Yuk, Pahami Lebih Dalam Mengenai Sistem Operasi Linux

Apakah kamu pernah dengar sistem operasi linux? Mungkin sebagian dari kamu sudah pernah mendengarnya. Namun, tahukah kamu apa itu sistem operasi linux dan bagaimana cara kerjanya? Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas secara lengkap mengenai OS linux. Penasaran? Langsung saja lihat dibawah ini.

Pengertian

Linux adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama.

Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.

1

Nama “Linux” berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.

Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox), telepon genggam dan router.

Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).

2

Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) seperti GNOME,KDE dan Xfce juga memiliki paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric dan LibreOffice.

Biasanya, Linux dikemas dalam bentuk yang dikenal sebagai distribusi Linux (atau distro untuk jangka pendek) untuk keperluan desktop dan server. Beberapa distribusi Linux yang paling populer dan mainstream adalah Arch Linux, CentOS, Debian, Fedora, Gentoo Linux, Linux Mint, Mageia, openSUSE dan Ubuntu, bersama dengan distribusi komersial seperti Red Hat Enterprise Linux dan SUSE Linux Enterprise Server.

Distribusi meliputi kernel Linux, utilitas pendukung dan perpustakaan, yang sebagian besar disediakan oleh Proyek GNU dan biasanya sejumlah besar perangkat lunak aplikasi untuk memenuhi tujuan penggunaan distribusi.

Distribusi Desktop Linux mencakup sistem windowing, seperti implementasi X11, Mir atau Wayland dan lingkungan desktop yang menyertainya seperti GNOME atau KDE Plasma 5. Beberapa distribusi mungkin juga mencakup desktop yang kurang intensif sumber daya, seperti LXDE atau Xfce.

Distribusi yang dimaksudkan untuk berjalan di server dapat menghilangkan semua lingkungan grafis dari pemasangan standar, dan alih-alih menyertakan perangkat lunak lain untuk menyiapkan dan mengoperasikan tumpukan solusi seperti LAMP. Karena Linux didistribusikan secara bebas, siapapun dapat membuat distribusi untuk penggunaan yang diinginkan.

Sejarah

Sistem operasi Unix disusun dan diimplementasikan pada tahun 1969 di AT & T’s Bell Laboratories di Amerika Serikat oleh Ken Thompson, Dennis Ritchie, Douglas McIlroy, dan Joe Ossanna. Pertama kali dirilis pada tahun 1971, Unix ditulis seluruhnya dalam bahasa assembly, seperti yang biasa dilakukan pada saat itu.

Kemudian, dalam pendekatan perintis kunci pada tahun 1973, ditulis ulang dalam bahasa pemrograman C oleh Dennis Ritchie (kecuali beberapa rutinitas perangkat keras dan I/O). Ketersediaan implementasi bahasa tingkat tinggi dari Unix membuat portingnya ke platform komputer yang berbeda menjadi lebih mudah.

3

Karena kasus antimonopoli sebelumnya yang melarangnya memasuki bisnis komputer, AT & T diharuskan melisensikan kode sumber sistem operasi kepada siapa saja yang bertanya. Akibatnya, Unix tumbuh dengan cepat dan mulai diadopsi secara luas oleh institusi akademis dan bisnis.

Pada tahun 1984, AT & T melepaskan diri dari Bell Labs; dibebaskan dari kewajiban hukum yang memerlukan lisensi gratis, Bell Labs mulai menjual Unix sebagai produk proprietary, di mana pengguna tidak diperbolehkan secara hukum untuk memodifikasi Unix.

Proyek GNU, yang dimulai pada tahun 1983 oleh Richard Stallman, memiliki tujuan untuk menciptakan sebuah “sistem perangkat lunak yang kompatibel dengan Unix lengkap” yang seluruhnya terdiri dari perangkat lunak bebas. Pekerjaan dimulai pada tahun 1984.

Kemudian, pada tahun 1985, Stallman memulai Free Software Foundation dan menulis GNU General Public License (GNU GPL) pada tahun 1989. Pada awal 1990an, banyak program yang dibutuhkan dalam sistem operasi (seperti perpustakaan, kompiler, editor teks, Shell Unix, dan sistem windowing) telah selesai, walaupun elemen tingkat rendah seperti driver perangkat, daemon, dan kernel, yang disebut GNU/Hurd, macet dan tidak lengkap.

Linus Torvalds telah menyatakan bahwa jika kernel GNU tersedia pada saat itu (1991), dia tidak akan memutuskan untuk menulis suratnya sendiri.

4

Meski belum dirilis hingga 1992 karena komplikasi hukum, pengembangan 386BSD, dari mana NetBSD, OpenBSD dan FreeBSD turun, mendahului Linux. Torvalds juga menyatakan bahwa jika 386BSD telah tersedia pada saat itu, dia mungkin tidak akan menciptakan Linux.

MINIX diciptakan oleh Andrew S. Tanenbaum, seorang profesor ilmu komputer, dan dirilis pada tahun 1987 sebagai sistem operasi mirip-Unix minimal yang ditargetkan pada siswa dan orang lain yang ingin mempelajari prinsip-prinsip sistem operasi. Meskipun kode sumber lengkap MINIX tersedia secara bebas, persyaratan perizinan mencegahnya menjadi perangkat lunak bebas sampai perizinan diubah pada bulan April 2000.

Logo

Logo Linux (Tux) dimulai saat Linus Torvalds sedang berjalan-jalan di taman Perth. Saat sedang berjalan itulah Linus Torvalds di patok oleh seekor Pinguin dan demam selama berhari-hari. Ia berpikir bahwa karakter pinguin cocok untuk menjadi logo dari sistem operasi barunya itu.

Maka diadakan sebuah kompetisi untuk mendesain Logo Linux yang baru dan kompetisi itu dimenangkan oleh Larry Ewing yang berhasil menggambarkan seekor pinguin yang sedang duduk.

Penciptaan

Pada tahun 1991, saat menghadiri Universitas Helsinki, Torvalds menjadi penasaran dengan sistem operasi dan frustrasi dengan lisensi MINIX, yang pada saat ini hanya terbatas pada penggunaan pendidikan. Dia mulai mengerjakan kernel sistem operasinya sendiri, yang akhirnya menjadi kernel Linux.

Torvalds memulai pengembangan kernel Linux di MINIX dan aplikasi yang ditulis untuk MINIX juga digunakan di Linux. Kemudian, Linux matang dan pengembangan kernel Linux lebih jauh terjadi pada sistem Linux.

Aplikasi GNU juga menggantikan semua komponen MINIX, karena menguntungkan untuk menggunakan kode yang tersedia secara bebas dari Proyek GNU dengan sistem operasi yang masih muda, kode yang dilisensikan di bawah GNU GPL dapat digunakan kembali dalam program komputer lain asalkan dilepaskan dengan lisensi yang sama atau yang kompatibel.

