Pengertian Dan Sejarah RFID, Penemuan Yang Bisa Dikatakan Paling Sukses

Apakah kamu pernah dengar RFID? Teknologi ini sejatinya belum diterapkan di seluruh dunia. Radio Frequency Identification atau yang dikenal dengan RFID merupakan sebuah microchip pintar yang ditanam di tubuh manusia. Microchip itu kemudian akan memudahkan kita untuk mengakses segala hal seperti membeli sesuatu, informasi data diri, hingga sebagai pelacak lokasi. Nah, lebih lengkapnya kamu bisa melihat penjelasan dibawah ini.

Pengertian

Radio Frequency Identification (RFID) menggunakan medan elektromagnetik untuk secara otomatis mengidentifikasi dan melacak tag yang dilekatkan pada objek. Tag berisi informasi yang tersimpan secara elektronik. Tag pasif mengumpulkan energi dari gelombang radio interogasi pembaca RFID terdekat.

Tag aktif memiliki sumber daya lokal seperti baterai dan mungkin beroperasi ratusan meter dari pembaca RFID. Tidak seperti kode batang, tag tidak perlu berada di garis pandang pembaca, jadi mungkin tertanam dalam objek yang dilacak. RFID adalah salah satu metode untuk Automatic Identification and Data Capture (AIDC).

1

Tag RFID digunakan di banyak industri, misalnya, tag RFID yang terpasang pada mobil selama produksi dapat digunakan untuk melacak kemajuannya melalui jalur perakitan. Obat-obatan terlipat RFID dapat dilacak melalui gudang dan menanamkan microchip RFID pada ternak dan hewan peliharaan memungkinkan identifikasi hewan secara positif.

Karena tag RFID dapat dilampirkan pada uang tunai, pakaian, dan barang, atau ditanamkan pada hewan dan manusia, kemungkinan untuk membaca informasi yang berkaitan dengan pribadi tanpa persetujuan telah menimbulkan masalah privasi yang serius. Kekhawatiran ini menghasilkan pengembangan spesifikasi standar yang menangani masalah privasi dan keamanan.

ISO/IEC 18000 dan ISO/IEC 29167 menggunakan metode kriptografi on-chip untuk kemampuan untraceability, otentikasi tag dan reader, dan privasi over-the-air. ISO/IEC 20248 menentukan struktur data tanda tangan digital untuk RFID dan barcode yang menyediakan keaslian data, sumber dan baca. Pekerjaan ini dilakukan dengan teknik identifikasi dan pengambilan data ISO/IEC JTC 1/SC 31.

Pada tahun 2014, pasar RFID dunia bernilai US $ 8,89 miliar, naik dari US $ 7,77 miliar pada tahun 2013 dan US $ 6,96 miliar pada tahun 2012. Angka ini mencakup tag, pembaca, dan perangkat lunak/layanan untuk kartu RFID, label, fobs, dan semua bentuk lainnya. Nilai pasar diperkirakan akan meningkat menjadi US $ 18,68 miliar pada 2026.

Sejarah

Pada tahun 1945, Léon Theremin menemukan alat mata-mata untuk pemerintah Uni Soviet yang dapat memancarkan kembali gelombang radio dengan informasi suara. Gelombang suara menggetarkan sebuah diafragma (diaphragm) yang mengubah sedikit bentuk resonator, yang kemudian memodulasi frekuensi radio yang terpantul.

Walaupun alat ini adalah sebuah alat pendengar mata-mata yang pasif dan bukan sebuah kartu/label identitas, alat ini diakui sebagai benda pertama dan salah satu nenek-moyang teknologi RFID. Beberapa publikasi menyatakan bahwa teknologi yang digunakan RFID telah ada semenjak awal era 1920-an, sementara beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa sistem RFID baru muncul sekitar akhir era 1960-an.

2

Sebuah teknologi yang lebih mirip, IFF Transponder, ditemukan oleh Inggris pada tahun 1939 dan secara rutin digunakan oleh tentara sekutu di Perang Dunia II untuk mengidentifikasikan pesawat tempur kawan atau lawan. Transponder semacam itu masih digunakan oleh pihak militer dan maskapai penerbangan

Karya awal lainnya yang mengeksplorasi RFID adalah karya tulis ilmiah penting Harry Stockman pada tahun 1948 yang berjudul Communication by Means of Reflected Power (Komunikasi Menggunakan Tenaga Pantulan) yang terbit di IRE, halaman 1196–1204, Oktober 1948. Stockman memperkirakan bahwa “riset dan pengembangan yang lebih serius harus dilakukan sebelum problem-problem mendasar di dalam komunikasi tenaga pantulan dapat dipecahkan, dan sebelum aplikasi-aplikasi (dari teknologi ini) dieksplorasi lebih jauh.”

Paten Amerika Serikat nomor 3,713,148 atas nama Mario Cardullo pada tahun 1973 adalah nenek moyang pertama dari RFID modern, sebuah transponder radio pasif dengan memori ingatan. Alat pantulan tenaga pasif pertama didemonstrasikan pada tahun 1971 kepada Perusahaan Pelabuhan New York (New York Port Authority) dan pengguna potensial lainnya. Alat ini terdiri dari sebuah transponder dengan memori 16 bit untuk digunakan sebagai alat pembayaran bea.

Pada dasarnya, paten Cardullo meliputi penggunaan frekuensi radio, suara dan cahaya sebagai media transmisi. Rencana bisnis pertama yang diajukan kepada para investor pada tahun 1969 menampilkan penggunaan teknologi ini di bidang transportasi (identifikasi kendaraan otomotif, sistem pembayaran tol otomatis, plat nomor elektronik, manifest elektronik, pendata rute kendaraan, pengawas kelaikan kendaraan), bidang perbankan (buku cek elektronik, kartu kredit elektronik), bidang keamanan (tanda pengenal pegawai, pintu gerbang otomatis, pengawas akses) dan bidang kesehatan (identifikasi dan sejarah medis pasien).

