Cinta Pada Pandangan Pertama? Siapa Saja Bisa Mengalaminya

Bagi sebagian orang, cinta pada pandangan pertama mungkin terkesan klasik atau bahkan mengada-ada. Beberapa orang bahkan mengatakan bahwa hal tersebut terjadi hanya karena adanya daya tarik fisik satu sama lain. Bagaimana bisa jatuh cinta pada seseorang hanya karena pertama kali melihatnya? Mengetahui kepribadiannya pun belum, bagaimana bisa cinta pada orang yang jelas-jelas tidak di kenal atau bahkan baru pertama kali Anda lihat? Untuk itu, simak mengenai cinta pada pandangan pertama di bawah ini.

Apa Itu Cinta Pada Pandangan Pertama?

th

Sebenarnya, istilah cinta pada pandangan pertama terkesan keliru karena tidak bisa di pahami secara jelas. Hal ini di karenakan, ketika Anda menyebutkan cinta pada pandangan pertama berati merujuk pada cinta yang Anda rasakan ketika pertama kali melihatnya.

Melihat orang pertama kali tidak mampu untuk mendeteksi karakteristiknya. Walaupun mungkin terkadang Anda mampu menebak sifat seseorang dari penampilannya, itu hanyalah sebuah keberuntungan atau kebetulan. Anda mungkin mengagumi dari penampilannya, tapi tidak bisa di katakan mencintai karena Anda tidak mengenal orang tersebut, apa lagi mengetahui sifatnya. Dengan demikian, hanya dengan melihat orang lain secara sekilas tanpa berkesempatan mengenalnya lebih jauh tidak bisa di katakan Anda mencintai orang tersebut.

Psikolog asal Amerika, Linda Blair mengatakan bahwa “Cinta pada pandangan pertama lebih kepada nafsu pada pandangan pertama karena yang pertama kali di lihat oleh mata adalah penampilan atau rupa”. Maka, bisa jadi ketertarikan fisiklah yang sebenarnya muncul.

Blair mengatakan, “Cinta yang sebenarnya membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh. Perlu waktu cukup untuk menentukan apakah itu cinta atau hanya sekedar tertarik secara fisik”.

Ya, cinta pada pandangan pertama hanyalah ketertarikan yang bergelora saat itu saja, tidak mendalam. Oleh karena itu, selalu ada kemungkinan bahwa cinta ini tidak akan bisa di bawa ke arah hubungan yang lebih serius. Fakta bahwa cinta pada pandangan pertama bisa hilang setelah beberapa waktu menyiratkan bahwa ini bukanlah cinta yang serius.

Sangat jarang terjadi cinta pada pandangan pertama berlanjut ke hubungan yang lebih mendalam, di karenakan seiring berjalannya waktu ternyata apa yang Anda pikirkan tentang seseorang tersebut tidak sesuai dengan kenyataannya. Namun, ini bukan harga mati. Ada juga beberapa pasangan yang awalnya memang hanya tertarik secara fisik saja. Namun, setelah mengenal sosok satu sama lain secara lebih mendalam, cintanya terus tumbuh.

Apakah Cinta Pada Pandangan Pertama Itu Ada?

1457334794

Meski kebanyakan ahli tidak memercayainya, beberapa orang percaya bahwa cinta pada pandangan pertama memang nyata. Perasaan senang yang berlebihan dan debaran jantung yang tidak teratur serta rasa yakin bahwa dialah belahan jiwa membuat sebagian orang merasa bahwa ia menemukan cintanya di kali pertama melihat.

Perasaan di mana Anda merasa telah mengenal orang tersebut di masa lalu. Padahal jelas-jelas Anda baru melihatnya lima detik yang lalu. Atau mungkin pada pandangan pertama Anda merasa separuh diri Anda seperti tertarik ke arahnya layaknya magnet.

Bagaimanapun juga, Anda tetap memerlukan relasi dan interaksi secara langsung untuk menentukan apakah itu benar-benar belahan jiwa Anda atau bukan. Karenanya, Anda harus mengakui bahwa sebenarnya Anda tidak benar-benar mencintainya pada pandangan pertama. Harus ada relasi yang terjalin dengan baik untuk mencintai seseorang karena cinta tidak datang secara otomatis. Bertrand Russel, seorang filsuf besar dunia menyatakan bahwa Anda perlu mengenali secara langsung sebelum Anda mencintainya, istilah ini disebut “knowledge by acquaintance”.

Usaha untuk mengenali seseorang bisa bersifat kognitif, yakni berdasarkan apa yang ia katakan kepada Anda, dan emosi apa yang dia ungkapkan. Kemudian bisa melalui nada suara, lalu caranya berperilaku, hingga bagaimana dia menyikapi sesuatu. Hal ini tidak berarti bahwa semua jenis perkenalan semacam itu di perlukan untuk “mencintai pada pandangan pertama”. Namun, untuk menegaskan bahwa cinta tidak dapat di batasi hanya dengan persepsi visual saja.

Perkenalan semacam ini membuat Anda bisa lebih banyak menilai dan mempertimbangkan banyak hal. Misalnya apakah dia memiliki selera humor yang sama dengan Anda? Apakah sikapnya sesuai dengan nilai yang Anda anut Apakah Anda merasa nyaman jika berada di dekatnya?

Evaluasi semacam ini terjadi pada tingkatan yang lebih dari sekedar tatapan atau pertemuan pertama. Dari situlah baru cinta pada pandangan pertama bisa berubah menjadi lebih dalam dan berkelanjutan.

