja, cairan dari luka, dan cairan tubuh lainnya.

Penularan kontak tidak langsung dapat terjadi melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan dan mainan yang terkontaminasi sekret (cairan) tubuh. Sejak mulai terinfeksi hingga mulai timbul gejala (masa inkubasi) adalah 3 sampai 7 hari. Demam merupakan gejala pertama Flu Singapura. Seorang akan menularkan penyakitnya dalam minggu pertama ketika dia sakit.

HFMD paling sering menyerang anak di bawah usia 10 tahun. Setiap orang, baik itu anak-anak maupun dewasa, mempunyai risiko terinfeksi, tetapi tidak semua yang terinfeksi itu akan sakit. Bayi, anak-anak, dan remaja lebih rentan terinfeksi dan menderita sakit HFMD ini karena antibodi dan imunitas tubuh mereka lebih lemah dibanding orang dewasa.

Apa Saja Obat Untuk Flu Singapura?

Tidak ada pengobatan spesifik untuk Flu Singapura. Namun, Anda masih bisa mengurangi gejala sampai penyakit hilang sendiri dengan metode di bawah ini:

  • Obat-obatan macam acetaminophen atau ibuprofen mungkin mengurangi demam dan membantu mengendalikan rasa sakit.
  • Berkumur dengan air garam hangat (1/2 sendok makan garam di campurkan ke dalam segelas air).
  • Minum antacid dan menggunakan gel penenang topikal mampu meredakan rasa sakit pada mulut.
  • Minum banyak cairan. Cairan tambahan yang di perlukan saat demam. Cairan terbaik adalah produk susu dingin atau bisa meminum sanmol.
  • Jangan minum jus atau soda karena kandungan asam di dalamnya menyebabkan sensasi terbakar pada ulkus.

Apa Saja Pengobatan Alami Untuk Mengobati Flu Singapura?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin bisa sangat membantu Anda untuk mengatasi Flu Singapura, antara lain sebagai berikut:

  • Cuci tangan, terutama setelah mengganti popok
  • Cuci permukaan yang terkontaminasi
  • Cuci pakaian kotor
  • Hubungi dokter jika gejala memburuk dan tidak kunjung membaik dalam 2 minggu
  • Jauhkan anak yang sakit dari orang lain
  • Gunakan acetaminophen atau mandi spons hangat untuk anak yang demam
  • Jangan gunakan aspirin
  • Rebus dot botol susu, dot, dan peralatan makan setelah penggunaan
  • Suruh anak berkumur dengan larutan garam untuk membersihkan mulut
  • Suruh anak beristirahat sampai demam hilang
  • Suruh anak minum cairan dan makan makanan lunak
  • Hubungi dokter jika anak demam tinggi sehingga tidak merespon acetaminophen atau mandi spons

Cara Mencegah Flu Singapura

Tidak ada vaksin yang dapat di suntikkan untuk melindungi terhadap virus singapura yang menyebabkan penyakit tangan, kaki, dan mulut ini menjadi bercak-bercak merah. Prinsip pencegahan yaitu dengan menghindari jangan sampai terpapar virus singapura. Seseorang dapat menurunkan risiko atau mencegah flu singapura dengan cara:

  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah mengganti popok dan menggunakan toilet, memang benda-benda di fasilitas umum, dan sebagainya.
  • Rajin membersihkan benda-benda yang sering di sentuh termasuk mainan anak.
  • Menghindari kontak dekat seperti mencium, memeluk, atau berbagi peralatan makan atau cangkir dengan orang-orang yang lagi sakit Flu Singapura.
  • Mengisolasi penderita flu Singapura, Flu Singapura sangat mudah menular, oleh karena itu penderitanya di sarankan untuk diisolasi hingga sembuh.

Tips Perawatan Penderita HFMD

  1. Segera ke dokter untuk memastikan apakah anak atau penderita benar terkena Flu SIngapura.
  2. Isolasikan penderita.
  3. Jaga kebersihan.
  4. Anjurkan istirahat yang cukup.
  5. Berikan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
  6. Berikan nutrisi yang sehat dan gizi seimbang.
  7. Berikan obat-obatan simptomatik untuk mengurangi gejala demam dan nyeri mulut.
  8. Anjurkan penderita untuk tidak beraktivitas di luar (bersekolah atau ke kantor) selama 7 sampai 10 hari setelah ruam muncul.

Bagaimana Cara Membedakan Flu Singapura Dengan Penyakit Lainnya?

d

Tanda dan gejala Flu Singapura bisa di sebabkan oleh berbagai macam virus. Terdapat beberapa hal yang bisa membedakan gejala flu Singapura dengan penyakit lainnya, yaitu:

  • Pola dari gejala yang terjadi, Urutan terjadinya gejala-gejala bisa menentukan apakah seseorang tertimpa flu Singapura atau tidak. Gejala flu Singapura biasanya di mulai dengan demam dan sakit tenggorokan. Kemudian di ikuti munculnya luka-luka di mulut, serta ruam pada tangan dan kaki.
  • Usia pasien, Flu Singapura umumnya terjadi pada anak berusia di bawah 10 tahun.
  • Bentuk dan ukuran luka, Ukuran luka bisa membedakan flu Singapura dari penyakit lainnya. Flu Singapura punya ukuran luka lebih kecil dari cacar.

Hasil evaluasi beberapa hal di atas biasanya cukup untuk menjadi bahan diagnosis dokter, Namun jika masih belum yakin, dokter biasanya akan mengambil sampel cairan (dari kulit, tenggorokan, atau rektum), darah, atau tinja untuk di teliti di laboratorium.

Memang kelihatan Flu Singapura seperti orang yang terkena cacar air. Namun ketahuilah, Flu Singapura cepat sembuh kok. Semoga bermanfaat yaa.. Terimakasih