Torvalds memulai peralihan dari lisensi aslinya, yang melarang redistribusi komersial, ke GNU GPL. Pengembang bekerja untuk mengintegrasikan komponen GNU dengan kernel Linux, membuat sistem operasi yang berfungsi penuh dan bebas.

Penamaan

Linus Torvalds ingin menyebut penemuannya sebagai “Freax”, portmanteau “bebas”, “aneh”, dan “x” (sebagai acuan untuk Unix). Selama awal karyanya di sistem, beberapa proyek makefiles termasuk nama “Freax” selama sekitar setengah tahun. Torvalds sudah mempertimbangkan nama “Linux”, tapi awalnya menganggapnya terlalu egois.

Untuk memfasilitasi pengembangan, file-file tersebut diupload ke server FTP (ftp.funet.fi) FUNET pada bulan September 1991. Ari Lemmke, rekan kerja Torvalds di Universitas Teknologi Helsinki (HUT), yang merupakan salah satu administrator relawan Untuk server FTP saat itu, tidak dipikirkan bahwa “Freax” adalah nama yang bagus. Jadi, dia menamai proyek “Linux” di server tanpa berkonsultasi dengan Torvalds. Kemudian, bagaimanapun, Torvalds menyetujui “Linux”.

Hak cipta dan merek dagang

Linux kernel dan sebagian besar perangkat lunak GNU menggunakan GNU General Public License (GPL) sebagai basis lisensinya. GPL mengharuskan siapapun yang mendistribusikan kernel linux harus membuat kode sumber (dan semua modifikasi atas itu) tersedia bagi pengguna dengan kriteria yang sama.

Tahun 1997, Linus Torvald menyatakan, “Menjadikan Linux berbasis GPL sungguh merupakan hal terbaik yang pernah saya lakukan.” Komponen penting lain dalam sistem Linux diijinkan menggunakan lisensi selain dari GPL, banyak pustaka menggunakan GNU Lesser General Public License (LGPL), varian GPL yang lebih moderat, dan sistem X Window System menggunakan MIT License.

Linus Torvald telah menyatakan ke khayalak umum bahwa ia tidak akan memindahkan lisensi kernel Linux yang saat ini menggunakan GPL versi 2 ke GPL versi 3, yang ditembangkan pada pertengahan tahun 2007, dengan alasan beberapa ketentuan yang terdapat pada lisensi baru tersebut melarang penggunaan perangkat lunak dalam manajemen hak digital (Inggris: Digital rights management).

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 terhadap Red Hat Linux 7.1 menemukan bahwa distro perangkat lunak tersebut terdiri atas 30 juta baris kode. Dengan menggunakan algoritma model biaya konstruktif (Inggris:Constructive Cost Model), penelitian itu memperkirakan bahwa distro tersebut membutuhkan waktu kira-kira delapan ribu tahun kerja untuk mengembangkannya.

Menurut penelitian tersebut, jika semua elemen dari perangkat lunak tersebut dikembangkan dengan cara konvensional dalam artian sebagai perangkat lunak tertutup, pengembangan distro tersebut akan menelan biaya sebesar 1,08 miliar dolar (basis nilai tukar dolar tahun 2000) untuk dikembangkan di Amerika Serikat.

Sebagian besar kode (71%) ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman C, namun banyak bahasa lainnya juga ikut terlibat seperti C++, Assembly, Perl, Python, Fortran, dan berbagai bahasa skrip lain. Lebih dari separuh dari seluruh kode dilisensikan di bawah naungan GPL. Kernel linux itu sendiri terdiri atas 2,4 juta baris kode, atau sekitar 8% dari total keseluruhan.

Penelitian lainnya menghasilkan analisis yang sama terhadap distro Debian GNU/Linux versi 4.0. Distro tersebut terdiri atas lebih dari 283 juta baris kode dan penelitian tersebut memperkirakan biaya pengembangan yang dibutuhkan sebesar 5,4 miliar euro jika dikembangkan sebagai perangkat linak tertutup.

Di Amerika Serikat, Linux merupakan merek dagang (SN: 1916230) yang dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai “Program sistem operasi komputer bagi penggunaan komputer dan operasi”.

Merek dagang ini didaftarkan setelah ada suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R Della Croce Jr mulai mengirim surat kepada para distributor Linux dan megklaim trademark Linux adalah hakmiliknya serta meminta royalti sebanyak 10% dari mereka.

Para distributor Linux mulai mendorong agar trademark yang asli diberikan kepada Linus Torvalds. Pemberian lisensi trademark Linux sekarang dibawah pengawasan Linux Mark Institute.

Perkembangan zaman

Torvalds terus mengarahkan pengembangan kernel. Stallman mengepalai Free Software Foundation, yang pada gilirannya mendukung komponen GNU. Akhirnya, individu dan perusahaan mengembangkan komponen non-GNU pihak ketiga. Komponen pihak ketiga ini terdiri dari kumpulan kerja yang luas dan mencakup modul kernel dan aplikasi pengguna dan perpustakaan.

Vendor dan komunitas Linux menggabungkan dan mendistribusikan kernel, komponen GNU, dan komponen non-GNU, dengan perangkat lunak manajemen paket tambahan dalam bentuk distribusi Linux.

Desain

5

Linux merupakan sistem operasi bertipe Unix modular. Linux memiliki banyak disain yang berasal dari disain dasar Unix yang dikembangkan dalam kurun waktu 1970-an hingga 1980-an. Linux menggunakan sebuah kernel monolitik, kernel Linux yang menangani kontrol proses, jaringan, periferal dan pengaksesan sistem berkas. Device driver telah terintegrasi ke dalam kernel.

Banyak fungsi-fungsi tingkat tinggi di Linux ditangani oleh proyek-proyek terpisah yang berintegrasi dengan kernel. Userland GNU merupakan sebuah bagian penting dari sistem Linux yang menyediakan shell dan peralatan-peralatan yang menangani banyak fungsi-fungsi dasar sistem operasi. Di atas kernel, peralatan-peralatan ini membentuk sebuah sistem Linux lengkap dengan sebuah antarmuka pengguna grafis yang dapat digunakan, umumnya berjalan di atas X Window System.

Antarmuka pengguna

Linux dapat dikendalikan oleh satu atau lebih antarmuka baris perintah (command line interface atau CLI) berbasis teks, antarmuka pengguna grafis (graphical user interface atau GUI, yang umumnya merupakan konfigurasi bawaan untuk versi desktop).