Ciri-ciri Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama

Strangers girl and guy flirting looking each other on the street

Pada dasarnya, bahasa tubuh seseorang bisa menjadi sebuah tolak ukur apakah ia sedang jatuh cinta atau tidak. Kaum adam yang terkenal kuat secara fisik sekalipun seketika akan menjadi lemah dan berdamai dengan bahasa tubuhnya saat sedang jatuh cinta. Nah, untuk kalian ada beberapa ciri yang bisa menunjukkan sedang jatuh cinta padamu saat pandangan pertama. Apa sajakah itu?

  • Tatapan Mata

Mata merupakan satu-satunya bagian tubuh yang akan menerima segala sesuatu untuk pertama kalinya sebelum di rekam lalu di simpan di dalam pikiran. Mata pula yang menjadi alat untuk mengutarakan bahasa tubuh seseorang.
Seorang pria yang sedang jatuh cinta akan memiliki tatapan mata yang lebih lembut dan begitu dalam. setiap orang melakukan hal ini tanpa sadar karena sedang melihat sebuah keindahan dari seseorang. Namun, membalas tatapannya tersebut, maka dengan sigap akan mengalihkan pandangannya ke arah yang lain. Menariknya, hal ini akan ia ulangi kembali jika seorang sudah tidak menatapnya maka situasi seperti ini sering disebut dengan “curi-curi pandang”.

  • Grogi

Ciri-ciri pria jatuh cinta pada pandangan pertama yang juga patut kamu perhatikan adalah munculnya rasa grogi. Saking bahagianya saat ia melihatmu, maka ia sulit untuk mengendalikan perilakunya sehingga cenderung bertingkah aneh. Sikap grogi ini bisa sangat terlihat saat mereka ingin memulai sebuah obrolan di mana setiap kata yang keluar dari mulutnya menjadi terbata-bata.

  • Nada yang Rendah

Sebenarnya, perubahan nada itu tidak hanya di lakukan oleh pria ataupun wanita yang sedang jatuh cinta. Namun karena pria pada dasarnya memiliki suara yang lebih lantang, maka perubahan nadanya saat sedang jatuh cinta akan sangat terasa. Hal ini mereka lakukan karena merasa bahwa wanita identik dengan hal-hal yang lembut, sehingga ia harus menyesuaikan nada suaranya. Alasannya jelas, ia ingin mendapatkan kesan yang baik, apalagi saat bertemu pertama kalinya.

  • Tersenyum

Senyuman merupakan sebuah sikap yang muncul karena adanya rasa bahagia, termasuk saat bertemu dengan seseorang untuk pertama kalinya. Meskipun tidak bersifat mutlak, namun senyuman yang selalu di lemparkan termasuk sebagai ciri-ciri pria jatuh cinta pada pandangan pertama. Nah, jika kamu menjumpai pria seperti ini, maka berbahagialah karena seseorang sedang menaruh hati padamu. Jangan ragu untuk membalas senyumannya.

  • Selalu Mencari Tau

Jika di kemudian hari ia ternyata selalu mencari tau tentang keberadaanmu, baik itu dengan bertanya pada teman-temanmu atau mencarimu di media sosial, maka besar kemungkinkan bahwa ia memang memiiki ketertarikan saat pertemuan pertama. Sudah menjadi hal yang normal jika seseorang yang sedang dimabuk asmara akan selalu berusaha mencari tau keberadaan dari orang yang ia kagumi tersebut.

Jadi, jangan heran jika tiba-tiba kamu bertemu dengannya di sebuah tempat. Itu bukanlah sebuah kebetulan, karena ia memang sengaja untuk mencarimu, sekalipun hanya untuk melihat sekejap.

Agar kamu bisa mengetahui seberapa besar cinta seorang pria saat pandangan pertama, kamu bisa mengukurnya lewat seberapa sering dan konsisten ia menunjukkan ciri-ciri di atas. Jika hal tersebut ia tunjukkan tidak terlalu intens, maka besar kemungkinan ketertarikan yang ia tunjukkan hanya bersifat sesaat.

Sebaiknya jangan terburu-buru menjalin hubungan dengan pria seperti ini. Tanpa bermaksud menjustifikasi, namun pria seperti ini termasuk sosok yang sangat mudah jatuh cinta kepada orang lain. Besar kemungkinan ia adalah pria yang terlalu menomor satukan fisik seseorang.

Bisakah Kita Membedakan Cinta atau Sekadar Suka Pada Pandangan Pertama?

Menyukai dan mencintai jelas kedua hal yang berbeda. Jadi, meskipun Anda menyukai perkenalan pertama Anda dengan seseorang bukan berarti Anda bisa mencintainya. Semua ini kembali pada Anda tentang apa arti cinta menurut versi masing-masing.

Cinta sering kali di gambarkan sebagai relasi atau perasaan yang mengandung komitmen, konsisten, kejujuran, rasa saling percaya, perhatian, dan lain sebagainya. Intinya, proses mencintai adalah proses di mana Anda melakukan hal yang “saling”. Sehingga apa pun yang Anda lakukan di lakukan demi kebahagiaan bersama, bukan pribadi.

Dalam kasus cinta pada perkenalan pertama, perhatian yang mendalam terhadap satu sama lain tampaknya belum tumbuh, karena waktu yang di perlukan untuk menumbuhkan hal tersebut terlalu singkat. Cinta membutuhkan waktu untuk berkembang. Setelah pertemuan pertama, Anda mulai bisa berpikir apakah orang ini memang tepat untuk Anda atau justru sebaliknya. Mencintai seseorang secara mendalam butuh permulaan, dan cinta pada perkenalan pertama bisa membawa Anda pada cinta yang sesungguhnya.

Pada akhirnya, cinta pada pandangan pertama mungkin saja terjadi. Namun, hanya orang yang memiliki pengalaman tersebutlah yang lebih mampu memaknainya. Apakah betul-betul cinta pada pandangan pertama atau ternyata hanya suka pada perkenalan pertama.