Siapa Yang Ingin Memiliki Anak Pemarah? Pasti Setiap Orangtua Tidak Mau Itu Terjadi

Pada masa anak-anak merupakan masa di mana orang tua harus memberikan pola asuh yang tepat dan baik agar anak memiliki prilaku yang baik dan membanggakan. Pada dasarnya masa anak-anak merupakan masa yang segala sesuatu keinginan anak harus terpenuhi sehingga apabila keinginannya tidak terpenuhi anak akan menangis dan marah karena apa yang dia inginkan tidak dia dapatkan.

Tentunya memiliki anak pemarah merupakan hal yang tidak di inginkan bagi setiap orangtua dan suatu hal yang menjengkelkan. Pada saat anak sedang dalam kondisi marah jangan sampai anda sebagai orangtua memarahi balik anak tersebut. Tetapi bunda harus mengatasinya dengan tips di bawah ini:

Perasaan Yang Dimiliki Sama Anak

Sebenarnya ada dua perasaan dasar yang menyebabkan anak-anak memiliki sifat pemarah. yaitu:

  1. Seorang anak memiliki keingintahuan dan kemauan yang kuat untuk melakukan sesuatu, tapi sering kali kemampuannya tidak sekuat keinginannya. Hal ini biasanya membuat ia kesal dan menuntunnya ke arah frustasi yang di ungkapkan dengan marah-marah.
  2. Kemauan dan keinginannya untuk cepat menjadi besar. Biasanya anak-anak akan merasakan hal ini jika orangtua sudah melarang-larangnya dengan kata “tidak”. Karena ia belum bisa menguasai emosinya secara logis, maka ia memilih mengekspresikannya ke luar melalui kemarahan.

Bagaimana Cara Mengatasi Anak Yang Mudah Marah?

  • Mencari Tau Penyebab Anak Marah

Faktanya banyak orangtua yang tidak megetahui penyebab kemarahan sang anak. Apabila orangtua telah mengetahui penyebabnya di harapkan kepada orangtua bisa mencegah timbulnya marah pada anak. Tetapi apabila Anda telah mengetahui penyebab kemarahan sang anak karena keinginannya tidak terpenuhi bukan berarti Anda harus menuruti semua keinginan sang anak karena itu akan membuat anak menjadi manja.

  • Memeluknya

Kadangkala penyebab kemarahan sang anak salah satunya yaitu kurangnya kasih sayang orangtua terhadap anak. Berikan perhatian kepada anak merupakan salah satu bentuk kasih sayang, selain itu memberikan pelukan kepada anak merupakan suatu sentuhan yang membuat anak merasa tenang dan merasa di sayangi sama orangtua.

  • Mengendalikan Emosi 

Mengendalikan emosi anak yang sedang marah merupakan hal yang penting bagi orangtua untuk mencegah anak menjadi pemarah untuk seterunya. Apabila anak sedang dalam posisi marah, sebagai orangtua Anda harus mendengarkan keluh kesah sang anak, mengerti perasaan anak dan peka terhadap anak. Apabila Anda merasa kesal atas kemarahan sang anak sebaiknya Anda tahan emosi agar tidak terpancing amarah dan kemudia Anda malah memarahi balik sang anak karena hal tersebut bukanlah hal yang tepat untuk mengatasinya. Anda harus dalam posisi tenang dan tidak gugup.

  • Mengajarkan Ilmu Agama

Agama merupakan suatu langkah yang baik untuk memberikan pendidikan pada anak. Banyak hal yang di pelajari dari agama, salah satunya agama mengajarkan untuk dapat mengatasi rasa marah dan menahan rasa marah. Berikan penjelasan kepada anak bahwa rasa marah merupakan suatu prilaku yang tercela dan tidak baik. Meskipun anak belum memahami dan belum merasa manfaatnya tetapi dengan memberikan ilmu agama anak akan menerapkannya meski membutuhkan waktu yang lama.

  • Jadilah Orangtua Yang Bijak

Sebagai orangtua kita harus memahami dan peka terhadap anak. Jangan menjadi orangtua yang egois dan jangan menjadi orangtua yang penurut. Berikan anak penjelasan yang logis pada saat anak tersebut tidak boleh melakukan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya sendiri dan berikan anak penjelasan yang tepat pada saat anak harus melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya.

  • Jalin Komunikasi Yang Baik

Apabila anda memiliki komunikasi yang baik dengan anak maka hal tersebut bisa mencegah anak untuk marah. Sebagai contoh bila anak akan mengungkapkan suatu hal kepada Anda, anak tidak akan merasa bingung mengungkapkannya. Apabila komunikasi Anda dengan anak tidak baik maka anak akan mengalami kesusahan saat ingin mengutarakan suatu hal kepada Anda hal tersebut dapat anak lampiaskan kepada amarah, memukul dan jengkel.

  • Memberikan Larangan Yang Logis

Anak-anak umumnya belum memiliki keberanian untuk berdebat dengan orang tuanya, bahkan ketika mereka ingin sekali melakukan sesuatu namun orang tua melarangnya. Kata-kata jangan, tidak, tidak boleh dan sebagainya sering kali membuat anak merasa tidak dipercayai atau di batasi ruang geraknya. Oleh karena itu, sebagai orang tua kita wajib memberikan alasan yang logis kepada anak kita mengapa kita melarangnya melakukan sesuatu. Bila itu menyangkut hal yang dapat membahayakan dirinya, maka kita wajib menjelaskan resiko-resiko yang dapat terjadi bila dia memaksa untuk melakukannya.

  • Memberikan Teladan

Orang tua perlu memberikan teladan kepada anak-anaknya bagaimana cara yang benar mengatasi emosi. Orang tua yang dalam kesehariannya sering marah-marah atau tidak memiliki kemampuan untuk menahan emosi, maka anak-anak mereka dapat terpengaruh oleh kebiasaan tersebut. Oleh karena itu, bila kita menginginkan anak-anak kita dapat mengendalikan emosi mereka, maka kita harus berusaha menahan diri ketika akan marah atau kita bisa meluapkan kemarahan kita tidak di hadapan anak secara langsung.

  • Tidak Gugup dan Tetap Tenang

Ketika anak kita marah di tempat umum, sebagai orang tua kita tidak boleh gugup dan harus tetap tenang, jangan balik memarahi anak-anak kita secara langsung atau bahkan memukulnya di hadapan orang banyak. Cara mudah yang bisa kita lakukan adalah dengan menggendongnya lalu membawanya ke tempat yang lebih sepi sehingga dapat meredakan emosinya yang sesaat.

  • Mendampingi Anak Saat Menonton Televisi

Cara kesepuluh untuk mengatasi anak pemarah adalah dengan selalu mendampingi anak yang sedang menonton. Masa kecil merupakan masa yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton televisi. Menonton televisi sama sekali tidak di larang untuk anak. Ada beberapa hal dalam menonton televisi bagi anak dan menjadi pengingat bagi orang tua yaitu :

  1. Menonton televisi tidak boleh sampai berjam-jam, anak juga harus diajarkan untuk belajar, makan, sholat dan tidur siang.
  2. Menonton televisi tidak boleh terlalu dekat karena akan merusak mata.
  3. Saat anak menonton televisi orang tua juga harus menyaring tontonan untuk anak. Hindari tontonan yang mengajarkan marah-marah.

Bagi orang yang mempunyai anak yang suka marah-marah tidak jelas atau marah-marah karena keinginannya tidak di turuti, maka cobalah cara di atas, mana tau bisa meredahkan emosi yang di alaminya. Terima kasih.