Mengenal Perkembangan Kakulator Serta Jenisnya

Beberapa manusia pasti setiap harinya melakukan perhitungan seperti menghitung pemasukan, pengeluaran, dan sebagainya. Melakukan perhitungan bisa dilakukan dengan cara manual ataupun menggunakan kalkulator.

Kakulator merupakan suatu alat portable yang dimana bisa membantu manusia dalam perhitungan. Kakulator juga banyak di gunakan oleh pelajar, pedagang, perbankan dan sebagainya. Berikut penjelasan lengkap mengenai Kakulator.

Sejarah Perkembangan Kakulator

Kakulator atau sering disebut dengan mesin hitung, merupakan sebuah alat hitung yang menggunakan tenaga baterai (Battery Powered Calculator) atau juga bisa menggunakan tenaga dari matahari (Solar Powered Caculator) yang untuk menghitung mulai dari perhitungan pertambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, serta lainnya. Kakulator memiliki berbagai macam bentuk dan memiliki ukuran angka yang berbagai macam seperti 6 digit, 10 digit, 12 digit, 14 digit, ataupun 16 digit.

Kakulator pertama kali ditemukan oleh seorang filsafat atau lebih dalam di ilmu pengetahuan dal ilmu terapan yang dimana dia telah berhasil menciptakan Mesin hitung untuk dikenal pertama kalinya. Penemu tersebut bernama Blaise Pascal yang lahir pada 19 Juni  1623 di kota Clermont-Ferrand, Prancis.

Pada waktu kecil dia sering di kenal dengan anak yang cerdas walaupun tidak menempuh pendidikan secara resmi. Pada usia 12 tahun, dia menciptakan sebuah mesin hitung untuk membantu ayahnya dalam bekerja. Dan pada sekitar ia memasuki usia 14 tahun, karyanya semakin bertambah mulai dari merancang bangunan, menemukan prinsip kerja, sistem kerja arloji dan terlibat dalam pembuatan sistem transportasi bawah tanah di kota Paris.

Selain pengertian yang dijelaskan di atas, berikut ada beberapa jenis mesin hitung beserta perkembangannya:

abacus-768x453

Sekitar ribuan tahun yang lalu, sebuah alat hitung tradisional dan kalkulator mekanik telah di buat oleh Abacus, yang muncul di negata Asia. Alat hitung tersebut ialah “Sempoa (Dekak-dekak)” yang merupakan alat kuno untuk berhitung yang di buat dari rangka kayu dan sederetan poros berisi manik-manik yang bisa digeser-geserkan.

Asal-usul sempoa sulit untuk di temukan karena alat hitung yang mirip-mirip sempoa banyak di kenal di berbagai kebudayaan dunia. Konon sempoa sudah ada di Babilonia dan di Tiongkok sekitar tahun 2400 SM dan 300 SM. Orang zaman kuno menghitung dengan membuat garis-garis dan meletakkan batu-batu di atas pasir yang merupakan bentuk awal dari berbagai macam variasi sempoa.

kalkulator-roda-numerik2-768x467

Pada tahun 1642, Blaise Pascal pada umur 18 tahun, menemukan apa yang disebut sebagai kalkulator roda numerik untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak. Alat ini di namakan Pascaline,ini menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit.

Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646 sampai 1716) telah memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti Pascaline, alat mekanik ini juga bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi. Dan pada tahun 1820 kakulator ini mulai banyak di kenali oleh banyak orang.

Pada tahun 1820, Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar, penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan penemuan alat yang di namakan Arithometer ini, maka kalkulator mekanik pada zaman itu mulai popular. Dengan kemampuannya dan juga lebih praktis dari kalkulator sebelumnya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I. Pada 1892 William Burroughs, seorang mantan teller, memperkenalkan sebuah kalkulator pencetak yang cukup sukses meskipun bertenaga tangan.

Pada tahun 1822 seorang profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871), menemukan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan diferensial. Mesin tersebut di namakan “Mesin Diferensial”. Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika yaitu mesin mekanik yang sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulang kali tanpa kesalahan. Tahun 1822 Babbage mengusulkan mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensial yang bernama Mesin Differensial yang menggunakan tenaga uap dan dapat menyimpan program, juga dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis.

Pada tahun 1889, Herman Hollerith menemukan cara cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukan data sensus yang kemudian di olah oleh alat tersebut secara mekanik. Kartu tersebut dapat menyimpan hingga 80 variabel sehingga hasil sensus dapat di selesaikan dalam waktu 6 minggu. Kartu ini mempunyai kelebihan dalam bidang kecepatan dan sebagai media penyimpanan data.

Pada masa berikutnya, sekitar tahun 1902 Dalton menciptakan The Dalton Adding-listing Machine yang merupakan mesin substraksi pertama berdigit 10. Dan pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean, sebuah perhitungan matematika yang dapat di nyatakan sebagai benar atau salah.

Pada tahun 1931, Vannevar Bush membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial. Mesin tersebut dapat menyelesaikan perhitungan yang selama ini di anggap rumit atau susah. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan.

Pada tahun 1935, seorang insinyur konstruksi berkebangsaan Jerman bernama Konrad Zuse membangun sebuah kalkulator mekanik untuk menangani perhitungan matematik yang ada di profesinya. Tidak lama setelah keberhasilannya, Zuse memulai pembangunan pada peralatan elektronik terprogram yang ia selesaikan pada tahun 1938.

