Semakin Canggih, Kini Prosedur Medis Indonesia Ada Yang Bertenaga Nuklir

Mendengar kata “nuklir” dan “senyawa radioaktif” tentu membuat Anda menjadi geli atau seram seketika. Sebab mungkin Anda berpikir betapa dahsyatnya bahaya tenaga nuklir dalam peperangan. Eits, jangan salah yaa. Beberapa tahun terakhir ini, energi nuklir telah di kembangkan sebagai bahan penunjang pemeriksaan dalam dunia medis di Indonesia. Memangnya, apa saja jenis pemeriksaan kesehatan berbasis tenaga nuklir yang ada di Indonesia? Yuk, simak ulasan dibawah ini.

Daftar Prosedur Medis Di Indonesia Dengan Tenaga Nuklir

Saat ini memang teknologi dalam bidang kesehatan semakin maju dan berkembang. Nah salah satu yang nyata adalah teknologi medis yang berbasis tenaga nuklir yang terdapat di Indonesia. Berikut adalah daftarnya.

Terapi Radionuklir

0

Selama ini, pengobatan kanker banyak tertuju pada kemoterapi atau radioterapi. Padahal, terdapat alternatif pengobatan lainnya yang di nilai efektif untuk mengobati kanker, yaitu “terapi radionuklir”.

Sederhananya, Terapi Radionuklir merupakan prosedur dalam dunia medis yang memanfaatkan panasnya dari radiasi nuklir sebagai terapi suatu penyakit. Terapi radionuklir ini bermanfaat untuk mengobati sejumlah penyakit kanker, di antaranya kanker tiroid, kanker nasofaring, kanker kelenjar getah bening, dan neuroblastoma (kanker sel saraf pada anak-anak).

Sama seperti kemoterapi, terapi ini bersifat sistemik atau menjangkau seluruh tubuh melalui aliran darah. Namun bedanya, zat radioaktif pada terapi ini secara khusus menargetkan sel kanker secara spesifik dengan merusak DNA sel kanker. Akibatnya, sel kanker menjadi lebih mudah di kendalikan dan efek samping yang di timbulkan pun lebih minim ketimbang efek kemoterapi.

Meski demikian, radionuklir ini baru tersedia di beberapa rumah sakit di kota-kota besar. Biaya yang harus di keluarkan pun terbilang besar untuk beberapa sesi terapi.

Terapi Radionuklir menggabungkan dua konsep, antara lain teknologi radiologi dan tenaga nuklir. Teknoligi Radiologi adalah prosedur medis untuk memindai bagian dalam tubuh menggunakan pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik, gelombang suara, maupun gelombang sangat tinggi (ultrasonik). Sementara itu, tenaga nuklir merupakan panas yang di hasilkan dari reaksi pemecahan atom nuklir.

Radiologi berperan untuk mencari dan memetakan lokasi keberadaan sel kanker berikut persebarannya. Sementara itu, panas dari nuklir berperan sebagai penghantar zat obat untuk membunuh sel-sel kanker pada target area yang spesifik.

Efek yang akan terjadi kepada pasien yang menggunakan terapi radionuklir adalah

  • Mual.
  • Muntah.
  • Rasa tidak nyaman dalam tubuh.
  • Efek samping psikologis (misal kesepian, stres, atau depresi) karena harus diisolasi selama beberapa waktu

Renogram

ff

Renogram merupakan pemeriksaan medis berbasis nuklir yang di gunakan untuk memetakan fungsi ginjal. Prosedur ini di gunakan untuk mengukur dan memantau sejauh mana ginjal pasien bekerja dengan baik.

Renogram Pengobatan Nuklir yang di lakukan dengan menggunakan bahan radioaktif khusus yang, ketika di suntikkan ke dalam aliran darah menunjukkan suplai darah ginjal dan tindakan penyaringan ginjal.

Sebelum menjalani pemeriksaan renogram, pasien akan di minta untuk mengosongkan kandung kemihnya terlebih dahulu. Pasien di perbolehkan untuk tetap memakai pakaiannya, tapi wajib melepas seluruh benda logam yang menempel di tubuh, misalnya kawat gigi, perhiasan, maupun ikat pinggang.

Selanjutnya, pasien akan di minta oleh dokter untuk berbaring di tempat tidur atau duduk di kursi khusus. Pada kursi pasien terdapat sebuah kamera gamma yang sejajar dengan punggung bagian bawah atau lokasi di mana ginjal berada.