Demonstrasi label RFID dengan teknologi tenaga pantulan, baik yang pasif maupun yang aktif, dilakukan di Laboratorium Sains Los Alamos pada tahun 1973. Alat ini diperasikan pada gelombang 915 MHz dan menggunakan label yang berkapasitas 12 bit.

Paten pertama yang menggunakan kata RFID diberikan kepada Charles Walton pada tahun 1983 (Paten Amerika Serikat nomor 4,384,288).

Desain

Tag

Sistem identifikasi frekuensi radio menggunakan tag atau label yang melekat pada objek yang akan diidentifikasi. Pemancar penerima radio dua arah yang disebut interogator atau pembaca mengirim sinyal ke tag dan membaca jawabannya.

Tag RFID bisa pasif, aktif atau pasif dengan bantuan baterai. Tag aktif memiliki baterai on-board dan mentransmisikan sinyal ID secara berkala. Baterai bertenaga baterai pasif (BAP) memiliki baterai kecil di kapal dan diaktifkan saat berada di hadapan pembaca RFID. Tag pasif lebih murah dan lebih kecil karena tidak memiliki baterai.

Sebagai gantinya, tag menggunakan energi radio yang dikirimkan oleh pembaca. Namun, untuk mengoperasikan tag pasif, ia harus diterangi dengan tingkat daya kira-kira seribu kali lebih kuat daripada transmisi sinyal. Itu membuat perbedaan dalam gangguan dan dalam paparan radiasi.

3

Tag bisa berupa read-only, memiliki nomor seri yang ditetapkan oleh pabrik yang digunakan sebagai kunci ke dalam database, atau dapat dibaca/ditulis, dimana data spesifik objek dapat dituliskan ke dalam tag oleh pengguna sistem. Tag lapangan yang bisa diprogram bisa ditulis sekali, read-multiple. Tag “kosong” dapat ditulis dengan kode produk elektronik oleh pengguna.

Tag RFID mengandung setidaknya tiga bagian: rangkaian terpadu untuk menyimpan dan memproses informasi yang memodulasi dan mendemodulasi sinyal frekuensi radio (RF), sarana untuk mengumpulkan daya DC dari sinyal pembaca kejadian dan antena untuk menerima dan mentransmisikan sinyal. Informasi tag disimpan dalam memori yang tidak mudah menguap. Tag RFID mencakup logika tetap atau programmable untuk memproses data transmisi dan sensor.

Pembaca RFID mentransmisikan sinyal radio yang dikodekan untuk menginterogasi tag. Tag RFID menerima pesan dan kemudian merespon dengan identifikasi dan informasi lainnya. Ini mungkin hanya nomor seri tag yang unik, atau mungkin berupa informasi terkait produk seperti nomor stok, nomor lot atau batch, tanggal produksi, atau informasi spesifik lainnya.

Karena tag memiliki nomor seri individual, perancangan sistem RFID dapat membeda-bedakan beberapa tag yang mungkin berada dalam jangkauan pembaca RFID dan membacanya secara bersamaan.

Pembaca

Sistem RFID dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis tag dan reader. Sistem Passive Reader Active Tag (PRAT) memiliki pembaca pasif yang hanya menerima sinyal radio dari tag aktif (baterai dioperasikan, hanya dikirim). Rentang penerimaan pembaca sistem PRAT dapat disesuaikan dari jarak 1-2.000 kaki (0-600 m), memungkinkan fleksibilitas dalam aplikasi seperti perlindungan dan pengawasan aset.

Sistem Active Reader Passive Tag (ARPT) memiliki pembaca aktif, yang mentransmisikan sinyal interogator dan juga menerima balasan autentikasi dari tag pasif.

Sistem Active Reader Active Tag (ARAT) menggunakan tag aktif yang dibangunkan dengan sinyal interogator dari pembaca aktif. Variasi dari sistem ini juga dapat menggunakan tag Bantu Baterai (Bantu) yang bertindak seperti tag pasif namun memiliki baterai kecil untuk memberi kekuatan pada sinyal pelaporan pengembalian tag.

Pembaca tetap dibentuk untuk menciptakan zona interogasi tertentu yang dapat dikontrol dengan ketat. Ini memungkinkan area bacaan yang sangat jelas untuk saat tag masuk dan keluar dari zona interogasi. Pembaca ponsel mungkin dipegang tangan atau dipasang di gerobak atau kendaraan.

Frekuensi

Nah, biar lebih mudah lihat tabel dibawah ini.

4

Sinyal

Signaling antara pembaca dan tag dilakukan dengan beberapa cara yang tidak kompatibel, tergantung pada pita frekuensi yang digunakan oleh tag. Tag yang beroperasi pada pita LF dan HF adalah dalam hal panjang gelombang radio, sangat dekat dengan antena pembaca karena hanya sebagian kecil dari panjang gelombang yang jauh.

Di wilayah lapangan yang dekat ini, tag tersebut digabungkan erat secara elektrik dengan pemancar di pembaca. Tag dapat memodulasi medan yang dihasilkan oleh pembaca dengan mengubah muatan listrik yang ditunjukkan oleh tag.

Dengan beralih antara beban relatif rendah dan lebih tinggi, tag menghasilkan perubahan yang dapat dideteksi oleh pembaca. Pada UHF dan frekuensi yang lebih tinggi, tag lebih dari satu panjang gelombang radio dari pembaca, memerlukan pendekatan yang berbeda.

Tag bisa memberi sinyal balik. Tag aktif mungkin berisi pemancar dan penerima yang terpisah secara fungsional, dan tag tidak perlu merespons frekuensi yang terkait dengan sinyal interogasi pembaca.