Pada komputer meja, GNOME, KDE dan Xfce merupakan antarmuka pengguna yang paling populer, walaupun terdapat sejumlah varian antarmuka pengguna. Antarmuka pengguna yang paling populer berjalan di atas X Window System (X), yang menyediakan transparansi jaringan yang memperolehkan sebuah aplikasi grafis berjalan di atas satu mesin tetapi ditampilkan dan dikontrol di mesin yang lain.

GUI yang lain memiliki X window manager seperti FVWM, Enlightenment, Fluxbox, Icewm dan Window Maker. Manajer jendela menyediakan kontrol untuk penempatan dan penampilan dari jendela-jendela aplikasi individual serta interaksi dengan sistem jendela X.

Sebuah sistem Linux umumnya menyediakan sebuah antarmuka baris perintah lewat sebuah shell, yang merupakan cara tradisional untuk berinteraksi dengan sebuah sistem Unix. Sebuah distro Linux yang dikhususkan untuk lingkungan peladen mungkin hanya memiliki CLI sebagai satu-satunya antarmuka. Sebuah sistem yang tidak memiliki monitor hanya dapat dikontrol melalui baris perintah lewat protokol seperti SSH atau telnet.

Kebanyakan komponen tingkat rendah Linux, termasuk GNU Userland, menggunakan CLI secara ekslusif. CLI cocok untuk digunakan pada lingkungan otomasi tugas-tugas yang repetitif atau tertunda, dan menyediakan komunikasi inter-proses yang sangat sederhana. Sebuah program emulator terminal grafis sering digunakan untuk mengakses CLI dari sebuah Linux desktop.

Pengembangan

Perbedaan utama antara Linux dan sistem operasi populer lainnya terletak pada kernel Linux dan komponen-komponennya yang bebas dan terbuka. Linux bukan satu-satunya sistem operasi dalam kategori tersebut, walaupun demikian Linux adalah contoh terbaik dan terbanyak digunakan.

Beberapa lisensi perangkat lunak bebas dan sumber terbuka berdasarkan prinsip-prinsip copyleft, sebuah konsep yang menganut prinsip, karya yang dihasilkan dari bagian copyleft harus juga merupakan copyleft. Lisensi perangkat lunak bebas yang paling umum, GNU GPL, adalah sebuah bentuk copyleft, dan digunakan oleh kernel Linux dan komponen-komponen dari proyek GNU.

Sistem Linux berkaitan erat dengan standar-standar POSIX, SUS, ISO dan ANSI. Akan tetapi, baru distribusi Linux-FT saja yang mendapatkan sertifikasi POSIX.1.

Proyek-proyek perangkat lunak bebas, walaupun dikembangkan dalam bentuk kolaborasi, sering dirilis secara terpisah. Akan tetapi, dikarenakan lisensi-lisensi perangkat lunak bebas secara eksplisit mengizinkan distribusi ulang, terdapat proyek-proyek yang bertujuan untuk mengumpulkan perangkat lunak-perangkat lunak tersebut dan menjadikannya tersedia dalam waktu bersamaan dalam suatu bentuk yang dinamakan distribusi Linux.

Sebuah distribusi Linux, yang umum disebut dengan “distro” adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan memfasilitasi instalasi dari sebuah sistem operasi Linux. Distribusi-distribusi Linux ditangani oleh individu, tim, organisasi sukarelawan dan entitas komersial.

Distribusi Linux memiliki perangkat lunak sistem dan aplikasi dalam bentuk paket-paket dan perangkat lunak yang spesifik dirancang untuk instalasi dan konfigurasi sistem. Perangkat lunak tersebut juga bertanggung jawab dalam pemutakhiran paket. Sebuah Distribusi Linux bertanggung jawab atas konfigurasi bawaan, sistem keamanan dan integrasi secara umum dari paket-paket perangkat lunak sistem Linux.

Komunitas

Linux dikendalikan oleh pengembang dan komunitas penggunanya. Beberapa vendor mengembangkan dan mendanai distribusi mereka sendiri dengan dasar kesukarelaan. Debian merupakan contoh yang bagus. Yang lain memiliki versi komunitas dari versi komersialnya seperti yang Red Hat lakukan dengan Fedora.

Di banyak kota dan wilayah, asosiasi lokal yang dikenal dengan nama Kelompok Pengguna Linux (Linux Users Group atau LUG) mempromosikan Linux dengan mengadakan pertemuan, demonstrasi, pelatihan, dukungan teknis dan instalasi sistem operasi Linux secara gratis. Ada banyak juga komunitas Internet yang menyediakan dukungan terhadap pengembang dan pengguna Linux.

Banyak proyek distribusi dan perangkat lunak sumber terbuka yang memiliki ruang percakapan IRC atau newsgroup. Forum daring merupakan bentuk lain untuk mendapatkan dukungan, contoh: LinuxQuestions.org dan forum Gentoo. Distribusi Linux memiliki milis dengan pembagian topik seperti penggunaan atau pengembangan.

Ada beberapa situs web teknologi yang berfokuskan kepada Linux. Linux Weekly News adalah sebuah cernaan mingguan dari berita-berita yang berkaitan dengan Linux. Sementara itu Linux Journal merupakan majalah Linux daring yang dirilis setiap bulan.

Slashdot adalah situs web berita yang berhubungan dengan teknologi yang memiliki banyak berita tentang Linux dan perangkat lunak bebas. Groklaw memiliki berita mendalam tentang kemajuan Linux dan memiliki banyak artikel yang berhubungan dengan kernel Linux serta hubungannya dengan GNU dalam proyek GNU. Majalah Linux cetakan umumnya memiliki cakram sampul yang memuat perangkat lunak atau bahkan distribusi Linux lengkap.

Walaupun Linux secara umum tersedia secara gratis, beberapa perusahaan besar menjalani model bisnis yang terdiri dari penjualan, dukungan dan kontribusi terhadap Linux dan perangkat lunak bebas; ini termasuk Dell, IBM, HP, Sun Microsystems, Novell, dan Red Hat.

Lisensi perangkat lunak bebas di mana digunakan Linux secara eksplisit mengakomodasi komersialisasi, hubungan antara Linux dan vendor-vendor individual dapat dilihat sebagai suatu simbiosis.

Satu model bisnis yang umum dari pemasok komersial yaitu dengan mengenakan biaya atas dukungan khususnya terhadap pengguna-pengguna kalangan bisnis. Sejumlah perusahaan menawarkan versi bisnis dari distribusi Linux mereka, antara lain berupa dukungan atas paket-paket tak bebas dan alat bantu untuk mengatur sejumlah besar instalasi atau untuk memudahkan tugas-tugas administratif. Model bisnis yang lain adalah dengan memberikan perangkat lunak secara gratis untuk penjualan perangkat keras.

Pemrograman di Linux

Sebagian besar distribusi Linux mendukung banyak bahasa pemrograman. Koleksi peralatan untuk membangun aplikasi dan program-program sistem operasi yang umum terdapat di dalam GNU toolchain, yang terdiri atas GNU Compiler Collection (GCC) dan GNU build system.