Pasien akan di suntikkan suatu radionuklida berupa senyawa Iodine-131 ke dalam pembuluh darah di bagian lengan. Radionuklida ini akan mengalir ke seluruh tubuh pasien dan di saring oleh organ ginjal. Pasien hanya perlu duduk selama 30 sampai 60 menit selama kamera gamma mengambil serangkaian citra atau gambar pada ginjal pasien.

Keunggulan dari pemeriksaan medis ini adalah pasien tidak akan merasakan efek apa pun. Pasalnya, prosedur renogram tidak akan memancarkan radiasi, tapi hanya mendeteksi radiasi yang berasal dari radionuklida yang di suntikkan.

Produk yang di hasilkan oleh renogram adalah berupa grafik yang menunjukkan seberapa cepat radionuklida melewati ginjal dan masuk ke dalam kandung kemih pasien. Bila pola grafik cenderung standar, maka fungsi ginjal pasien dapat di katakan dalam kondisi baik. Sebaliknya, bila terdapat grafik yang melenceng dari standar, maka dapat di katakan fungsi ginjal pasien mengalami masalah tertentu.

PET Scan

th

Bentuk pemanfaatan tenaga nuklir lainnya dalam bidang kesehatan adalah pemindaian Positron Emission Tomography (PET). PET scan adalah tes pencitraan dengan radiasi untuk melihat aktivitas sel di dalam tubuh.

Prosedur ini paling sering di gunakan untuk menyelidiki epilepsi, penyakit Alzheimer, kanker, dan penyakit jantung. Ketika PET scan di gunakan untuk mendeteksi kanker, dokter akan melihat bagaimana kanker bermetabolisme dalam tubuh dan apakah kanker sudah menyebar (metastasis) ke organ lainnya?

Sebelum menjalani PET scan, pasien sebaiknya tidak mengonsumsi makanan apapun selama 4 sampai 6 jam sebelum melakukan pemindaian. Akan tetapi, pasien tetap harus mengonsumsi banyak air untuk mencegah dehidrasi.

Pasien kemudian akan di suntikkan sejumlah radiotracer, yaitu suatu pelacak yang mengandung radioaktif dan bahan kimia alami seperti glukosa. Radiotracer ini akan bergerak menuju sel target dengan menggunakan glukosa sebagai energi. Karena tubuh membutuhkan waktu untuk menyerap radiotracer, maka pasien harus menunggu sekitar satu jam sebelum pemindaian di mulai. Barulah pasien di minta untuk berbaring pada permukaan yang terhubung dengan mesin PET dan memulai pemindaian.

Branchytherapy

hg

Branchytherapy merupakan salah satu prosedur medis yang memanfaatkan sebuah tenaga nuklir. Pemeriksaan medis yang sering disebut sebagai radiasi lokal ini di gunakan untuk mengobati sejumlah penyakit kanker, seperti:

  • Kanker Serviks

Brachytherapy umumnya di gunakan dalam pengobatan kanker serviks dini atau lokal yang terbatas dan merupakan standar perawatan di banyak negara. Kanker serviks dapat di obati dengan brachytherapy LDR, PDR atau HDR. Di gunakan dalam kombinasi dengan EBRT, brachytherapy dapat memberikan hasil yang lebih baik dari pada EBRT saja. Ketepatan brachytherapy memungkinkan radiasi target yang tinggi untuk di kirim ke serviks, sambil meminimalkan paparan radiasi pada jaringan dan organ yang berdekatan.

Kemungkinan bertahan bebas dari penyakit (survival bebas penyakit) dan bertahan hidup (survival keseluruhan) serupa untuk pengobatan LDR, PDR dan HDR. Namun, keuntungan utama pengobatan HDR adalah bahwa setiap dosis dapat di berikan secara rawat jalan dengan waktu administrasi yang singkat memberikan kenyamanan lebih besar bagi banyak pasien.

  • Kanker Prostat

Implantasi benih permanen yang cocok untuk pasien dengan tumor lokal dan prognosis yang baik dan telah terbukti menjadi pengobatan yang sangat efektif untuk mencegah kanker kembali. Tingkat kelangsungan hidup serupa dengan yang di temukan pada EBRT atau operasi (prostatektomi radikal), namun dengan efek samping yang lebih sedikit seperti impotensi dan inkontinensia. Prosedurnya bisa selesai dengan cepat dan pasien biasanya bisa pulang pada hari perawatan yang sama dan kembali ke kegiatan normal setelah 1 sampai 2 hari. Implantasi benih permanen sering kali merupakan pilihan pengobatan yang kurang invasif di bandingkan dengan operasi pengangkatan prostat.

