Mengenal Mengenai Touch Screens

Hai teman-temanku.. Apa kabar? Semoga sehat yaa.. Oiya, ada yang tau nggak mengenai “Touch Screens (Layar Sentuh)”? Ternyata layar sentuh sudah ada lo sejaka lama. Apakah kalian tau itu? Nah, yuk mari kita mengenal lebih dalam lagi apa itu layar sentuh dibawah ini.

Pengertian Layar Sentuh

s-l1000

Layar sentuh adalah perangkat input dan output yang biasanya di lapisi pada bagian atas tampilan visual elektronik dari sistem pemrosesan informasi. Seorang pengguna dapat memberi masukan atau kontrol sistem pemrosesan informasi melalui gerakan sederhana atau multi-touch dengan menyentuh layar dengan stylus yang khusus atau satu atau lebih jari.

Beberapa touchscreens menggunakan sarung tangan biasa atau bisa di lapisi khusus untuk bekerja, sementara yang lain hanya bisa bekerja menggunakan stylus atau pena khusus. Pengguna dapat menggunakan layar sentuh untuk bereaksi terhadap apa yang di tampilkan, dan jika perangkat lunak mengizinkan untuk mengontrol tampilannya, misalnya memperbesar ukuran teks atau kegunaan lainnya.

Layar sentuh memungkinkan pengguna untuk berinteraksi secara langsung dengan apa yang di tampilkan, dari pada menggunakan mouse, touchpad, atau perangkat sejenis lainnya (selain stylus, yang merupakan pilihan untuk layar sentuh paling modern).

Layar sentuh yang biasa pasti ada di semua perangkat seperti konsol game, komputer pribadi, mesin pemungutan suara elektronik, dan sistem penjualan point-of-sale (POS). Mereka juga bisa di lampirkan ke komputer, atau seperti terminal, ke jaringan. Mereka memainkan peran penting dalam perancangan peralatan digital seperti personal digital assistant (PDA) dan beberapa pembaca elektronik.

Popularitas sejenis smartphone, tablet, dan berbagai jenis peralatan informasi mendorong permintaan dan penerimaan touchscreen yang umum untuk elektronik portabel dan fungsional. Layar sentuh di temukan di bidang medis, industri berat, mesin teller otomatis (ATM), dan kios seperti display museum atau otomasi ruangan, di mana sistem keyboard dan mouse tidak memungkinkan interaksi yang intuitif, cepat, atau akurat dengan pengguna isi layar.

Secara ceritanya, sensor layar sentuh dan firmware berbasis controller yang menyertainya telah tersedia oleh beragam integrator sistem pasar setelahnya, dan bukan oleh produsen display, chip, atau motherboard. Display produsen dan produsen chip telah mengakui kecenderungan penerimaan layar sentuh sebagai komponen antarmuka pengguna dan telah mulai mengintegrasikan layar sentuh ke dalam desain dasar produk mereka.

Sejarah Layar Sentuh

The University of Illinois released its PLATO IV touch-screen terminal in 1972.

Pada tahun 1965, Eric Johnson dari Royal Royal Radar Establishment yang berada di Malvern, Inggris, menemukan layar sentuh yang pertama, yang di gunakan di Inggris untuk pengendalian lalu lintas udara sampai sekitar tahun 1995.

Layar sentuh resistif pertama di temukan oleh G. Samuel Hurst pada tahun 1975, dan telah di produksi pada tahun 1982. Kembali pada tahun 1970, Hurst dan sembilan temannya yang lain, telah menemukan bahwa layar sentuh di monitor komputer yang di buat untuk metode interaksi yang hebat.

Pada tahun 1972, sebuah kelompok di University of Illinois mengajukan paten pada layar sentuh optik yang menjadi bagian standar dari Terminal Siswa Magnavox Plato IV dan ribuan di bangun untuk tujuan ini. Layar sentuh ini memiliki rangkaian sensor inframerah 16 × 16 yang di lintasi, masing-masing terdiri dari LED di salah satu sisi layar dan fototransistor yang sesuai di sisi yang lain, semuanya terpasang di depan panel layar monokrom plasma.

University of Illinois telah mengembangkan sistem komputer terhadap pendidikan sepanjang tahun 1960-an. Sistem tersebut menggunakan panel sentuh inframerah yang digunakan siswa untuk menjawab pertanyaan.

Teknologi layar sentuh di mulai pada tahun 1982, ketika University of Toronto’s Input Research Groupmengembangkan sistem multitouch input manusia pertama, yang menggunakan panel kaca buram dengan kamera di letakkan di belakang kaca.Konsep ini mulai di gunakan di layar pada tahun 1984 dan penggunaan pertamanya memungkinkan orang memanipulasi grafis menggunakan jari mereka. Pada tahun 1985, kelompok University of Toronto, termasuk Bill Buxton, mengembangkan tablet multi sentuh yang menggunakan sistem penginderaan optik berbasis serat optik.