6

GCC menyediakan kompilator untuk Ada, C, C++, Java, dan Fortran. Kernel Linux sendiri ditulis untuk dapat dikompilasi oleh GCC. Kompilator tak bebas (proprietary) untuk Linux antara lain adalah Intel C++ Compiler dan IBM XL C/C++ Compiler.

Kebanyakan distribusi juga memiliki dukungan untuk Perl, Ruby, Python dan bahasa pemrograman dinamis lainnya. Contoh bahasa pemrograman yang tidak umum tetapi tetap mendapat dukungan di Linux antara lain adalah C# dengan proyek Mono yang disponsori oleh Novell, dan Scheme.

Sejumlah Java Virtual Machine dan peralatan pengembang jalan di Linux termasuk Sun Microsystems JVM (HotSpot) dan J2SE RE IBM, serta proyek-proyek sumber terbuka lainnya seperti Kaffe. Dua kerangka kerja utama untuk pengembangan aplikasi grafis di Linux adalah GNOME dan KDE.

Proyek-proyek ini berbasiskan GTK+ dan Qt. Keduanya mendukung beragam bahasa pemrograman. Untuk Integrated development environment terdapat Anjuta, Code: Blocks, Eclipse, KDevelop, Lazarus, MonoDevelop, NetBeans, dan Omnis Studio, sedangkan penyunting teks yang telah lama tersedia adalah Vim dan Emacs.

Kelebihan dan Kekurangan dari Sistem Operasi Linux

7

Sebagai sebuah sistem operasi yang termasuk gratis dan juga open source, maka sudah pasti linux memiliki banyak sekali kelebihan. Apa saja kelebihan dari sistem operasi linux? Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari sistem operasi Linux:

  • Jauh lebih murah dibandingkan sistem operasi lain

Tentu saja, sistem operasi Linux jauh lebih murah dengan sistem operasi lainnya. Bandingkan saja dengan sistem operasi Windows yang harus mengeluarkan biaya lebih dari 500ribu untuk lisensi originalnya. Linux dapat diperoleh secara gratis, dan juga beberapa dapat diperoleh dengan biaya yang sangat murah.

  • Merupakan sistem operasi yang memiliki code 32 bit

Code 32 bit yang digunakan pada sistem operasi Linux membantu sistem operasi ini dapat berjalan dengan baik dan membantu menghindari terjadi crash pada saat sebuah aplikasi dijalankan. User juga tidak perlu khawatir jika ingin menginstall aplikasi lain yang diinginkan karena khawatir bit tidak seimbang, operating system linux tidak akan membuat komputer sering hang akibat penggunaan software tertentu selama penggunaan baik-baik saja.

  • Memilki tingkat keamanan yang cukup baik

Tingkat kemanan dan juga security yang dimiliki oleh sistem operasi linux merupakan tingkat keamanan yang tergolong baik dan tidak kalah dengan sistem operasi lainnya. Bahkan banyak user yang mengklaim bahwa linux memiliki sistem keamanan terbaik apabila dibandingkan dengan sistem operasi populer lainnya.

  • Tampilan grafik yang baik

Jangan kira sebuah software open source seperti linux memilki tampilan gafik yang buruk. Linux mendukung tampilan grafisk yang bagus dan juga eye catching. Terutama pada distro linux yang menggunakan sistem full grafis, dimana semua command dan juga perintahnya menggunakan sistem grafis.

  • Mudah untuk dilakukan modifikasi terhadap source code

Bagi para programmer dan juga ahli komputer, penggunaan Linux sangatlah menarik, karena source code dari linux merupakan jenis source code yang open source dan juga menggunakan bahasa C. Hal ini akan lebih memudahkan untuk dilakukan modifikasi pada sistem operasi linux.

  • Mendukung akses ke 33 macam sistem file yang berbeda

Sistem operasi linux juga mendukung lebih dari 33 macam sistem file yang umum digunakan pada sistem operasi lainnya. Hal ini mencakup sistem format dari harddisk, format-format software dan file, seperti video, gambar, dan juga format lainnya.

  • Penggunaan Linux lebih terspesifikasi

Linux merupakan salah satu sistem operasi yang terspesifikasi khususnya dari setiap distro pada sistem operasi linux. Melalui dukungan distro-distronya, linux memiliki banyak pilihan sesuai dengan kebutuhan setiap user. Contohnya adalah bagi user yang membutuhkan sistem operasi untuk server, maka bisa menggunakan distro linux yang bernama Redhat. Begitu pula dengan kepentingan dan juga kebutuhan lainnya.

  • Software bawaan sudah terinstall dan dapat digunakan dengan mudah

Linux juga memiliki beberapa software bawaan yang dapat bermanfaat dan juga digunakan dengan mudah. Software ini berhubungan dengan software utilitas, seperti software jaringan dan juga software yang berhubungan dengan driver.

  • Cocok bagi yang hobi melakukan utak atik komputer

Bagi anda yang sering mengotak atik komputer, Linux merupakan salah satu sistem operasi yang pas. Source code yang bisa dimodifikasi dan diubah, serta lisensinya yang bersifat open source akan sangat cocok bagi user yang senang melakukan otak atik pada sistem operasi ini, untuk mendapatkan performa yang lebih maksimal.

  • Cocok untuk dijadikan sebagai komputer server

Sistem operasi linux merupakan sistem operasi yang stabil dan juga cepat. Sehingga sangat cocok untuk digunakan pada komputer server, admin, dan juga komputer personal sekalipun. Banyak yang mempertanyakan apakah server berbasis linux dengan server berbasis windows memiliki perbedaan. Pada dasarnya cara kerja server berbasis os manapun akan sama hanya saja berbeda dalam bahasa pemrograman pada osnya, begitu juga server ini mengikuti jalannya prinsip kerja jaringan komputer yang digunakan.

  • Spesifikasi hardware yang tidak terlalu besar

Yang paling penting dari sistem operasi Linux ini adalah spesifikasi hardware yang dibutuhkan sangat rendah. Anda tidak perlu khawatir dengan spek komputer anda yang rendah, karena sistem operasi linux ini dapat berjalan pada komputer dengan spesifikasi yang rendah sekalipun.