Brachytherapy HDR sementara adalah pendekatan baru untuk mengobati kanker prostat, namun saat ini kurang umum dari pada implantasi benih. Hal ini di dominasi di gunakan untuk memberikan dosis tambahan selain EBRT (di kenal sebagai terapi “dorongan“) karena menawarkan metode alternatif untuk memberikan terapi radiasi dosis tinggi yang sesuai dengan bentuk tumor di dalam prostat, sementara hemat paparan radiasi pada jaringan di sekitarnya. Brachytherapy HDR sebagai dorongan untuk kanker prostat juga berarti bahwa kursus EBRT bisa lebih pendek dari pada saat EBRT di gunakan sendiri.

  • Kanker Payudara 

Terapi radiasi adalah standar perawatan untuk wanita yang telah menjalani operasi lumpektomi atau mastektomi, dan merupakan komponen integral dari terapi pelestarian payudara. Brachytherapy dapat di gunakan setelah operasi, sebelum kemoterapi atau paliatif dalam kasus penyakit lanjut. Brachytherapy untuk mengobati kanker payudara biasanya dilakukan dengan brachytherapy sementara HDR. Pasca operasi, brachytherapy payudara dapat digunakan sebagai “dorongan” setelah iradiasi payudara utuh (WBI) menggunakan EBRT. Baru-baru ini, brachytherapy sendiri digunakan untuk memberikan APBI (iradiasi payudara parsial yang dipercepat), yang melibatkan pengiriman radiasi ke daerah sekitar tumor asli.

Manfaat utama brachytherapy payudara dibandingkan dengan iradiasi seluruh payudara adalah bahwa dosis tinggi radiasi dapat diterapkan secara tepat pada tumor sementara radiasi hemat pada jaringan payudara sehat dan struktur yang mendasarinya seperti tulang rusuk dan paru-paru. APBI biasanya bisa selesai dalam waktu seminggu. Pilihan brachytherapy mungkin sangat penting untuk memastikan bahwa wanita yang bekerja, orang tua atau wanita yang tidak memiliki akses mudah ke pusat perawatan, dapat memperoleh manfaat dari terapi pembesaran payudara karena kursus pengobatan singkat dibandingkan dengan WBI (yang sering kali memerlukan lebih banyak kunjungan selama 1 sampai 2 bulan).

  • Kanker Kulit 

Brachytherapy HDR untuk kanker kulit non melanomatous, seperti karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa, memberikan pilihan pengobatan alternatif untuk operasi. Hal ini sangat relevan untuk kanker pada hidung, telinga, kelopak mata atau bibir, di mana pembedahan dapat menyebabkan kerusakan atau memerlukan rekonstruksi ekstensif. Berbagai aplikator dapat digunakan untuk memastikan kontak yang erat antara sumber radiasi dan kulit,

Pemeriksaan medis ini dapat di lakukan secara terpisah atau bersamaan dengan pengobatan kanker lainnya. Ambil contoh, branchytherapy terkadang di gunakan untuk membantu menghancurkan sisa sel kanker pasca operasi, atau bisa juga di lakukan bersamaan dengan radiasi sinar eksternal.

Pemeriksaan branchytherapy di lakukan dengan memasukkan bahan radioaktif secara langsung di dalam tubuh yang dekat dengan letak kanker. Namun, hal ini dipengaruhi banyak faktor, di antaranya lokasi dan tingkat keparahan kanker, kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, dan tujuan pengobatan itu sendiri. Radioaktif ini dapat di tempatkan pada dua bagian tubuh, yaitu:

1. Dalam Rongga Tubuh

Selama branchytherapy intrakavitas, alat yang mengandung bahan radioaktif akan di tempatkan pada rongga tubuh, seperti tenggorokan atau vagina. Alat ini dapat berupa tabung atau silinder yang sesuai dengan ukuran rongga tubuh yang menjadi target. Seperangkat alat ini kemudian di posisikan oleh tangan tim terapi radiasi atau dengan bantuan mesin agar tepat pada lokasi kanker.

2. Dalam Jaringan Tubuh

Selama branchytherapy interstisial, alat yang mengandung bahan radioaktif akan ditempatkan di dalam jaringan tubuh, seperti di dalam payudara atau prostat. Alat ini terdiri dari jarum dan balon kecil seukuran beras di ujungnya. CT scan, USG (ultrasound), atau pencitraan lainnya kemudian di gunakan untuk membantu mengarahkan alat pada jaringan kanker dan mulai di lakukan pemindaian.

Itulah pembahasan mengenai prosedur medis yang berbasis Tenaga Nuklir di Indonesia. Semoga bermanfaat yaa. Terimakasih