Penjelasan Mengenai Apa Itu Keguguran

Setiap wanita yang sedang menjalani masa kehamilan haruslah di perhatikan, karena mempunyai anak adalah dambaan setiap calon orangtua. Tapi kalau misalnya kandungan tidak terjaga atau janin yang melemah, pasti akan terjadi ketakutan yang menggelayut di pikiran, yakni risiko terjadinya keguguran. Lantas apa saja hal-hal yang bisa menyebabkan keguguran pada kehamilan? Dan apa saja resiko beserta jenisnya? Yuk mari kita bahas dibawah ini.

22

Pengertian Keguguran

Keguguran adalah kematian sang janin dalam kandungan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu (kur. Keguguran dalam bahasa medis disebut juga dengan “Abortus Spontan”. Perdarahan dan nyeri pada perut yang terjadi adalah tanda-tanda utama dari keguguran. Namun, apa bila hal tersebut terjadi, belum tentu menunjukkan kematian pada janin. Keadaan di mana janin dan kehamilan masih dapat di pertahankan walaupun ada tanda-tanda keguguran yang terjadi disebut dengan “ancaman keguguran” atau “abortus iminen (threatened abortion)”.

Mengetahui informasi mengenai tanda-tanda keguguran hamil muda sangatlah penting karena risiko terjadinya keguguran merupakan ancaman yang menghantui para ibu hamil. Risiko ibu hamil untuk mengalami keguguran cukup besar yaitu 15% sampai 40%. Kemudian sekitar 60% sampai 75% keguguran terjadi pada usia kehamilan kurang dari 3 bulan (trimester pertama).

Namun risiko keguguran tersebut akan menurun pada usia kehamilan di atas 3 bulan. Oleh karena itu sangat penting untuk menjaga janin di dalam kandungan, terutama pada saat hamil muda. Sebab pada saat hamil muda janin masih kecil sehingga masih rawan mengalami ruptur dan belum terlalu kuat untuk menempel (berpegangan) pada rahim ibu. Keguguran pastinya merupakan hal yang paling di takuti oleh ibu hamil. Sebab impian akan hadirnya bayi yang lucu akan musnah ketika seorang wanita hamil mengalami keguguran.

Nah, apakah kalian mengetahui bahwasannya keguguran itu juga mempunyai jenis? Dibawah ini ada beberapa jenis keguguran, yuk mari kita simak.

Ada lima jenis keguguran atau abortus pada kandungan dan kasus keguguran yang terjadi pastinya berbeda-beda, sebab terjadinya juga bergantung dari apa yang telah di lakukan oleh sang Ibu. Setiap wanita memiliki risiko untuk mengalaminya, dan dari beberapa kasus yang pernah di temui. Berikut jenisnya:

  • Ancaman Keguguran (Abortus immines)

Bila tiba-tiba Anda mengalami nyeri ringan di bagian bawah perut dan pendarahan pada kemaluan atau sering disebut dengan “organ intim”. Dalam waktu yang berbeda-beda dan berlanjut hingga beberapa minggu kemudian, maka ada kemungkinan jika Anda sedang mengalami sedang ancaman keguguran. Hal ini membuat pembuahan yang terjadi pada embrio menjadi lepas sebagian. Tidak perlu khawatir, sebab potensi untuk menyelamatkan embrio dalam kasus ini masih cukup besar karena embrio masih hidup di dalam rahim. Oleh sebab itu, segera periksakan kandungan pada dokter spesialis agar bisa cepat untuk di tangani dengan tepat secara medis.

  • Keguguran Pasti (Abortus insipient)

Pada kasus keguguran pasti akan membuat lebih banyak pendarahan di bagian kemaluan dan menimbulkan rasa nyeri yang begitu parah di bagian bawah perut. Saat keguguran pasti terjadi, leher rahim akan terbuka sehingga jaringan embrio (pada trisemester pertama janin masih berbentuk embrio) akan terpisah dan keluar dari rahim. Sehingga potensi untuk menyelamatkannya sangat kecil. Namun, cobalah untuk segera menghubungi spesialis kandungan agar mereka dapat menyelamatkan janin Anda menggunakan penangganan medis yang tepat.