5

Kode Produk Elektronik (Electronic Product Code/EPC) adalah salah satu jenis data yang umum disimpan dalam tag. Bila ditulis ke tag oleh printer RFID, tag berisi data data 96-bit. Delapan bit pertama adalah header yang mengidentifikasi versi protokol. 28 bit berikutnya mengidentifikasi organisasi yang mengelola data untuk tag ini, nomor organisasi ditugaskan oleh konsorsium EPCGlobal.

24 bit berikutnya adalah kelas objek, mengidentifikasi jenis produk; 36 bit terakhir adalah nomor seri unik untuk tag tertentu. Dua bidang terakhir ini ditetapkan oleh organisasi yang mengeluarkan tag. Agak seperti URL, nomor kode produk elektronik total dapat digunakan sebagai kunci ke database global untuk mengidentifikasi produk tertentu secara unik.

Seringkali lebih dari satu tag akan merespons pembaca tag, misalnya, banyak produk individual dengan tag dapat dikirim dalam kotak biasa atau di palet umum. Deteksi tabrakan penting untuk memungkinkan pembacaan data. Dua jenis protokol yang berbeda digunakan untuk “menyamakan” tag tertentu, yang memungkinkan datanya dibaca di tengah banyak tag serupa.

Dalam sistem Aloha slotted, pembaca menyiarkan perintah inisialisasi dan parameter yang digunakan masing-masing tag secara pseudo-secara acak menunda tanggapan mereka. Bila menggunakan protokol “pohon biner adaptif”, pembaca mengirimkan simbol inisialisasi dan kemudian mentransmisikan satu bit data ID sekaligus, hanya tag dengan bit yang serasi merespons dan akhirnya hanya satu tag yang cocok dengan string ID yang lengkap.

Kedua metode tersebut memiliki kekurangan saat digunakan dengan banyak tag atau dengan beberapa pembaca yang tumpang tindih. Pembacaan massal adalah strategi untuk menginterogasi beberapa tag pada saat yang bersamaan, namun kekurangan presisi untuk pengendalian persediaan.

Miniaturisasi

RFID mudah disembunyikan atau digabungkan dalam barang lainnya. Misalnya, pada tahun 2009, periset di Universitas Bristol berhasil menempelkan transponder mikro RFID ke semut yang hidup untuk mempelajari tingkah laku mereka. Tren terhadap RFID yang semakin mini ini cenderung berlanjut seiring kemajuan teknologi.

Hitachi memegang rekor chip RFID terkecil, yaitu 0,05 mm x 0,05 mm. Ini adalah 1/64 ukuran pemegang rekor sebelumnya, chip mu. Industri diaktifkan dengan menggunakan proses silikon-on-insulator (SOI). Chip berukuran debu ini dapat menyimpan angka 38 digit menggunakan Memori Baca 128-bit (ROM). Tantangan utama adalah pelekatan antena, sehingga membatasi rentang baca menjadi hanya milimeter.

Kegunaan

Tag RFID dapat ditempelkan ke objek dan digunakan untuk melacak dan mengelola persediaan, aset, orang, dll. Misalnya, dapat ditempelkan ke mobil, peralatan komputer, buku, telepon seluler, dll.

RFID menawarkan kelebihan dibandingkan sistem manual atau penggunaan kode batang. Tag bisa dibaca jika dilewati pembaca, meski tertutup oleh objek atau tidak terlihat. Tag dapat dibaca di dalam kotak, karton, kotak atau wadah lainnya, dan tidak seperti kode batang, tag RFID dapat dibaca ratusan sekaligus. Kode bar hanya bisa dibaca satu per satu menggunakan perangkat saat ini.

Pada 2011, biaya tag pasif masing-masing berkisar US $ 0,09. Tag khusus yang dimaksudkan untuk dipasang pada logam atau tahan gamma sterilisasi, bisa naik hingga US $ 5. Tag aktif untuk pelacakan kontainer, aset medis, atau pemantauan kondisi lingkungan di pusat data mulai dari US $ 50 dan dapat naik lebih dari US $ 100. Tag Bitrid dengan Bantuan Baterai (BAP) ada di kisaran US $ 3-10 dan juga memiliki kemampuan sensor seperti suhu dan kelembaban.

RFID dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti:

  • Manajemen akses
  • Pelacakan barang
  • Pelacakan orang dan hewan
  • Koleksi pulsa dan pembayaran tanpa kontak
  • Dokumen perjalanan yang dapat dibaca mesin
  • Smartdust (untuk jaringan sensor yang terdistribusi secara besar-besaran)
  • Melacak memorabilia olahraga untuk memverifikasi keaslian
  • Logistik pelacakan bagasi bandara
  • Waktu acara olah raga
  • Proses pelacakan dan penagihan

Pada tahun 2010, tiga faktor mendorong peningkatan penggunaan RFID yang signifikan: penurunan biaya peralatan dan tag, meningkatkan kinerja hingga keandalan 99,9% dan standar internasional yang stabil di sekitar RFID pasif UHF.

Penerapan standar ini didorong oleh EPCglobal, perusahaan patungan antara GS1 dan GS1 AS, yang bertanggung jawab untuk mendorong adopsi global kode batang pada tahun 1970an dan 1980an. Jaringan EPCglobal dikembangkan oleh Auto-ID Center.

Perdagangan

RFID menyediakan cara bagi organisasi untuk mengidentifikasi dan mengelola alat dan peralatan (pelacakan aset), tanpa data entry manual. RFID diadopsi untuk penandaan level item di toko ritel. Ini menyediakan electronic article surveillance (EAS) dan proses checkout sendiri untuk konsumen.

Identifikasi otomatis dengan RFID dapat digunakan untuk sistem persediaan. Produk manufaktur seperti mobil atau garmen dapat dilacak melalui pabrik dan melalui pengiriman ke pelanggan.