  • Penggunaan software linux akan mencegah user dari pembajakan hak cipta

Saat ini, pembajakan pada sistem operasi, terutama sistem operas Windows sangat marak terjadi. Karena itu, bagi user yang menggunakan sistem operasi linux, user tersebut dapat mendukung penghargaan terhadap hak cipta. Dengan cara tidak menggunakan produk-produk bajakan.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, namun demikian nyatanya linux masih memiliki beberapa kelemahan. Berikut ini adalah beberapa kelemahan dari sistem operasi linux:

  • Saat terjadi masalah pada OS Linux, sulit mengatasinya

Tidak banyak teknisi yang memahami sistem operasi linux. Hal ini dikarenakan memang jarang user yang menggunakan sistem operasi Linux, sehingga dukungan terhadap trouble shooting secara fisik agak sulit. Yang bisa dilakukan hanyalah mengandalkan forum-forum linux yang banyak ditemukan di Internet.

  • Dukungan software populer yang kurang

Software populer, seperti games dan juga aplikasi-aplikasi popler masih banyak yang belum mendukung sistem operasi Linux. Hal ini menyebabkan akan sulit untuk menyesuaikan diri dengan menggunakan aplikasi yang kompatibel dengan sistem operasi Linux. Terutama jika menggunakan software gratis, seperti software gratis untuk edit video yang kebanyakan hanya fit pada os windows.

  • Kalah bersaing dengan sistem operasi lainnya, sehingga terlihat inferior

Kelemahan linux yang paling banyak, yaitu kalah bersaing dengan sistem operasi lain seperti Windows dan juga Mac OS. Meskipun bersifat opensource, dan juga murah, hal ini ternyata tidak membuat linux menjadi sangat populer seperti sistem operasi lainnya.

Jenis-Jenis Linux

8

Debian Linux

Debian adalah sistem operasi (SO) bebas untuk komputer Anda. Sebuah sistem operasi adalah kumpulan program-program dasar dan utilitas yang membuat komputer Anda berjalan. Debian menggunakan kernel Linux. Debian Linux menyediakan lebih dari sebuah SO murni: Debian datang dengan perangkat lunak yang telah terkompilasi dipaketkan dalam format yang bagus untuk kemudahan instalasi di mesin Anda.

9

Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdoch, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, pada tanggal 16 Agustus 1993, Nama Debian berasal dari kombinasi nama mantan-kekasihnya Debra dan namanya Ian. Proyek Debian tumbuh lambat pada awalnya dan merilis versi 0.9x di tahun 1994 dan 1995. Pengalihan arsitektur ke selain i386 dimulai ditahun 1995.

Versi 1.x dimulai tahun 1996. Ditahun 1996, Bruce Perens menggantikan Ian Murdoch sebagai Pemimpin Proyek. Dalam tahun yang sama pengembang debian Ean Schuessler, berinisiatif untuk membentuk Debian Social Contract dan Debian Free Software Guidelines, memberikan standar dasar komitmen untuk pengembangan distribusi debian. Dia juga membentuk organisasi “Software in Public Interest” untuk menaungi debian secara legal dan hukum.

Di akhir tahun 2000, proyek debian melakukan perubahan dalam archive dan managemen rilis. Serta di tahun yang sama para pengembang memulai konferensi dan workshop tahunan “debconf”. Di April 8, 2007, Debian GNU/Linux 4.0 dirilis dengan nama kode “Etch”. Rilis versi terbaru Debian, 2009, diberi nama kode “Lenny”.

Kelebihan Debian

  1. Beberapa kelebihan dari system operasi debian antara lain sebagai berikut:
  2. Free Software, artinya dapat mengambil/ menyalin source program Linux tanpa dikenai biaya dan dapat memperbanyak, memodifikasi serta menyebarluaskan secara bebas
  3. Open Source, artinya semua listing program dari source code sistem operasi tersebut dapat dilihat dandimodifikasi tanpa adanya larangan dari siapapun
  4. Kestabilan program yang telah teruji, sistem tidak mudah mengalami hang, walaupun telah menjalankan program secara terus menerus dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu lebih dari satu bulan, dengan tanpa harus melakukan restart.
  5. Debian Linux merupakan sistem operasi cross platform yang dapat dijalankan pada hampir semua jenis/tipe komputer yang ada saat ini.
  • mudah dipelihara
  • sangat stabil
  • jarang down kecuali:
  1. kerusakan perangkat keras
  2. update kernel mati listrik

Dapat dijabarkan disini untuk kebutuhan spesifikasi perangkat kerasnya, Debian Linux mendukung hampir semua jenis/ tipe komputer, yaitu mulai generasi processor sekelas intel 80386, 80486, sampai Pentium dengan berbagai klasnya.

Sedangkan kapasitas hardisk yang dibutuhkan untuk menginstalasi Debian Linux pada server minimal 1,6 GB dan untuk client atau workstation membutuhkan space minimal 600 MB. Untuk mendukung paparan tersebut, pada September 2005 yang lalu telah dilakukan percobaan penerapan instalasiserver pada komputer desktop dengan spesifikasi :

  • Processor : Intel Pentium 4.3.06 Ghz
  • Memori : DDR 256 PC 3200
  • Hardisk : Seagate 80 GB
  • Graphics : Intel On board
  • OS : Debian 3.1. Sarge
  • Webserver : Apache 2.1
  • DBMS : PostgreSQL 8.1
  • Lainnya : PHP 4.3, PostgreSQL management tool

Kelemahan Debian

Terlepas dari beberapa kelebihannya yaitu seperti yang disebutkan diatas, system operasi debian memiliki beberapa kelemahan, yaitu sebagai berikut :

  • Yang jadi kelemahan debian bagi user adalah versi software yang dipakai, biasanya versi yang dipakai debian lebih tua dari yang sudah rilis saat itu
  • Sangat sulit memasukkan software versi terbaru kedalam distronya, sebelum benar benar teruji dari sisi keamanannya ataupun kestabilannya.
  • Sulit dikonfigurasi pada saat install pertama kali
  • Perlu repositori besar (40-60 GB )
  • Perioda rilis yang konservatif

Debian adalah sistem operasi (SO) bebas untuk komputer. Sebuah sistem operasi adalah kumpulan program-program dasar dan utilitas yang membuat komputer Anda berjalan. Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdoch, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, pada tanggal 16 Agustus 1993, Nama Debian berasal dari kombinasi nama mantan-kekasihnya Debra dan namanya Ian. Debian hadir tentunya dengan beberapa kelebihan dan kekurangan, salah satunya yaitu system SO jenis ini jarang sekali down.

Kelebihan & Kekurangan Mac OS

Beberapa kelebihan yg di miliki oleh Mac OS :

  • Mac OS Tidak mudah terkena virus.

Dirancang dengan security oriented, Mac OS tidak diganggu oleh serangan konstan dari PC virus dan malware. Namun tidak juga akan memperlambat Anda dengan peringatan keamanan konstan dan interupsi lainnya.

  • High Performance.

Khususnya pada Mac OS X – dengan prosesor Intel terbaru dan inovasi terbaik lainnya, Mac dapat melakukan semua hal yang hanya dapat dilakukan Mac – dengan kecepatan yang menakjubkan.