  • Keguguran Lengkap (Abortus complete)

Keguguran lengkap terjadi apa bila seluruh jaringan embrio yang sudah membentuk janin telah keluar dari rahim. Janin tersebut akan keluar baik dengan alat bantuan persalinan ataupun secara alami. Beberapa hari setelah keguguran lengkap terjadi, Anda akan mengalami nyeri dan kejang perut yang sakitnya sama seperti yang biasa yang di rasakan saat hari pertama menstruasi datang. Untuk memastikan apakah rasa sakit dan gejala yang di alami ini adalah gejala keguguran lengkap, segera periksakan diri ke spesialis kandungan Anda.

  • Keguguran Tidak Lengkap (Abortus incomplete)

Berbeda halnya dengan keguguran lengkap, saat mengalami keguguran jenis ini jaringan embrio yang keluar dari rahim hanyalah sebagian saja. Sedangkan sebagian lainnya masih tertinggal di dalam rahim Anda. Apa bila Anda mengalami keguguran tidak lengkap, Anda akan merasakan nyeri perut dan pendarahan di daerah kemaluan yang di sebabkan kosongnya rahim. Tetapi jika Anda belum mengetahui pasti apakah rahim telah bersih dari seluruh embrio, maka segera lakukan pemeriksaan agar dokter kandungan dapat memutuskan apakah pembersihan rahim seperti kuret atau di latasi leher rahim perlu di lakukan atau tidak.

  • Ketinggalan Keguguran

Merupakan salah satu jenis keguguran yang harus Anda waspadai. Sebab Anda tidak akan merasakan nyeri di bawah perut atau kejang layaknya jenis keguguran yang lainnya. Bahkan keluarnya sedikit lendir coklat dari kemaluan dan timbulnya gejala-gejala seperti morning sickness dan mudah lelah yang biasanya di rasakan pada awal kehamilan akan berkurang. Padahal nyatanya, embrio yang berdiam dalam rahim Anda telah meninggal. Kejadian ini sering atau biasa disebut dengan “Lahir Mati”.

sd

Apa Tanda-tanda Keguguran Pada Ibu Hamil?

Bagi para calon ibu, hendaknya selalu memperhatikan setiap hal yang sedang di alami selama masa kehamilan berlangsung, terutama pada saat hamil muda di mana merupakan masa yang seringnya mengalami keguguran. Ada beberapa tanda-tanda keguguran bagi ibu-ibu yang sedang hamil muda antara lain sebagai berikut:

  • Adanya Flek atau Pendarahan

Timbulnya flek atau pendarahan merupakan salah satu dari tanda-tanda keguguran hamil muda yang bisa terjadi. Pada kehamilan yang normal, biasanya juga terjadi flek-flek kecil. Tetapi flek tersebut jumlahnya sedikit dan berlangsung singkat. Flek pada kehamilan bisa terjadi karena akibat perubahan hormonal dan proses pelekatan sel telur pada dinding rahim.

Pada kasus keguguran, flek biasanya berlangsung lama dan terus-menerus. Atau dapat juga berupa terjadi perdarahan yang hebat. Jika menemui tanda tersebut, maka sebaiknya segera mungkin untuk periksa ke dokter atau di fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan yang cepat.

  • Kram Pada Perut

Anda juga perlu waspada jika mengalami kram di perut, sebab bisa jadi salah satu tanda-tanda keguguran saat hamil muda. Kram perut ini sebenarnya merupakan hal yang wajar di alami oleh wanita yang sedang mengalami hamil muda. Sebab kram ini biasanya di sebabkan karena otot dinding rahim yang meregang karena hadirnya janin atau karena adanya proses pergantian produksi hormon progesteron oleh plasenta yang semula di produksi oleh corpus luteum. Kram di sini rasanya seperti pada kram yang terjadi menjelang menstruasi. Tetapi pada tanda keguguran pada umumnya terjadi kram yang hebat. Kram hebat ini biasanya di sertai dengan gejala perdarahan.