Kasino dapat menggunakan RFID untuk mengotentikasi chip poker dan secara selektif dapat membatalkan chip yang diketahui dicuri.

Wal-Mart dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat telah menerbitkan persyaratan bahwa vendor mereka menempatkan tag RFID pada semua pengiriman untuk memperbaiki manajemen rantai pasokan.

Kontrol Akses

Tag RFID banyak digunakan dalam identifikasi lencana, mengganti kartu strip magnetik sebelumnya. Lencana ini hanya perlu diadakan dalam jarak tertentu pembaca untuk mengotentikasi pemegangnya. Tag juga bisa diletakkan di kendaraan, yang bisa dibaca dari kejauhan, untuk memungkinkan masuk ke area terkontrol tanpa harus menghentikan kendaraan dan menyajikan kartu atau memasukkan kode akses.

Periklanan

Pada tahun 2010 Vail Resorts mulai menggunakan tag RFID Pass UHF di jalur ski. Facebook menggunakan kartu RFID di sebagian besar acara live mereka untuk memungkinkan para tamu secara otomatis menangkap dan mengeposkan foto.

Merek otomotif telah mengadopsi RFID untuk penempatan produk media sosial lebih cepat daripada industri lainnya. Mercedes adalah adopter awal tahun 2011 di PGA Golf Championships, dan pada Geneva Motor Show 2013 banyak merek yang lebih besar menggunakan RFID untuk pemasaran media sosial.

Pelacakan Promosi

Untuk mencegah pengecer mengalihkan produk, pabrikan mengeksplorasi penggunaan tag RFID pada barang dagangan yang dipromosikan sehingga mereka dapat melacak dengan tepat produk mana yang telah terjual melalui rantai pasokan dengan harga diskon penuh.

Transportasi dan Logistik

Manajemen halaman, pusat pengiriman dan pengiriman barang dan distribusi menggunakan pelacakan RFID. Di industri perkeretaapian, tag RFID dipasang pada lokomotif dan rolling stock mengidentifikasi pemilik, nomor identifikasi dan jenis peralatan dan karakteristiknya. Ini dapat digunakan dengan database untuk mengidentifikasi lading, asal, tujuan, dll dari komoditas yang dibawa.

Dalam penerbangan komersial, RFID digunakan untuk mendukung perawatan pesawat komersial. Tag RFID digunakan untuk mengidentifikasi bagasi dan kargo di beberapa bandara dan maskapai penerbangan.

Beberapa negara menggunakan RFID untuk registrasi dan penegakan kendaraan. RFID dapat membantu mendeteksi dan mengambil mobil curian.

Sistem Transportasi Yang Cerdas

RFID digunakan dalam sistem transportasi cerdas. Di New York City, pembaca RFID ditempatkan di persimpangan untuk melacak tag E-ZPass sebagai alat untuk memantau arus lalu lintas. Data diumpankan melalui infrastruktur nirkabel broadband ke pusat manajemen lalu lintas yang akan digunakan dalam pengendalian lalu lintas yang adaptif terhadap lampu lalu lintas.

Stasiun selang dan alat angkut cairan

Antena RFID dalam kopling setengah terpasang secara permanen (bagian tetap) secara tidak jelas mengidentifikasi transponder RFID yang ditempatkan pada separuh kopling lainnya (bagian bebas) setelah kopling selesai.

Saat menghubungkan transponder dari bagian bebas mentransmisikan semua informasi penting tanpa kontak ke bagian yang tetap. Lokasi kopling dapat diidentifikasi dengan jelas oleh pengkodean transponder RFID. Kontrol diaktifkan untuk secara otomatis memulai langkah proses selanjutnya.

Melacak & Melacak kendaraan uji dan bagian prototipe

Di industri otomotif RFID digunakan untuk Melacak & Melacak kendaraan uji dan bagian prototipe (project Transparent Prototype).

Transportasi Umum

Kartu RFID digunakan untuk kontrol akses ke transportasi umum. Di London pelancong menggunakan Oyster Card di tabung, bus dan feri. Ini mengidentifikasi pengembara di setiap pintu putar sehingga sistem dapat menghitung ongkosnya.

Di daerah Chicago, pengendara menggunakan kartu Ventra standar terbuka untuk naik bus dan kereta CTA, bersama dengan bus PACE.

Di Ontario, Kanada, pengendara di GTA dan Ottawa Area menggunakan kartu Presto untuk naik kereta, bus dan mobil jalan melintasi beberapa perusahaan transit yang berbeda.

Di Melbourne Australia, Angkutan Umum Victoria menggunakan tiket Myki berbasis RFID melintasi jaringan kereta api, trem dan bus.

Di Italia barat laut (wilayah Piedmont), kartu BIP menggunakan RFID Smart_card berdasarkan teknologi Calypso (electronic ticketing system) untuk memungkinkan pelancong menggunakan MOT yang berbeda termasuk berbagi sepeda dan mobil. Ini termasuk juga museum dan perpustakaan yang lewat.

Pengelolaan dan Perlindungan Infrastruktur

Setidaknya satu perusahaan telah memperkenalkan RFID untuk mengidentifikasi dan menemukan aset infrastruktur bawah tanah seperti jaringan pipa gas, saluran pembuangan, kabel listrik, kabel komunikasi, dan lain-lain.

Paspor

Paspor RFID pertama (“paspor E”) dikeluarkan oleh Malaysia pada tahun 1998. Selain informasi yang juga terdapat di halaman data visual paspor, paspor elektronik Malaysia mencatat riwayat perjalanan (waktu, tanggal, dan tempat) dari entri dan keluar dari negara.

Negara lain yang memasukkan RFID ke dalam paspor meliputi Norwegia (2005), Jepang (1 Maret 2006), sebagian besar negara Uni Eropa (sekitar tahun 2006), Australia, Hong Kong, Amerika Serikat (2007), India (Juni 2008) Serbia (Juli 2008), Republik Korea (Agustus 2008), Taiwan (Desember 2008), Albania (Januari 2009), Filipina (Agustus 2009), Republik Makedonia (2010), dan Kanada (2013).