  • User-friendly

Dengan tampilan GUI yang sangat menarik, menjadikan Mac OS sebagai salah satu OS yang banyak diminati khususnya oleh para graphic designer dan bagi mereka yang baru mempelajari komputer. Kekurangan yg di miliki oleh Mac OS :

  1. Mac tidak bisa dirakit sendiri karena Apple sudah tidak memberi license untuk perusahaan lain untuk membuat hardware yang bisa menggunakan Mac OS
  2. Software di Mac OS tidak begitu lengkap. Pengaruh dominansi Microsoft Windows selama bertahun-tahun membuat user sudah sangat terbiasa dan enggan beradaptasi dengan OS terbaru. Dasar pemikiran yang sama juga menjadi alasan melimpahnya aplikasi terbaru dengan system requirement Windows.
  3. Biayanya Mahal
  4. Hanya berguna untuk graphic designer
  5. Tidak dapat digunakan dalam waktu bersamaan
  6. Softwarenya tidak lengkap dan tidak cocok bermain game karena tampilannya kurang bagus jadi,Mac OS tidak saja mempunyai kelebihan.Tetapi Mac OS juga mempunyai banyak kekurangan yang harus di perhatikan oleh pengguna nya.

RedHat Linux

Red Hat adalah salah satu system operasi workstation yang bisa dijalankan dengan mode dhcp server. Adapun untuk mengkonfigurasi dhcp pada RedHat, kita membutuhkan file yang namanya dhcpd.conf. untuk mendapatkan file ini, bisa kita copy dari CD ke-2 RedHat atau kita bisa buat sendiri. Cara membuatnya adalah dengan perintah “touch” dan diletakkan pada direktory /etc/dhcpd.

10

Redhat adalah distrinusi yang paling populer dan paling banyak dipakai. Ia juga merupakan standar atau basis pengembangan berbagai distribusi lainnya termasuk Mandrake-Linux, ASP-Linux dan banyak lagi lainnya.

Red Hat adalah salah satu perusahaan terbesar dan dikenal untuk dedikasinya atas perangkat lunak sumber bebas . Red Hat didirikan pada 1993 dan bermarkas di Raleigh, NorthCarolina, Amerika Serikatt. Red Hat terkenal karena produknya Redhat Linux salah satu distro Linux utama.

Pada tahun 1993 Bob Young mendirikan ACC Corporation, bisnis katalog yang menjual aksesori perangkat lunak Linux dan UNIX. Pada tahun 1994 MarcEwing membuat distribusi Linux sendiri, yang dinamai Red Hat Linux.

Ewing merilisnya pada Oktober tahun tersebut, dan dikenal sebagai rilis Halloween. Young membeli bisnis Ewing pada tahun 1995, dan keduana bergabung menjadi Red Hat Software, dengan Young menjabat sebagai CEO.

Bulan Februari 2002 Red Hat memindahkan kantor pusatnya dari Durham, NC, ke Centennial Campus NC S University di Raleigh, North Carolina.

Pada bulan Desember 2005 majalah CIO Insight melakukan survei nilai peusahaan tahunannya, dan menaruh Red Hat di peringkat #1 dalam nilai untuk tahun kedua berturut-turut. Saham Red Hat menjadi bagian dari NASDAQ-100 pada 19 Desember 2005.

Red Hat menmbeli Jboss perusahaan penyedia perangkat lunak sumber terbuka untuk jaringan pada 5 Juni2006 dan JBoss menjadi bagian dari Red Hat. Pada tahun 2007 Red Hat membeli MetaMatrix dan membuat kesepakatan dengan Exadel untuk mendistribusikan perangkat lunaknya.

Pada tanggal 18 September 2006 Red Hat merilis Red Hat Application Stack, proses pengolahan struktur data berdasarkan teknologi JBoss.

Pada tanggal 12 Desember2006, Red Hat pindah dari NASDAQ (RHAT) ke New York Stock Exchange (RHT). Pada 15 Maret2007 Red Hat merilis Red Hat Enterprise Linux 5, dan pada bulan Juni, mereka membeli Mobicents.

Pada 13 Maret2008 Red Hat mengakuisisi Amentra, sebuah penyedia layanan integrasi sistem untuk Service-oriented architecture (SOA), bagi manajemen proses bisnis, pengembangan sistem dan solusi data perusahaan. Amentra beroperasi sebagai perusahaan mandiri dari Red Hat.

Sruktur Kernel RedHat. Ada 4 kategori kernel:

  1. Monolithickernel
    Kernel yang menyediakan abstraksi perangkat keras yang kaya dan tangguh
  2. Microkernel
    Kernel yang menyediakan hanya sekumpulan kecil abstraki perangkat keras sederhana, dan menggunakan aplikasi-aplikasi yang di sebut sebagai server untuk menyediakan fungsi-fungsi lainnya.
  3. Hybrid (modifikasi dari microkernel)
    Kernel yang mirip microkernel, tetapi juga memasukkan beberapa kode tambahan di kernel agar ia menjadi lebih cepat.
  4. Exokernel
    Kernel yang tidak menyediakan sama sekali abstraksi hardware, tetapi ia menyediakan sekumpulan pustaka yang menyediakan fungsi-fungsi akses ke perangkat keras secara langsung/ hamper-hampir langsung.

Kekurangan

  • Membutuhkan waktu untuk mengkonfigurasinya.
  • Jika kita koneksi terputus domain tidak dapat di akses lagi.

Kelebihan

  • Dapat mengubah alamat IP menjadi domain pada web.
  • Domain juga digunakan sebagai virtual host dalam dunia maya.
  • Domain Lebih mudah di ingat dibandingkan dengan no IP Address.

ManDrake Linux

Mandrake Linux adalah saudara muda dari Redhat Linux, karna keduanya merupakan satu tempat produksi. Bila redhat direkomendasikan sebagai server, maka mandrake dijadikan sebagai client yan handal dan diutamakan mengunakan Processor Pentium. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan penggunaan mandrake sebagai server yang handal juga. Tujuan awal dari diciptakannya Mandrake Linux adalah untuk mempermudah penggunanya dalam melakukan installasi dan penggunaan Linux itu sendiri.

11

 

Sebelum keluarnya Corel Linu, Mandrake merupakan distribusi linux yang paling familiar. Jika Redhat keluar desktop manaer menggunakan Gnome, maka inux Mandrake keluar dengan desktop manager KDE buatan SuSE Jerman. Saat ini Mandrake Linux sudah keluar dengan versi 10.0. Dan anda juga tidak hanya dapat menggunakan desktop KDE saja, akan tetapi anda juga dapat menggunakan Gnome desktop sehingga pengguna yang tidak dapat menggunakan desktop KDE dapat menggunakan desktop Gnome atau sebaliknya.