Teknologi ini terus berkembang di era 80 hingga 90 sampai di perkenalkannya keyboard dan mouse yang pada akhirnya di ambil alih oleh Simon Personal Communicator Phone pada 1993. Di 2007, penggunaan teknologi touch screen mulai populer di perangkat konsumen dan popularitasnya melonjak hingga kini.

Jenis-Jenis layar sentuh

Nah, udah taukan sejarah dari layar sentuh? Selain pengertian dan sejarah yang telah di bahas di atas, ada tiga jenis teknologi layar sentuh, antara lain sebagai berikut:

  • Resistive: Panel layar sentuh resistif yang di lapisi dengan lapisan konduktif dan elektrik elektrik tipis yang menyebabkan perubahan arus listrik yang terdaftar sebagai acara sentuhan dan di kirim ke pengontrol untuk di proses. Resistive panel layar sentuh pada umumnya lebih terjangkau namun hanya menawarkan kejernihan 75% dan lapisannya bisa rusak oleh benda tajam. Panel layar sentuh resistif tidak terpengaruh oleh elemen luar seperti debu atau air.
  • Gelombang Permukaan: Teknologi gelombang permukaan menggunakan gelombang ultrasonik yang melewati panel layar sentuh. Saat panel di sentuh, sebagian gelombang di serap. Perubahan gelombang ultrasonik ini mencatat posisi peristiwa sentuhan dan mengirimkan informasi ini ke pengontrol untuk di proses. Panel layar sentuh gelombang permukaan adalah yang paling maju dari ketiga tipe tersebut, namun bisa rusak oleh elemen luar.
  • Kapasitif: Panel layar sentuh kapasitif di lapisi dengan bahan yang menyimpan muatan listrik. Saat panel di sentuh, sejumlah kecil muatan di tarik ke titik kontak. Sirkuit yang terletak di setiap sudut panel mengukur muatan dan mengirimkan informasi ke pengontrol untuk di proses. Panel layar sentuh kapasitif harus di sentuh dengan jari tidak seperti panel gelombang resistif dan permukaan yang bisa menggunakan jari dan stylus. Layar sentuh kapasitif tidak terpengaruh oleh elemen luar dan memiliki kejernihan yang tinggi.

Apa Saja Tipe-tipe Layar Sentuh?

Semua tipe layar sentuh melekat pada unit tampilannya. Perbedaanya terletak pada cara mendeteksi sentuhan dan metode yang di gunakan dalam memproses input sentuhan. Berikut ada beberapa tipe layar sentuh, yaitu:

Capacitive overlay

Di setiap sudut layar terdapat sirkuit yang berfungsi untuk mengukur kapasitansi. Sentuhan yang di berikan oleh jari atau alat penghantar lainnya yang merupakan konduktor pada layar menyebabkan gangguan pada kondisi elektrostatis. Gangguan tersebut menyebabkan perubahan kapasitansi. Perubahan yang terjadi terukur oleh sirkuit dan kemudian di pergunakan untuk mendeteksi lokasi sentuhan. Tipe ini memiliki daya tahan yang kuat serta tampilan yang jernih.

Guided acoustic wave

Alat ini bekerja dengan mentransmisikan gelombang akustik melalui lapisan atas kaca yang di tempatkan di atas layar tampilan. Ketika suatu alat yang memiliki daya penghantar seperti jari terkontak dengan gelombang, maka transmisi gelombang akustik terganggu oleh jari. Gangguan menyebabkan pengurangan amplitudo di mana pengurangan tersebut di identifikasi oleh control electronics untuk mendeteksi lokasi sentuhan.

Resistive overlay

Unggul dalam daya tahan khususnya terhadap perlakuan kasar dan harga yang terjangkau. Tersusun atas dua lapisan tipis yang terbuat dari kaca atau polyester yang di selubungi dengan material penghambat dan di pisahkan oleh titik-titik pemisah yang tidak terlihat. Pada resistive overlay, arus listrik mengalir pada seluruh bagian layar. Ketika tekanan di berikan pada layar, kedua lapisan tersebut saling berhimpitan yang kemudian menyebabkan perubahan aliran arus listrik. Melalui perubahan tersebut lokasi sentuhan terdeteksi.

Scanning infrared

Dalam bingkai sentuhan atau layar terdapat jajaran diode cahaya dan transistor foto yang masing-masing di letakkan di dua sisi yang berlawanan untuk menghasilkan sebuah kisi dari cahaya infra merah yang tidak terlihat. Ketika jari atau alat penghantar lainnya memasuki kisi tersebut, cahaya infra merah yang di pancarkan diode cahaya terhalangi. Foto transistor mendeteksi hilangnya cahaya dan mentransmisikan sinyal yang mengidentifikasi koordinat x dan y dari letak jari atau alat penghantar tersebut.

Near field imaging (NFI)

Tipe ini menggunakan alat atau sirkuit pendeteksi sentuhan yang canggih untuk mendeteksi sentuhan. Alat atau sirkuit tersebut memiliki tingkat ketepatan tinggi dalam menggunakan data dan memproses gambar untuk menghasilkan profil yang tepat atas sentuhan yang diberikan.