Standar untuk paspor RFID ditentukan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), dan terdapat dalam Dokumen ICAO 9303, Bagian 1, Volume 1 dan 2 (edisi 6, 2006). ICAO mengacu pada chip RFID ISO / IEC 14443 di paspor e sebagai “sirkuit terpadu tanpa kontak”. Standar ICAO menyediakan paspor elektronik agar bisa dikenali dengan logo e-paspor standar di sampul depan.

Sejak tahun 2006, tag RFID yang disertakan dalam paspor Amerika Serikat baru akan menyimpan informasi yang sama yang tercetak di dalam paspor dan menyertakan gambar digital pemiliknya.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada awalnya menyatakan bahwa chip tersebut hanya bisa dibaca dari jarak 10 sentimeter (3,9 inci), namun setelah mendapat kritik luas dan demonstrasi yang jelas bahwa peralatan khusus dapat membaca paspor uji dari jarak 10 meter (33 kaki) paspor dirancang untuk menggabungkan lapisan logam tipis agar lebih sulit bagi pembaca yang tidak diotorisasi untuk informasi “skim” saat paspor ditutup.

Departemen juga akan menerapkan Basic Access Control (BAC), yang berfungsi sebagai nomor identifikasi pribadi (PIN) dalam bentuk karakter yang tercetak di halaman data paspor.

Sebelum tag paspor bisa dibaca, PIN ini harus dimasukkan ke pembaca RFID. BAC juga memungkinkan enkripsi komunikasi antara chip dan interogator. Seperti yang tercantum dalam bagian di bawah tentang keamanan, ada banyak situasi di mana perlindungan ini terbukti tidak memadai, dan paspor telah dikloning berdasarkan pemindaian saat dikirim melalui pos.

Pembayaran Transportasi

Di banyak negara, tag RFID dapat digunakan untuk membayar tiket transit massal di bus, kereta api, atau kereta bawah tanah, atau untuk mengumpulkan tol di jalan raya.

Beberapa loker sepeda dioperasikan dengan kartu RFID yang ditugaskan ke pengguna individual. Kartu prabayar diharuskan membuka atau memasukkan fasilitas atau loker dan digunakan untuk melacak dan mengenakan biaya berdasarkan berapa lama sepeda diparkir.

Layanan pembagian mobil Zipcar menggunakan kartu RFID untuk mengunci dan membuka kunci mobil dan untuk identifikasi anggota. Di Singapura, RFID menggantikan kertas Season Parking Ticket (SPT).

Identifikasi Binatang

Tag RFID untuk hewan merupakan salah satu penggunaan RFID yang paling tua. Awalnya ditujukan untuk peternakan besar dan medan kasar, sejak wabah penyakit sapi gila, RFID menjadi sangat penting dalam pengelolaan identifikasi hewan. Sebuah tag RFID implan atau transponder juga dapat digunakan untuk identifikasi hewan.

Transponder lebih dikenal dengan tag PIT (Passive Integrated Transponder), RFID pasif, atau “chip” pada hewan. Canadian Cattle Identification Agency mulai menggunakan tag RFID sebagai pengganti tag barcode. Saat ini tag CCIA digunakan di Wisconsin dan oleh petani Amerika Serikat secara sukarela. USDA saat ini sedang mengembangkan programnya sendiri. Tag RFID dibutuhkan untuk semua ternak, domba dan kambing yang dijual di Australia.

Implantasi Manusia

Implan microchip biokompatibel yang memanfaatkan teknologi RFID secara rutin ditanamkan ke manusia. Percobaan pertama yang dilaporkan dengan implan RFID dilakukan oleh profesor cybernetics Inggris Kevin Warwick yang memiliki chip RFID yang ditanamkan di lengannya oleh dokter umum George Boulos pada tahun 1998.

6

Pada tahun 2004 ‘Baja Beach Clubs’ dioperasikan oleh Conrad Chase di Barcelona dan Rotterdam menawarkan chip implan untuk mengidentifikasi pelanggan VIP mereka, yang pada gilirannya dapat menggunakannya untuk membayar layanan.

Pada tahun 2009 ilmuwan Inggris Mark Gasson memiliki perangkat penguat kapsul kaca canggih yang ditanamkan ke tangan kirinya dan kemudian menunjukkan bagaimana virus komputer dapat menginfeksi implan secara nirkabel dan kemudian dikirim ke sistem lain.

Administrasi makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat menyetujui penggunaan chip RFID pada manusia pada tahun 2004.

Ada kontroversi mengenai penerapan teknologi RFID implan oleh manusia termasuk kekhawatiran bahwa individu berpotensi dilacak dengan membawa pengenal unik bagi mereka. Advokat privasi telah memprotes chip RFID implan, memperingatkan kemungkinan penyalahgunaan.

Beberapa orang khawatir hal ini dapat menyebabkan penyalahgunaan oleh pemerintah yang otoriter, untuk menghilangkan kebebasan, dan munculnya “panoptik akhir”, sebuah masyarakat di mana semua warga negara berperilaku secara sosial diterima karena orang lain mungkin menonton.

Pada 22 Juli 2006, Reuters melaporkan bahwa dua hacker, Newitz dan Westhues, pada sebuah konferensi di New York City menunjukkan bahwa mereka dapat mengkloning sinyal RFID dari chip RFID implan manusia, yang mengindikasikan bahwa perangkat tersebut tidak seaman yang diklaim sebelumnya.