  • Menurunnya Gerakan Pada Janin

Aktivitas bayi adalah tanda kesehatan bayi secara umum. Dengan memperhatikan aktivitasnya, maka ibu hamil dapat memantau bagaimana perkembangannya. Konsultasikan kepada dokter, bila ibu hamil merasa adanya penurunan gerakan pada bayi.

  • Perubahan Gejala Pada Kehamilan

Adanya perubahan gejala pada kehamilan bukanlah tanda-tanda keguguran yang umum. Namun jika ada perubahan yang terjadi secara drastis, maka hal tersebut perlu di waspadai. Pada trimester kedua kehamilan, perubahan ini mungkin terkait dengan masalah penurunan hormon kehamilan.

  • Tidak Merasa Sakit Pinggang

Tidak dapat di pungkiri bahwa wanita yang telah mengalami keguguran akan merasakan sakit pada area pinggang. Jika hal ini di rasakan oleh seorang wanita setelah tindakan kuretasi, ada kemungkinan kotoran dan juga sisa kehamilan masih ada dan belum keluar dari dalam rahim.

Hal pertama yang harus Anda lakukan ialah dengan berkonsultasi pada dokter kandungan Anda. Dengan begitu Anda dapat mengetahui apakah berbahaya atau tidak rasa sakit yang timbul pada area pinggang tersebut. Bagaimanapun juga rasa sakit pada area pinggang akan membuat seorang wanita merasa sangat tidak nyaman. Atau dengan cara lain, Anda dapat mencari cara alternatif untuk melakukan pengobatan secara tradisional yang mungkin dapat membantu Anda untuk membersihkan rahim. Jika rasa nyeri tersebut berlebihan, maka ini dapat mengindikasikan bahwa adanya gejala kista dan juga ginjal di dalam.

  • Tidak Ada Hormon HCG Dalam Tubuh

Hormon ini tentunya dapat di indentifikasi jika seorang wanita hamil bahkan juga keguguran. Jika masih terdapat hormon HCG di dalam tubuh wanita setelah proses kuretasi, itu berarti bahwa rahim Anda belum sepenuhnya bersih. Hormon HCG dapat di identifikasi dengan cara di lakukan sebuah tes dengan bantuan test pack.

Jika Anda mendapatkan hasil dari tes kehamilan tersebut positif, maka dapat di pastikan bahwa rahim belum bersih. Akan tetapi, jika hasil tes pack negatif, itu berarti rahim Anda sudah tidak ada hormon HCG dan rahim Anda sudah bersih. Dengan kondisi tersebut tentunya Anda dapat mempersiapkan kembali kehamilan selanjutnya.

  • Tidak Merasa Mual

Di dalam tubuh seorang wanita tentunya terdapat sebuah hormon HCG yang ikut andil dalam proses kehamilan. Rasa mual kerap menyerang wanita setelah keguguran juga dapat di sebabkan adanya gangguan hormon di dalam rahim. Jika Anda kerap merasa mual pasca keguguran, maka berarti rahim Anda belum bersih dengan sempurna.

Jika Anda sudah tidak merasakan mual, ini menjadi sebuah pertanda bahwa rahim sudah kembali bersih. Konsultasikan kepada dokter dan juga tenaga medis untuk mendapatkan perawatan. Tentunya, tenaga medis akan memberikan obat dan juga cara untuk menghilangkan rasa mual tersebut.

bb

Apa Saja Penyebab Keguguran?

Penyebab keguguran belum bisa pasti di ketahui kenapa bisa terjadi. Namun, para pakar memperkirakan sebagian besar kasus keguguran yang di sebabkan oleh adanya ke abnormalan pada kromosom bayi. Terutama pada trimester pertama. Kekurangan, kelebihan, atau ke abnormalan kromosom dapat mengakibatkan janin tidak bisa berkembang dengan semestinya.