Kelebihan

  • Pembuatan paket pada slackware sangat sederhana dibandingkan paket-paket seperti RPM dan Debian. Paket lebih mirip dengan kompresi root direktori ditambah beberapa file lain yang diletakkan di direktory /install.
  • Distro ini termasuk distro yang cryptic dan manual sekali bagi pemula Linux, tapi dengan menggunakan distro ini beberapa penggunanya dapat mengetahui banyak cara kerja sistem dan distro tersebut.
  • lebih dekat dengan gaya UNIX, sederhana, stabil, mudah dikustom, dan didesain untuk komputer 386/486 atau lebih tinggi.

Kekurangan

  • Aplikasi-aplikasi grafis untuk mengkonfigurasi distro ini bisa dibilang minim, karena pada dasarnya GUI jauh lebih kompleks dan memakan lebih banyak penggunaan memory dibandingkan penggunaan perintah konsol pada umumnya.
  • Pengguna harus memastikan sendiri bahwa sistem telah memiliki semua perpustakaan sistem dan program-program yang dibutuhkan oleh paket baru (yang akan diinstal). Jika ada yang kurang, mungkin tidak ada indikasi sampai pengguna berupaya untuk menggunakan perangkat lunak yang baru diinstal.
  • Slackware sendiri tidak mempunyai alat untuk secara otomatis menata dependensi bagi pengguna dengan secara otomatis dengan mengunduh dan menginstalnya, beberapa perangkat lunak pihak ketiga ada yang dapat memberikan fungsi ini, mirip dengan cara APT di Debian.

ManDriva Linux

12

Mandriva Linux (dahulu dikenal dengan nama Mandrakelinux atau Mandrake Linux) adalah sistem operasi yang dibuat oleh Mandriva (dahulu dikenal dengan nama Mandrakesoft). Mandriva Linux menggunakan RPM Package Manager.

Kelebihan

  • Mudah digunakan untuk pengguna Linux yang newbie atau masih baru berkenalan dengan dunia Open Source.
  • Sudah ada Mandriva Control Centernya.
  • Deteksi Hadware yang lumayan memuaskan.
  • Distro Linux dengan tampilan Desktop yang user friendly. Serta paket-paket software RPM nya yang mudah di dapat.

Kekurangan

  • Kebutuhan sumber daya prosesor dan memori yang ‘rakus’ dibandingkan dengan distro lainnya misalnya Linux Slackware.
  • Jika di bandingin dengan ubuntu, paket aplikasi nya kalah banyak, karena mandriva/mandrake hanya memerlukan paket yang sudah terbukti di pakai oleh orang banyak.
  • Jika di bandingin soal desktop, pengguna ubuntu lebih banyak (sekarang ini) daripada mandriva, karena ubuntu sebelumnya memberikan cd ubuntu gratis ke orang lain. Di bandingkan dengan distro linux yang tidak memberi cd gratis.
  • Soal server, masih kalah dengan kakanya si Redhat/Fedora/Centos. meskipun demikian, banyak juga yang menggunakan mandriva sebagai server, karena kemudahan settingnya.
  • Kalo rata-rata distro linux lainnya punya pakem sendiri-sendiri, mandriva tidak. Mandriva lebih flexible, dalam artian, mandriva bias menerima paketan aplikasi dari distro lainnya.

SlackWare Linux

13

Slackware adalah merupakan sistem operasi yang dibuat oleh Patrick Volkerding dari Slackware Linux, Inc. Slackware merupakan salah satu distro Linux awal, dan merupakan yang tertua yang masih dikelola. Tujuan utama Slackware adalah stabilitas dan kemudahan desain, serta menjadi distribusi Linux yang paling mirip Unix.

Kekurangan

  • Kekurangan tool-tool praktis yg tinggal klik, sehingga tidak cocok bagi pemula.
  • Paket-paket yang tersedia tidak selengkap distro-distro turunan debian (.deb) dan redhat (.rpm). Sehingga seringkali kita harus compile sendiri dari source code.

Kelebihan

  • Simple dan stabil.
  • Sangat mudah untuk di-customize, sehingga meningkatkan security.

SuSE Linux

Sistem operasi SuSE Linux ini paling banyak di minati dan di gunakan di sebagian besar negara-negara Eropa. Walaupun banyak di gunakan oleh sebagain orang Eropa sana. Tampilan desain yang lebih segar serta kemudahan dalam memanagenya menjadikan nilai lebih bagi sistem operasi Linux satu ini.

14

Sistem operasi SuSE Linux ini dapat juga menggunakan bahasa Indonesia sebagai salah satu pilihan bahasa yang di gunakan dalam sistem operasi komputer yang satu ini. Dengan adanya pilihan bahasa Indonesia, tentu saja memberikan kemudahan untuk mengoperasikan komputer kalian.

Kelebihan

  • Salah satu keunggulan utama dari OpenSUSE dibandingkan distro Linux lainnya adalah kelengkapan pustaka dan berlimpahnya software yang disertakan. Bersama Red Hat, SUSE adalah distro Linux versi awal yang terus bertahan dan berkembang hingga sekarang
  • Stabil serta mudah dalam pendeteksian perangkat keras
  • Murah atau bahkan free (Open Source)
  • Bebas Virus
  • Kemudahan dalam Update

Kelemahan

  • Secara default opensuse 10.2 tidak bisa memutar file mp3 dg menggunakan aplikasi xmms
  • Cara penginstallan yang cukup rumit
  • Beberapa hardware tidak mendukung untuk penggunaan OpenSuse 10.2

Corel Linux

Corel Linux merupakan salah satu sistem operasi berbasis Linux yang dibuat oleh salah satu distribusi Linux, yaitu Debian. Corel Linux sama seperti Linux lainnya, mendukung sistem operasi sistem open source dibawah naunan GNU. Corel Linux dapat anda beli Via internet dengan harga yang sangat terjangkau, jauh dari harga linux OS lainnya.

15

Corel Linux dapat langsung diinstal dengan atau tanpa sistem operasi yang lain. Corel Linux juga bisa diinstall pada partisi dan file sistem windows, yang menjadikan Corel Linux seolah-olah adalah program aplikasi Windows.

Salah satu yang menarik dari Corel Linux adalah Semuanya serba grafis. Corel Linux juga dirancang sebagai end-User. Pada Corel Linux semuaya serba grafi, dimulai pada saat prosedur Instalasi hingga boot sistem.

Anda tidak akan menemukan basis text seperti yang ada di Linux lainnya, atau juga windows yang masih basis text. Dicorel Linux semuanya serbadisederhanakan. bahkan sampai pada setting jaringanpun lebih mudah dari pada setting jaringan pada Windows.