Institusi

Rumah Sakit dan Perawatan Kesehatan

Dalam perawatan kesehatan, ada kebutuhan untuk meningkatkan visibilitas, efisiensi, dan pengumpulan data seputar interaksi yang relevan. Solusi pelacakan RFID dapat membantu fasilitas kesehatan mengelola peralatan medis bergerak, memperbaiki alur kerja pasien, memantau kondisi lingkungan, dan melindungi pasien, staf dan pengunjung dari infeksi atau bahaya lainnya.

Adopsi RFID di industri medis telah meluas dan sangat efektif. Rumah sakit termasuk pengguna pertama yang menggabungkan RFID aktif dan pasif. Banyak penyebaran yang berhasil di industri kesehatan telah dikutip di mana teknologi aktif melacak barang bernilai tinggi atau item yang sering dipindahkan, di mana teknologi pasif melacak lebih kecil, item biaya lebih rendah yang hanya memerlukan identifikasi tingkat kamar.

Misalnya, ruang fasilitas medis dapat mengumpulkan data dari transmisi lencana RFID yang dipakai oleh pasien dan karyawan, serta dari tag yang diberikan ke aset fasilitas, seperti peralatan medis bergerak. Departemen Urusan Veteran A.S. baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menggunakan RFID di rumah sakit di seluruh Amerika untuk memperbaiki perawatan dan mengurangi biaya.

7

Tag RFID fisik dapat digabungkan dengan perangkat lunak berbasis browser untuk meningkatkan keampuhannya. Perangkat lunak ini memungkinkan untuk berbagai kelompok atau staf rumah sakit tertentu, perawat, dan pasien untuk melihat data real-time yang relevan dengan setiap peralatan yang dilacak atau personel.

Data real-time disimpan dan diarsipkan untuk memanfaatkan fungsionalitas pelaporan historis dan untuk membuktikan kepatuhan terhadap berbagai peraturan industri. Kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak real-time RFID ini menyediakan alat pengumpulan data yang hebat untuk fasilitas yang ingin meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya.

Kecenderungannya adalah menggunakan ISO 18000-6c sebagai tag pilihan dan menggabungkan sistem pemberian tag aktif yang mengandalkan infrastruktur nirkabel 802.11X yang ada untuk tag aktif.

Sejak tahun 2004 sejumlah rumah sakit A.S. telah mulai menanamkan pasien dengan tag RFID dan menggunakan sistem RFID, biasanya untuk alur kerja dan manajemen persediaan. Penggunaan RFID untuk mencegah mixups antara sperma dan ova di klinik IVF juga dipertimbangkan.

Pada bulan Oktober 2004, FDA menyetujui chip RFID pertama di AS yang dapat ditanamkan pada manusia. Chip RFID 134 kHz dari VeriChip Corp. dapat menggabungkan informasi medis pribadi dan dapat menyelamatkan nyawa dan membatasi cedera akibat kesalahan dalam perawatan medis, menurut perusahaan.

Aktivis anti-RFID Katherine Albrecht dan Liz McIntyre menemukan sebuah Surat Peringatan FDA yang menjelaskan risiko kesehatan. Menurut FDA, ini termasuk “reaksi jaringan yang merugikan”, “migrasi transponder implan”, “kegagalan transponder implan”, “bahaya listrik” dan “ketidakcocokan resonansi magnetik.”

Perpustakaan

Perpustakaan telah menggunakan RFID untuk mengganti kode bar pada item perpustakaan. Tag dapat berisi informasi identitas atau hanya menjadi kunci dalam database.

Sistem RFID dapat menggantikan atau melengkapi kode bar dan mungkin menawarkan metode lain untuk pengelolaan inventaris dan checkout swalayan oleh pelanggan. Hal ini juga dapat bertindak sebagai perangkat keamanan, menggantikan jalur keamanan elektromagnetik yang lebih tradisional.

Diperkirakan lebih dari 30 juta item perpustakaan di seluruh dunia sekarang mengandung tag RFID, termasuk beberapa di Perpustakaan Vatikan di Roma.

Karena tag RFID dapat dibaca melalui item, Anda tidak perlu membuka sampul buku atau DVD untuk memindai barang, dan setumpuk buku dapat dibaca bersamaan. Tag buku dapat dibaca saat buku sedang bergerak di ban berjalan, yang mengurangi waktu staf. Ini semua bisa dilakukan oleh peminjam itu sendiri, mengurangi kebutuhan akan bantuan staf perpustakaan. Dengan pembaca portabel, persediaan bisa dilakukan di seluruh rak bahan dalam hitungan detik.

Namun, pada tahun 2008 teknologi ini tetap terlalu mahal untuk banyak perpustakaan yang lebih kecil, dan periode konversi diperkirakan mencapai 11 bulan untuk perpustakaan ukuran rata-rata. Perkiraan tahun 2004 di Belanda adalah bahwa sebuah perpustakaan yang meminjam 100.000 buku per tahun harus merencanakan biaya € 50.000 (stasiun pinjaman dan stasiun pulang.

RFID yang mengambil beban besar dari staf juga bisa berarti bahwa lebih sedikit staf akan dibutuhkan, sehingga beberapa dari mereka dipecat, namun sejauh ini belum terjadi di Amerika Utara dimana survei baru-baru ini belum mengembalikan satu perpustakaan pun yang dipotong, staf karena menambahkan RFID.

Sebenarnya, anggaran perpustakaan dikurangi untuk personil dan meningkat untuk infrastruktur, sehingga perlu bagi perpustakaan untuk menambahkan otomasi untuk mengkompensasi ukuran staf yang dikurangi.

Selain itu, tugas yang dilakukan oleh RFID untuk mengambil alih sebagian besar bukan tugas pokok pustakawan. Temuan di Belanda adalah bahwa peminjam senang dengan fakta bahwa staf sekarang lebih siap untuk menjawab pertanyaan.

Kekhawatiran privasi telah meningkat seputar penggunaan RFID di perpustakaan. Karena beberapa tag RFID dapat dibaca dari jarak hingga 100 meter (330 kaki), ada beberapa kekhawatiran apakah informasi sensitif dapat dikumpulkan dari sumber yang tidak diinginkan.