Dari tahun 1948 sampai 1980, para matematikawan dan pengusaha membuat dan mengembangkan kalkulator dalam bentuk desktop yaitu kalkulator yang telah memiliki layar LED (Liquid Emitting Diode) untuk menampilkan hasil penghitungan. Kalkulator yang di ciptakan dari masa ke masa berubah bentuk menjadi semakin ramping, mudah dibawa, dan dengan harga yang semakin terjangkau dan umumnya dapat di bilang murah.

Tombol Yang Terdapat Pada Kakulator

aid2487694-v4-728px-2487694-5

Selain angka-angka, pada kalkulator juga tedapat beberapa tombol-tombol penting yang dapat mempermudah penghitungan.

  • M+ (Memory Plus), merupakan tombol yang dimana bisa menyimpan hasil angka ke dalam memori kakulator. Seperti, 20+20= 40 kemudian tekan tombol M+ maka akan tersimpan dalam memori jumlahnya.
  • MR atau MRC (Memory Recall),  yaitu tombol yang memiliki fungsi tersendiri untuk menggunakan, mengambil atau menampilkan kembali angka yang telah di simpan pada memory kalkulator. Misalnya hasil perhitungan yang tadi di simpan dengan angka 40, untuk menampilkan kembali ke layar maka kamu harus menekan tombol MR atau MRC.
  • MC (Memory Clear) atau M- (Memory Minus), merupakan tombol untuk menghapus memori yang telah terisi dengan angka sebelumnya. Misalnya ketika memori awal sudah menampilkan angkanya, maka gunakanlah tombol M- atau tombol MC untuk menghapusnya dari memory, sehingga kalkulator tidak menyimpan angka yang sebelumnya.
  • GT (Grand Total), tombol yang fungsinya hampir sama dengan tombol MR atau tombol MRC yaitu untuk memanggil memori dari Grand Total. Setiap kali kamu menekan tombol = , maka hasilnya akan selalu tersimpan ke dalam Grand Total.
  • AC (All Clear), yang berfungsi untuk menghapus angka yang muncul pada layar dan me-reset semua fungsi yang telah kamu masukkan, namun AC tidak akan menghapus data yang tersimpan di memori kalkulator.
  • CE (Clear Entry), fungsinya ialah untuk menghapus angka atau operasi terakhir yang sudah di masukkan.
  • +/- (Plus atau Minus), tanda ini memiliki fungsi untuk menandai angka negatif ataupun positif. Seperti sebuah perhitungan yaitu 80 + (-40) = 40.
  • Min (Memory Input), fungsinya ialah untuk memasukkan nomor yang ditampilkan saat ini ke dalam memori kalkulator.
  • EXP (Exponensial), fungsinya ialah untuk menghitung pangkat. Contoh: Jika kamu akan melakukan perhitungan 1,234 x 10 ^ 6, maka di kalkulator kamu bisa menekan tombol 1 . 2 3 4 EXP 6.
  • Shift, Fungsinya sebenarnya hampir mirip seperti fungsi Shift pada keyboard komputer. Biasanya fungsi Shift di kalkulator gunanya untuk mengakses fungsi tambahan yang ada.
  • yx, untuk melakukan operasi perhitungan y berpangkat x.
  • Sin (Sinus), merupakan perbandingan sisi segitiga yang ada di depan sudut dengan sisi miring (dengan catatan bahwa segitiga itu adalah segitiga siku-siku atau salah satu sudut segitiga itu 90 derajat). Dan memiliki fungsi untuk melakukan opersai perhitungan menggunakan fungsi sinus.
  • Sin-1, untuk melakukan opersai perhitungan menggunakan fungsi arc sinus.
  • Cos (Cosinus), merupakan perbandingan sisi segitiga yang terletak di sudut dengan sisi miring (dengan catatan bahwa segitiga itu adalah segitiga siku-siku atau salah satu sudut segitiga itu 90 derajat).. Dan memiliki fungsi untuk melakukan opersai perhitungan menggunakan fungsi cosinus.
  • Cos-1, untuk melakukan opersai perhitungan menggunakan fungsi arc cosinus.
  • Tan (Tangen), merupakan perbandingan sisi segitiga yang ada di depan sudut dengan sisi segitiga yang terletak di sudut (dengan catatan bahwa segitiga itu adalah segitiga siku-siku atau salah satu sudut segitiga itu 90 derajat). Dan memiliki fungsi Untuk melakukan opersai perhitungan menggunakan fungsi tangen.
  • Tan-1, Untuk melakukan opersai perhitungan menggunakan fungsi arc tangen.
  • ln Untuk melakukan opersai perhitungan menggunakan logaritma berbasis e.
  • Log (Logaritma), untuk melakukan opersai perhitungan menggunakan logaritma berbasis 10.
  • ( , ), untuk menunjukan urutan perhitungan.
  • π, untuk menyisipkan pi.
  • + (Tambah), untuk melakukan operasi perhitungan pertambahan.
  • – (Kurang), untuk melakukan operasi perhitungan pengurangan.
  • x (Kali), untuk melakukan operasi perhitungan perkalian.
  • ÷ (Bagi), untuk melakukan operasi perhitungan pembagian.
  • √ (Akar), untuk melakukan operasi perhitungan pengakaran.
  • % (Persen), untuk melakukan operasi perhitungan persentase.
  • = (Sama dengan), untuk mengeluarkan hasil operasi perhitungan.

Karena sudah banyaknya kecanggihan terhadap teknologi, kakulator juga mengalami perubahan bentuk di setiap tahunnya, namun kegunaan yang di miliki tetaplah sama untuk menghitung angka ataupun yang lainnya. Demikian artikel tentang Kakulator yang telah kita bahas sama-sama. Tunggu artikel selanjutnya dan Selamat membaca.