Akan tatapi ada sedikit kekurangan pada Corel Linux ini, terutama bagi pengguna yang sudah mahir. Mereka akan binging dengan tampilan yang serba grafis yang diberikan oleh Corel Linux.

Turbo Linux

Turbolinux merupakan salah satu pilihan utama pemakai Linux dunia. Mereka percaya akan kinerja TurboLinux untuk mendapatkan solusi cepat dan handal baik untuk perusahaan kecil maupun besar. Perusahaan kecil mendapatkan computing power yang tinggi dan perusahaan besar menggunakan TurboLinux dengan biaya rendah.

16

TurboLinux men-desain produknya dengan menggabungkan kelebihan Open Source dan yang terbaik dari perangkat lunak komersial.

TurboLinux menyertakan cross-platform management software dalam produk-produk workstation, server dan clustering memungkinkan kemudahan dalam me-manage networks dan systems.

Solusi TurboLinux bekerja di lingkungan luas dengan dukungan vendor PC terkemukan seperti Compaq, Hewlett-Packard dan IBM.

Ubuntu Linux

Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang berbasiskan pada Debian. Proyek Ubuntu disponsori oleh Canonical Ltd (perusahaan milik Mark Shuttleworth). Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi di Afrika Selatan.

17

“Ubuntu” berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti “rasa perikemanusian terhadap sesama manusia”. Ubuntu juga bisa berarti “aku adalah aku karena keberadaan kita semua”. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak.

Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.

Komunitas Ubuntu dibentuk berdasarkan gagasan yang terdapat di dalam filosofi Ubuntu:

  • Bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya
  • Bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan
  • Bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary), bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.

Setiap rilis mempunyai nama kode dan nomor versi. Nomor versi berdasarkan tahun dan bulan dari rilis. Sebagai contoh, rilis Ubuntu yang pertama, 4.10, dirilis tanggal 20 Oktober 2004. Rilis ubuntu keluar setiap 6 bulan sekali tiap bulan April dan Oktober. Rilis ubuntu biasanya terdiri dari 2 edisi, yaitu edisi Desktop dan Server. Perbedaan mendasar pada keduanya adalah pada versi desktop terdapat tampilan desktop manager sedangkan pada edisi server tidak ada, hanya command prompt saja.

Screenshot Ubuntu 6.10 (Edgy Eft) dengan menggunakan window manager Beryl. Daftar rilis Ubuntu yang telah dirilis dan yang direncanakan untuk dirilis:

  • 4.10 20 Oktober 2004 Warty Warthog Sounder 30 April 2006
  • 5.04 8 April 2005 Hoary Hedgehog Array 31 Oktober 2006
  • 5.10 13 Oktober 2005 Breezy Badger Colony 13 April 2007
  • 6.06 LTS (Long Term Support) 1 Juni 2006 Dapper Drake Flight Juni 2009 (desktop) Juni 2011 (server)
  • 6.10 26 Oktober 2006 Edgy Eft Knot April 2008
  • 7.04 19 April 2007 Feisty Fawn Herd Oktober 2008
  • 7.10 18 Oktober 2007 Gutsy Gibbon Tribe April 2009
  • 8.04 LTS (Long Term Support) 21 April 2008 Hardy Heron Siege April 2011 (desktop) April 2013 (server)
  • 8.10 30 Oktober 2008 Intrepid Ibex
  • 9.04 23 April 2009 Jaunty Jackalope
  • 9.10 Karmic Koala

Kelebihan

  • Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka (open source). Sehingga tidak perlu bayaran menggunakan Linux seperti Microsoft. Ianya PERCUMA!
  • Hampir semua aplikasi yang terdapat di Windows, telah dapat dibuka di Linux kerana banyak komuniti-komuniti pengembang, contohnya sourceforge.net.Kita boleh menjalankan software untuk Windows di Linux dengan bantuan emulator seperti Wine sehingga file .exe dan .msi.
  • Linux mudah digunakan. Dulu, Linux dikatakan merupakan sistem operasi yang sukar dan hanya dikhususkan untuk para hacker kerana masih menggunakan teks (DOS). Namun, kini Linux mudah digunakan hampir semudah menggunakan Windows, bahkan masalah style pun, Linux lebih baik daripada Windows 7.
  • Linux relatif stabil. Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi UNIX sangat dikenal stabil berjalan tanpa henti. Linux, yang merupakan varian dari UNIX, juga mewarisi kestabilan ini. Jarang ditemui, komputer yang tiba-tiba hang dan harus menekan tombol Ctrl-Alt-Del atau Restart untuk mengakhiri kejadian ini.
  • Keamanan. Hampir semua pengguna Windows pasti pernah terkena virus, spyware, trojan, adware, dsb. Hal ini, hampir tidak terjadi pada Linux. Linux sejak awal direka multi-user, sehingga bila virus menjangkiti user tertentu, akan sangat-sangat sukar menjangkiti dan menyebar ke user yang lain. Beberapa orang berpendapat bahwa Linux lebih aman karena jumlah penggunanya lebih sedikit dibanding Windows, namun anggapan itu tidaklah tepat.
  • Linux selain PERCUMA untuk digunakan, PERCUMA pula untuk dimodifikasi dan didistribusi semula
  • Beragam pilihan. Hal ini boleh menjadi kelebihan mahupun kekurangan. Banyak jenama bermunculan, contoh yang popular ialah seperti Ubuntu, Debian, RedHat, openSuSe, Fedora, Mandriva (Mandrake), dsb. Keanekaragaman ini memberi kita banyak pilihan sesuai dengan keperluan masing-masing, namun di satu sisi hal ini juga akan membingungkan bakal pengguna Linux.
  • Linux dapat berjalan dalam dua mode, mode teks dan mode GUI namun pada umumnya mode teks (terminal) ini lah yangmenjadi kekuatan LINUX.
  • Linux memerlukan resource yang lebih kecil dari Windows, sehingga sesuai untuk komputer dengan spesifikasi minima. Selain itu hampir semua jenama populer menyediakan versi 32 bit maupun 64 bit.

Kekurangan

  • Aplikasi-aplikasi LINUX belum sehebat aplikasi di WINDOWS.
  • Struktur direktori dan hak-akses yang membingungkan bagi yang sudah terbiasa dengan Windows dan belum mengenal UNIX/Linux sama sekali.
  • Proses installation software/aplikasi yang tidak semudah di Windows. Installation software di Linux, akan menjadi lebih mudah bila mempunyai connection ke internet atau bila mempunyai CD/DVD repository software tersebut. Jika tidak, maka kita harus men-download satu per satu package yang diperlukan beserta dependencies-nya.

Nah, itulah pembahasan secara lengkap mengenai sistem operasi linux. Gimana? Semoga artikel diatas bisa sangat bermanfaat dan menambah wawasan. Selamat membaca dan terima kasih.