Namun, tag RFID perpustakaan tidak mengandung informasi pelindung apapun, dan tag yang digunakan di sebagian besar perpustakaan menggunakan frekuensi yang hanya dapat dibaca dari jarak sekitar 10 kaki (3,0 m). Selanjutnya, agen non-perpustakaan lain berpotensi merekam tag RFID setiap orang yang meninggalkan perpustakaan tanpa sepengetahuan atau persetujuan administrator perpustakaan.

Salah satu pilihan sederhana adalah membiarkan buku mengirimkan kode yang memiliki arti hanya dalam hubungannya dengan database perpustakaan. Peningkatan lain yang mungkin dilakukan adalah memberi setiap buku kode baru setiap kali dikembalikan.

Di masa depan, seharusnya pembaca menjadi ada dimana-mana (dan mungkin berjejaring), maka buku yang dicuri bisa dilacak bahkan di luar perpustakaan. Pengambilan ulang tag bisa menjadi sulit jika tagnya begitu kecil sehingga sesuai dengan tampilan di halaman (acak), mungkin diletakkan di sana oleh penerbit.

Museum

Teknologi RFID sekarang juga diimplementasikan dalam aplikasi pengguna akhir di museum. Contohnya adalah aplikasi riset sementara yang dirancang khusus, “eXspot,” di Exploratorium, sebuah museum sains di San Francisco, California. Seorang pengunjung yang masuk museum menerima Tag RF yang bisa dibawa sebagai kartu.

Sistem eXspot memungkinkan pengunjung untuk menerima informasi tentang pameran tertentu. Selain dari informasi pameran, pengunjung bisa memotret dirinya sendiri di pameran. Hal itu juga dimaksudkan agar pengunjung bisa mengambil data untuk analisis nanti. Informasi yang dikumpulkan dapat diambil di rumah dari situs web “personalisasi” yang diberi tag RFID.

Sekolah dan Universitas

Otoritas sekolah di kota Osaka, Jepang sekarang sedang membungkus pakaian anak-anak, ransel, dan kartu pelajar di sekolah dasar. Sebuah sekolah di Doncaster, Inggris memprakarsai sebuah sistem pemantauan yang dirancang untuk mengawasi siswa dengan melacak chip radio dalam seragam mereka. St Charles Sixth Form College di London barat, Inggris, mulai September 2008, menggunakan sistem kartu RFID untuk check in dan keluar dari gerbang utama, untuk melacak kehadiran dan mencegah masuknya yang tidak sah.

Demikian pula, Whitcliffe Mount School di Cleckheaton, Inggris menggunakan RFID untuk melacak murid dan staf masuk dan keluar gedung melalui kartu yang dirancang khusus. Di Filipina, beberapa sekolah sudah menggunakan RFID dalam ID untuk meminjam buku dan juga gerbang di sekolah-sekolah tersebut memiliki pemindai RFID ID untuk membeli barang di toko sekolah dan kantin, perpustakaan dan juga untuk masuk dan keluar untuk kehadiran siswa dan guru.

Olahraga

RFID untuk timing race dimulai pada awal 1990an dengan balap merpati, diperkenalkan oleh perusahaan Deister Electronics di Jerman. RFID dapat menyediakan waktu mulai dan akhir lomba untuk individu dalam balapan besar di mana tidak mungkin mendapatkan pembacaan stopwatch yang akurat untuk setiap peserta.

Dalam lomba, pembalap memakai tag yang dibaca oleh antena yang ditempatkan di sepanjang lintasan atau tikar di lintasan. Tag UHF memberikan pembacaan akurat dengan antena yang dirancang khusus.

Kesalahan terburu-buru, kesalahan hitungan lap dan kecelakaan pada saat start dihindari karena siapapun dapat memulai dan menyelesaikannya kapan saja tanpa berada dalam mode batch.

Desain chip + antenna mengendalikan range dari mana ia bisa dibaca. Chipset kompak jarak pendek yang dipilin terikat pada sepatu atau velcro yang diikatkan pada pergelangan kaki. Ini perlu sekitar 400mm dari tikar dan memberikan resolusi temporal yang sangat baik. Sebagai alternatif, sebuah chip ditambah antena berukuran sangat besar (125mm persegi) dapat digabungkan ke dalam nomor bib yang ada di dada atlet setinggi 1,25 m.

Sistem RFID pasif dan aktif digunakan dalam event off-road seperti balap Orienteering, Enduro dan Hare and Hounds. Penunggang memiliki transponder pada orang mereka, biasanya di lengan mereka. Saat mereka menyelesaikan pangkuan mereka menggesek atau menyentuh gagang telepon yang terhubung ke komputer dan mencatat waktu putaran mereka.

RFID sedang diadaptasi oleh banyak agen perekrutan yang memiliki PET (Physical Endurance Test) sebagai prosedur kualifikasi mereka terutama dalam kasus di mana volume kandidat dapat mencapai jutaan (Sel Perekrutan Kereta Api India, Polisi dan Sektor Tenaga).

Sejumlah resor ski telah mengadopsi tag RFID untuk memberi pemain ski akses hands-free ke lift ski. Pemain ski tidak harus melepaskan umpan mereka dari saku mereka. Jaket ski memiliki saku kiri tempat kartu chip + pas. Ini hampir menghubungi unit sensor di sebelah kiri pintu putar saat pemain ski melaju ke lift. Sistem ini didasarkan pada frekuensi tinggi (HF) pada 13,56 megahertz. Sebagian besar wilayah ski di Eropa, dari Verbier hingga Chamonix menggunakan sistem ini.

