Unik, Kota Di Tunisia Ini Terletak Dibawah Tanah

Halo guys, kali ini saya akan sedikit membahas tentang hal menarik, dimana ada sebuah kota atau permukimam dibawah tanah. Langsun saja kita simak penjelasannya dibawah ini.

Jika kebanyakan orang ingin tinggal di tempat yg ramai, mewah dan modern. Berbeda dengan masyarakat di Tunisia ini, mereka lebih memilih untuk tinggal di bawah tanah. Cuaca yang mungkin menjadi alasan banyak orang untuk tinggal ditempat seperti ini, seperti di dalam gua dan dibawah tanah.

Secara umum kota adalah tempat bermukimnya warga, tempat bekerja, tempat kegiatan dalam bidang ekonomi, pemerintah dan lain-lain. Dengan kata lain, Kota adalah suatu ciptaan peradaban budaya umat manusia.

Kota sebagai hasil dari peradaban yang lahir dari pedesaan, tetapi kota berbeda dengan pedesaan, karena masyarakat kota merupakan suatu kelompok teritorial dimana penduduknya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan hidup sepenuhnya dan juga merupakan suatu kelompok terorganisasi yang tinggal secara kompak di wilayah tertentu dan memiliki derajat interkomuniti yang tinggi.

bawah tanah

Sama seperti bangsa Berber di Matmata, sebuah kota kecil di selatan Tunisia, Afrika Utara. Bedanya, tidak seperti kebanyakan tempat tinggal bawah tanah, rumah di Matmata tidak dibangun di sisi pegunungan.

Melainkan pemukiman diciptakan dengan menggali lubang besar di tanah kemudian sekitar sisi gua digali untuk dijadikan ruangan. Lubang terbuka berfungsi sebagai halaman dan kadang-kadang terhubung ke halaman lainnya melalui lorong seperti parit yang membentuk labirin bawah tanah yang besar.

Matmata dan beberapa kota serupa di Tunisia terletak di atas tumpukan batu pasir yang cukup lunak. Sehingga di dalamnya bisa digali dengan perkakas tangan sekaligus cukup kokoh untuk didiami, bahkan selama berabad-abad. Bangsa Berber telah menggali rumah di tanah dengan cara ini selama lebih dari seribu tahun.

Kota ini berbentuk gua-gua yang digali dan digunakan sebagai ruangan. Dulunya rumah bawah tanah ini digunakan untuk melindungi penduduk dari panas matahari yang begitu menyengat.

gurun

Matmata adalah daerah pegunungan di tengah-tengah padang pasir. Gersang, panas, dan jarang ditemui tumbuhan rindang. Hanya saja, kita mengunjungi Matmata pada saat musim dingin sehingga udara tidak terlalu panas, bahkan angin yang berhembus adalah angin dingin padang pasir.

Akan tetapi, bila kita mengunjungi Matmata pada saat musim panas, maka bisa dibayangkan seberapa panasnya di tengah-tengah gurun pasir. Nah, mungkin alasan inilah yang membuat masyarakat lokal membuat rumah dibawah tanah.

Matmata adalah kota kecil nan eksotis yang bakal bikin lo terpana pada pandangan pertama. Dulunya kota itu jadi pemukiman warga lokal untuk menyelamatkan diri dari panas yang ekstrim. Kota itu baru diketahui pada tahun 1967. Rumah di kota ini semuanya berada di bawah tanah.

Rumah ini merupakan tempat tinggal asli suku Berber dan sampai saat ini masih digunakan oleh penduduk di kota tersebut. Pada tahun 1970-an ada rumah-rumah yang dibangun di permukaan, tapi banyak penduduk lokal yang lebih memilih tinggal di rumah tradisional mereka. Sepertinya tradisi tempat tinggal ini tidak ingin diubah oleh masyarakat lokal.

5-80

Dan banyak juga masyarakat Matmata yang berhijrah ke utara, lebih mendekati ibu kota Tunisia sehingga ada sebuah daerah yang disebut Matmata Jadid. Hal ini mungkin diakibatkan karena kesulitan yang dirasakan bila harus hidup di tengah pengunungan padang pasir dimana akses kebutuhan hidup sangat sulit dan sangat jauh.

Dataran Tinggi Matmata, tempat dimana wilayah pemukiman ini ditemukan, berada di satu-satunya jalur darat antara Libya dan Tunisia. Wilayah ini telah dikuasai oleh penjajah sepanjang sejarah, memaksa bangsa Berber mundur ke dataran tinggi tempat mereka mulai menggali rumah-rumah di pegunungan.

Kemudian, saat hubungan dengan Negara Arab semakin bersahabat, bangsa Berber mulai merasa lebih aman. Semakin banyak keluarga yang kembali turun, mengembangkan desa dan rumah di lereng gunung yang rendah dan kemudian di dataran.

berber

Saat ini, pemukiman gua bawah tanah di Matmata, Tunisia, menjadi objek wisata utama dengan daya tarik tersendiri yang membuat wisatawan tergoda untuk mendatangkan tempat ini. Salah satu daya tariknya adalah hotel bawah tanah Sidi Driss yang pernah menjadi lokasi shooting Star Wars dan dilansir dari laman Amusing Planet, Sidi Driss ditampilkan sebagai rumah Luke Skywalker.

Nah, dari artikel diatas, banyak pelajaran yang bisa diambil dari bangsa Barbar. Salah satunya, Orang-orang barbar merupakan orang-orang yang lebih bisa bertahan hidup dengan segala kesulitan yang mereka hadapi. Mereka hidup lebih sederhana, tidak banyak mengeluh melainkan lebih banyak berkerja keras.

Tidak seperti orang yang hidup di kota-kota besar yang selaga kebutuhan hidupnya muda. Dan mereka bisa lebih menerima kehidupan yang mereka jalani, tidak seperti sebagian besar orang mewah yang masih merasa kekurangan dengan segalanya. Intinya kita harus bisa lebih mensyukuri segala nikmat yang sudah kita dapatkan.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>