Keguguran, atau lebih tepatnya kematian janin yang terjadi pada usia kehamilan trimester kedua, biasanya di sebabkan oleh penyakit atau kondisi kesehatan ibu yang kurang baik. Sedangkan kematian janin yang terjadi pada trimester terakhir kemungkinan di sebabkan oleh infeksi yang terjadi di sekitar janin, di susul dengan ketuban pecah dini. Namun ada juga kasus yang pernah terjadi dimana mulut rahim yang membuka sebelum waktunya, juga bisa mengakibatkan keguguran.

Faktor Seringnya Terjadi Keguguran

Di luar faktor kromosom lainnya, terdapat sejumlah faktor pemicu lain yang bisa di duga berpotensi untuk meningkatkan risiko keguguran. Di antaranya adalah:

  1. Usia sang ibu. Risiko keguguran akan meningkat seiring usia ibu yang menua. Wanita yang hamil di atas usia 35 tahun memiliki risiko keguguran lebih tinggi.
  2. Pengaruh masalah kesehatan sang ibu, misalnya karena ada masalah pada plasenta, memiliki struktur rahim yang abnormal, leher rahim yang lemah, atau menderita sindrom ovarium polikistik.
  3. Penyakit jangka panjang (kronis), misalnya hipertensi yang parah, gangguan ginjal, lupus, atau diabetes yang tidak terkendali.
  4. Pengaruh infeksi tertentu, seperti malaria, toksoplasmosis, rubela, sitomegalovirus, chlamydia , gonore, atau sifilis.
  5. Konsumsi obat-obatan yang berefek samping buruk pada janin, misalnya retinoid, misoprostol, dan obat anti-inflamasi non-steroid.
  6. Pernah mengalami keguguran.
  7. Merokok selama hamil.
  8. Mengonsumsi minuman keras atau menggunakan obat-obatan terlarang selama masa kehamilan.
  9. Konsumsi kafein yang berlebihan.
  10. Kelebihan atau kekurangan berat badan.

Selain akibat berbagai kondisi di atas, keguguran juga dapat terjadi apa bila janin tumbuh di luar rahim. Kondisi ini disebut sebagai “kehamilan ektopik”. Jenis kehamilan ini dapat mengancam jiwa karena memiliki risiko untuk pecah dan mengakibatkan perdarahan dalam.

dddd

Hal Yang Bisa Dilakukan Untuk Menghibur Seseorang Setelah Keguguran

Mengalami kehilangan seseorang yang kita cintai apalagi jika itu buah hati yang kita tunggu-tunggu kelahirannya memang sangat menyakitkan hati. Dan bahakan kebanyakan calon ibu yang mengalami keguguran cenderung akan lebih sensitif. Nah untuk menanganiya atau menghiburnya kalian bisa melakukan beberapa cara ini.

1. Perhatikan Kata-kata Anda

Kadang, tidak semua kata yang mereka dengar bisa di terima dengan baik. Lebih baik Anda bisa menghindari kata-kata yang bisa menyakitinya. Misalnya, hindari kata-kata seperti “Yaudah, nggak apa-apa, ikhlasin aja. Mungkin ini sudah jalannya, nanti juga di kasih lagi yang baru”. Kata-kata ini bisa terdengar “nyelekit” di hati, meski memang niatnya mungkin baik untuk menyemangati sih dia. Pasalnya, janin atau anak bukanlah sebuah barang yang bisa tergantikan. Ini juga bisa membuat pasangan yang kehilangan bayinya jadi tambah bersedih, karena merasa gagal untuk membesarkan bayi dengan benar.

Lebih baik, Anda mengatakan hal-hal yang positif seperti, “Aku turut sedih, kalau kamu mau cerita dan butuh teman, boleh hubungi aku, ya. Aku siap menemani kamu kapanpun kamu perlu aku.” Dengan begitu, setidaknya mereka tau bahwa masih ada orang yang sayang dan mencoba mengerti kesedihan yang mereka alami.