Surface acoustic wave

Bekerja dengan mengirimkan gelombang akustik melalui panel kaca yang dilengkapi dengan beberapa transduser dan reflektor. Ketika jari bersentuhan dengan gelombang akustik, gerakan gelombang mengalami perubahan. Perubahan ini kemudian digunakan untuk mendeteksi lokasi sentuhan. Keunggulan tipe ini adalah memiliki tingkat kejernihan yang paling tinggi serta daya tahan yang baik. Namun, sensitif terhadap kotoran yang menempel.

Cara Kerja Sistem Layar Sentuh (TouchScreen)

dddds

Ada tiga komponen yang pada umumnya yang di gunakan pada teknlogi Touch Screen, yaitu:

    1. Touch Sensor, sensor sentuh adalah panel dengan permukaan dengan responsif terhadap sentuhan touch, sistenya di bangun berdasarkan 3 tipe sensor, yaitu Resistive (yang paling umum), surface acoustic wave, Dancapacitive ( yang pada umumnya di Smartphone ). Jadi secara umum sensor menggunakan arus listrik yang menyebar pada device, dan ketika kita menyentuhnya akan mengubah voltase, dan perubahan voltase ini akan memberikan tada titik sentuhan.
    2. Controller, Pengontrol adalah hardware yang mengubah perubahan voltase pada sencor ke dalam sinyal yang di terima komputer atau device lain.
    3. Software, Perangkat Lunak yaitu yang memberikan informasi ke dalam Smartphone , komputer, tablet, perangkat game, dan lainnya, mengenai apa yang terjadi tehadap sensor dan informasi yang datang pengontrol, bagian mana yang di sentuh, ini akan memicu device untuk bereaksi.

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Layar Sentuh Tidak Berfungsi?

Jangankan buatan manusia buatan tuhan saja jika digunakan secara terus menerus akan mengalami kerusakan, begitu pula dengan layar sentuh (touch screen) dimana benda ini dapat mengalami heng, alias tidak dapat berfungsi dengan baik. Namun ada beberapa cara agar membuatnya kembali seperti semula, berikut tipsnya.

1. Bebaskan RAM

Salah satu penyebab layar sentuh ponsel sering macet atau lambat ketika di gunakan adalah RAM, yang sudah terlalu terbebani dengan banyaknya penggunaan aplikasi. Jumlah aplikasi dan gim (game) yang terlalu banyak atau kapasitas RAM yang terlalu kecil adalah salah satu alasan kenapa RAM ponsel harus di bebaskan.

Ingatlah untuk menghapus aplikasi atau gim yang kamu rasa kurang penting dan sudah tidak di mainkan lagi. Ada baiknya juga untuk menggunakan aplikasi task manager untuk mematikan aplikasi yang sedang berjalan di dalam ponsel.

2. Restart Perangkat

Me-restart di percaya dapat mengatasi berbagai permasalahan, bahkan tidak hanya di perangkat Android, di Windows dan iOS pun hal tersebut merupakan jurus terakhir untuk mengatasi permasalahan layar sentuh yang macet.

3. Gunakan Kalibrasi

Hal ini di tujukan untuk menyesuaikan layar sentuh dengan sentuhan yang di sediakan oleh developer perangkat. Berhubung setiap sistem operasi memiliki langkah tersendiri untuk melakukan kalibrasi, bagi kamu yang menggunakan Android bisa menemukan fitur kalibrasi ini di pengaturan.

4. Ganti Launcher

Pertimbangkanlah untuk mengganti launcher Anda, misalnya dengan memasang Apex Launcher, GO Launcher, atau launcher lain yang menurut Anda menarik.

Keuntungan dan kerugian Dari Layar Sentuh

Keuntungan:

  1. Terdapat kontrol dan interaksi langsung antara indera penglihatan dan indera peraba masukkan dan keluaran yang dihasilkan terdapat pada satu lokasi yang sama)
  2. Adanya kemampuan untuk memasukkan dan mengawasi data secara cepat
  3. Karena penggunaannya mudah, tidak diperlukan terlalu banyak pelatihan pengguna dalam mengoperasikan sistem layar sentuh
  4. Hanya pilihan yang valid dan mungkin untuk di terima yang dapat di tampilkan
  5. Mudah diterima oleh penggunanya
  6. Tidak dibutuhkannya daya ingat penggunanya

Kerugian:

  1. Besarnya biaya pengembangan sistem layar sentuh sebagai teknologi yang belum lama digunakan dalam barang-barang yang diproduksi secara massal
  2. Membutuhkan tambahan waktu dalam proses pemrogramannya
  3. Kurang fleksibel untuk beberapa jenis masukkan tertentu
  4. Kesalahan pada gambar yang ditampilkan akan menimbulkan kesalahan pengoperasian
  5. Kelelahan yang dirasakan akibat mendekati layar secara berulang kali
  6. Jari tangan seringkali menutupi tampilan visual layar
  7. Diperlukannya metode-metode baru dalam pemrograman perangkat halus

Nah, sekarang kamu udah taukan apa saja mengenai layar sentuh? Semoga bermanfaat ya pembahasan kali ini teman-teman. Terimakasih