NFL di Amerika Serikat melengkapi pemain dengan chip RFID yang mengukur kecepatan, jarak dan arah yang ditempuh oleh setiap pemain secara real-time. Saat ini kamera tetap fokus pada quarterback, namun, banyak drama terjadi bersamaan di lapangan. Chip RFID akan memberikan wawasan baru tentang drama simultan ini.

Chip tersebut melakukan triangulasi posisi pemain dalam jarak enam inci dan akan digunakan untuk memutar ulang tayangan secara digital. Chip RFID akan membuat informasi pemain individual dapat diakses oleh publik. Data akan tersedia melalui aplikasi NFL 2015. Chip RFID diproduksi oleh Zebra Technologies. Zebra Technologies menguji chip RFID di 18 stadion tahun lalu untuk melacak data vektor.

Melengkapi Barcode

Tag RFID sering merupakan pelengkap, tapi bukan pengganti untuk barcode UPC atau EAN. Mereka mungkin tidak pernah sepenuhnya mengganti kode barcode, karena sebagian biaya mereka lebih tinggi dan keuntungan dari beberapa sumber data pada objek yang sama.

8

Selain itu, tidak seperti label RFID, kode batang dapat dihasilkan dan didistribusikan secara elektronik, misalnya melalui e-mail atau ponsel, untuk dicetak atau ditampilkan oleh penerima. Contohnya adalah boarding pass penerbangan. EPC baru, bersama dengan beberapa skema lainnya, tersedia secara luas dengan biaya terjangkau.

Penyimpanan data yang terkait dengan item pelacakan akan memerlukan banyak terabyte. Penyaringan dan pengkategorian data RFID diperlukan untuk menciptakan informasi yang bermanfaat. Kemungkinan barang akan dilacak oleh palet menggunakan tag RFID, dan pada tingkat paket dengan Universal Product Code (UPC) atau EAN dari barcode unik.

Identitas unik adalah persyaratan wajib untuk tag RFID, walaupun ada pilihan khusus dari skema penomoran. Kapasitas data tag RFID cukup besar sehingga masing-masing tag memiliki kode unik, sedangkan kode batang saat ini terbatas pada satu kode jenis untuk produk tertentu. Keunikan tag RFID berarti bahwa produk dapat dilacak saat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya, akhirnya berakhir di tangan konsumen.

Hal ini dapat membantu memerangi pencurian dan bentuk kerugian produk lainnya. Penelusuran produk adalah fitur penting yang didukung dengan tag RFID yang berisi identitas unik dari tag dan juga nomor seri objek. Hal ini dapat membantu perusahaan mengatasi kekurangan kualitas dan menghasilkan kampanye penarikan kembali, namun juga berkontribusi terhadap kekhawatiran tentang pelacakan dan pembuatan profil konsumen setelah penjualan.

Penanganan Limbah

RFID baru-baru ini dikembangkan di industri pengelolaan limbah. Tag RFID dipasang di keranjang pengumpulan sampah, menghubungkan gerobak ke akun pemilik agar penagihan mudah dan verifikasi layanan Tag RFID dimasukkan ke dalam wadah sampah dan daur ulang, sedangkan pembaca RFID ditempelkan ke truk sampah dan daur ulang.

RFID juga mengukur tingkat set-out pelanggan dan memberikan wawasan mengenai jumlah gerobak yang dilayani oleh setiap kendaraan pengumpulan sampah. Proses RFID ini menggantikan program pay-as-you-throw (PAYT) berbayar tradisional.

Telemetri

Tag RFID aktif juga berpotensi berfungsi sebagai sensor jarak jauh berbiaya rendah yang menyiarkan telemetri kembali ke stasiun pangkalan. Aplikasi data tagometri bisa mencakup penginderaan kondisi jalan dengan beacon implan, laporan cuaca, dan pemantauan tingkat kebisingan.

Tag RFID pasif juga bisa melaporkan data sensor. Misalnya, Wireless Identification and Sensing Platform adalah tag pasif yang melaporkan suhu, percepatan dan kapasitansi ke pembaca RFID Gen2 komersial.

Ada kemungkinan tag RFID pasif atau yang dibantu dengan baterai (BAP), dapat menyiarkan sinyal ke penerima di dalam toko untuk menentukan apakah tag RFID (produk) ada di toko.

Jenis Label RFID

9

Ada tiga jenis label RFID: label RFID aktif, label RFID pasif, dan label RFID semi-pasif.

  1. Label RFID aktif biasanya lebih besar dan lebih mahal untuk diproduksi karena memerlukan sumber listrik. Label RFID aktif memancarkan sinyalnya ke pembaca label dan biasanya lebih andal dan akurat daripada label RFID pasif. Label RFID aktif memiliki sinyal lebih kuat sehingga dapat digunakan pemakaiannya di lingkungan yang sulit terjangkau seperti di bawah air, atau dari jauh untuk mengirimkan data.
  2. Label Pasif RFID tidak memiliki pasokan listrik internal dan bergantung pada pembaca RFID untuk mengirimkan data. Sebuah arus listrik kecil diterima melalui gelombang radio oleh antena RFID dan daya CMOS hanya cukup untuk mengirimkan tanggapan. Label Pasif RFID lebih cocok untuk lingkungan pergudangan di mana tidak ada banyak gangguan dan jarak yang relatif pendek (biasanya berkisar dari beberapa inci sampai beberapa meter). Karena tidak ada sumber daya internal, label pasif RFID lebih kecil dan lebih murah untuk diproduksi.
  3. Label Semi-pasif RFID mirip dengan label RFID aktif. Label semi-pasif RFID memiliki sumber daya internal, tetapi tidak memancarkan sinyal sampai pembaca RFID mentransmisikannya terlebih dahulu.

Nah, itulah penjelasan lengkap menganai RFID atau Radio Frequency Identification. Gimana pendapat kamu? Semoga artikel diatas bisa sangat bermanfaat dan menambah wawasan ya. Selamat membaca dan terima kasih.