2. Hadiri Ritual Pemakaman

Untuk menghibur teman atau kerabat setelah mengalami keguguran, ada baiknya Anda mengikuti kebiasaan layaknya seseorang yang telah berpulang pada Tuhan Yang Maha Esa. Pemakaman, doa, hari peringatan kepergian, merupakan salah satu hal yang bisa Anda hadiri untuk memberikan dukungan bagian pasangan yang baru saja kehilangan bayi mereka.

3. Jangan Coba Sesekali Menyalahkan Pasangan Tersebut

Di sadari atau tidaknya, orang-orang di sekitar cenderung “hobi” mencari-cari kesalahan orang lain, termasuk ketika sedang menghadapi pasangan setelah keguguran. Inilah yang harus sebisa mungkin Anda hindari yang bisa membuat hatinya  terluka.

Hindari menyalahkan pasangan dengan ucapan, “Kamu sih, nggak jagain istri dengan baik, jadi kan dia nggak bisa ngejagain bayinya, tuh” atau “Kamu sih, nggak minum vitamin/suplemen atau obat herbal lainnya, kan udah ku bilang bagus untuk menyehatkan janin.” Komentar-komentar ini sangat tidak layak untuk di ucapkan pada pasangan yang baru saja kehilangan buah hati mereka.

Ingat, ada begitu banyak faktor yang bisa menjadi penyebab keguguran. Anda sebagai pihak luar tidak tau persis apa yang menyebabkan tragedi tersebut, jadi simpanlah komentar tersebut dalam hati. Lebih baik coba berempati dan mendoakan mereka untuk yang terbaik.

4. Biarkan Mereka Mengekspresikan Emosi Mereka

Menangis, marah, kecewa, dan sedih merupakan gejolak emosi yang umum di rasakan ketika seseorang merasakan kehilangan atau sedang tersakitin akan hal apapun. Tidak seharusnya Anda menyuruh mereka untuk menyudahi dan menghentikan kesedihan mereka.

Ada baiknya, Anda luangkan waktu untuk mendengar semua keluh kesah dari mereka. Karena pada dasarnya, orang yang sedang berduka hanya ingin di dengarkan tentang apa yang mereka rasakan. Jika suasana duka sudah mereda, barulah Anda bisa mengajak mereka untuk move on kembali menjalani hari-hari.

g

Cara Pencegahan Terjadinya Keguguran

Karena penyebabnya yang belum bisa di ketahui secara pasti, keguguran umumnya tidak dapat di cegah. Tetapi, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, guna untuk menurunkan risiko keguguran. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  1. Menerapkan pola makan sehat dan seimbang, terutama meningkatkan konsumsi makanan dengan kandungan serat tinggi.
  2. Tidak merokok, mengonsumsi minuman keras, dan menggunakan obat-obatan terlarang selama masa kehamilan.
  3. Mencegah infeksi-infeksi tertentu selama masa kehamilan, misalnya dengan menerima vaksin sesuai anjuran dokter.
  4. Menjaga berat badan yang sehat sebelum dan saat hamil.
  5. Menangani penyebab keguguran yang bisa di deteksi, seperti otot serviks yang lemah. Kelainan ini dapat di atasi melalui operasi pengencangan otot serviks, sehingga dapat menurunkan risiko keguguran.

Peristiwa keguguran pasti akan menyebabkan tekanan emosional terhadap semua pihak, terutama bagi wanita yang juga harus memulihkan kesehatannya. Rasa bersalah, penyesalan, marah, bahkan trauma dapat melanda wanita yang mengalaminya. Oleh karena itu, dukungan positif dari pasangan serta keluarga sangat di butuhkan untuk yang mengalami masalah tersebut.

Mengalami satu kali keguguran bukan berarti Anda akan kembali mengalaminya pada kehamilan berikutnya. Banyak wanita yang berhasil menjalani masa kehamilan tanpa masalah dan melahirkan bayi yang sehat meski pernah mengalami keguguran.

Sekarang Anda udah taukan mengenai keguguran. Memang mempunyai anak sangatlah di inginkan bagi setiap pasangan baru. Tapi, takdir berkata lain, mungkin Anda dan pasangan Anda bisa menerima ini dengan lapang dada. Semoga bermanfaat yaa.. Terimakasih